Gagal Jantung Mati Ke Sorga Ketemu Yesus Tidak Mau Kembali – Belum Waktunya | Seth Cowan

0
165

Hai, namaku Seth Cowan dan saya ingin memberikan kesaksianku bagi Yesus Kristus. Saya hanya ingin memberi tahu Saudara bahwa pada hari Jumat, tanggal 13 Mei tahun 2016, saya meninggal dunia dari sesuatu yang disebut “Widowmaker heart attack” (serangan jantung). Ini adalah penyumbatan utama arteri utama dan hanya 10% yang hidup, 90% meninggal. Tapi saya adalah salah satu dari 10% yang hidup. Tidak ada yang membantuku ketika saya mengatakan kepada mereka bahwa saya mengalami serangan jantung. Mereka pikir saya bercanda, ‘Kamu terlalu muda untuk mendapat serangan jantung.’ Tapi salah satu dari orang-orang yang saya minta tolong mengatakan, ‘Oh, saya mengalami serangan jantung … ha ha ha …’. Dan menutup telepon.

Itulah pengalaman pertamaku yang membuat saya keluar dari rumah itu saat saya sangat lemah. Saya bahkan tidak bisa berpakaian sendiri. Saya sangat lemah. Saya bahkan tidak bisa berjalan dan ada yang membuatku keluar dari rumah itu, ayo telepon seseorang … Ini tidak jelas. Saya bahkan tidak benar-benar mengingat menelpon 911. Saya bahkan tidak ingat menuruni tangga, yang saya ingat hanyalah berada di bagian bawah tangga. Saya duduk di sana, memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan, tidak sadar … oh saya hanya berpakaian seperti ini. Dan saya telah merobek salah satu kuku jariku. Saya tidak tahu bagaimana itu terjadi.

Saya keluar dari kamar tidurku ke jalan dan saya tidak begitu yakin, itu semua kabur – bagaimana hal itu bisa terjadi. Tapi begitu saya sampai di sana, segera setelah saya menjadi sadar, ambulans itu berhenti. Jadi saya masuk ambulans dan disitulah pengalaman kedua yang saya alami ada seorang pria dengan nama David La Salvia, dia adalah paramedis-ku. Orang ini pasti dipakai Tuhan. Orang tidak pernah mengatakan kepadaku bahwa saya mengalami kejadian terburuk dalam hidupku dan menenangkan saya pada saat bersamaan. Orang ini dipakai oleh Tuhan. Dia adalah paramedis yang bertugas membantu orang. Dia menenangkanku di saat terjadi serangan jantung yang mengerikan dan saya sekarat.

Saya meninggal di ambulans, meninggal dunia, garis datar dan melihat cahaya putih dan sebenarnya saat ini semua turun, saya benar-benar bisa mendengar paramedis David berteriak kepadaku sambil berkata, ‘Seth … katakan … apa sakitmu?’ Hal pertama yang dia katakan adalah tingkat kesakitan Saudara pada skala satu sampai sepuluh. Ketika saya tidak menanggapi, beberapa kali dia berkata, ‘Seth … Seth … tetaplah bersamaku.’ Lalu saya mendengarnya berdebat dengan sopir yang adalah seorang gadis bernama Jessica Bell.

Dia menyelamatkan hidupku mungkin dua kali karena mengemudi dengan cepat. Saya ingin memberikan ucapakan kepada David dan Jessica, ‘Terima kasih telah menyelamatkan hidupku. Saya sangat menghargainya. Tuhan memberkati kalian.’

Saya mulai melihat cahaya putih saat dia mengatakan kepadaku, ‘Seth tetap bersamaku … Seth tetaplah bersamaku.’ Dan hal pertama yang saya tahu adalah saya merasa takut mengetahui bahwa saya sekarat. Dan saya melihat cahaya itu dan semuanya hilang begitu saja. Saya merasa lebih baik. Saya merasa tenang dan santai. Saya tidak melihat Dia secara fisik tapi ada kerudung putih, itulah yang bisa saya lihat. Saya tidak melihat terowongan. Saya tidak melihat semua itu.

Saya melihat cahaya putih murni yang begitu terang, tapi saya bisa melihat ke dalamnya. Rasanya seperti lampu toko tapi ratusan kali lebih terang. Tapi Itu tidak melukai matamu. Dan saya melihat langsung ke dalamnya dan saya bertanya-tanya, ‘Ada apa di sisi lain itu? Apa yang ada di balik itu?’ Pasti ada sesuatu di sisi lain tapi terselubung, adalah cara terbaik yang bisa saya gambarkan, Cahaya putih itu adalah selubung yang membuat saya tidak bisa masuk surga atau apapun sisi lain itu. Saya tidak tahu, tapi itu adalah kerudung / kerudung putih. Dan saya bisa merasakan kehadiranNya. Ini adalah hal lain yang sulit dijelaskan.

Saya tidak mendengar suara. Saya tidak mendengar ada yang memberitahuku, ‘Nak …’ Saya tidak mendengarnya, tidak. Itu seperti ‘download’ informasi secara instan. Rasanya seperti … boom … dan saya tahu semua hal ini, seperti … boom … semua orang yang Anda tahu dan kasih ada di sini … boom … Inilah temanmu. Inilah anjingmu yang baru saja meninggal sepuluh hari sebelum kamu terkena serangan jantung. Yang menurutku stres yang menyebabkan serangan jantungku disebabkan karena kehilangan teman baikku. Tapi dia adalah salah satu jiwa pertama yang saya rasakan kehadirannya, anjing saya yang bernama ‘Blue’.

Saya tahu ada kehadiranNya. Saya tidak bisa menentukan sebagai teman atau keluarga, tapi saya bersumpah … Saya merasa Dia adalah teman terbaik-ku yang pernah saya temui. Dia adalah sahabat terbaikku. Dan saya tidak pernah benar-benar menyebut namaNya, ‘Hey, apa kabar? Kamu adalah sahabat terbaikku. Kamu siapa ? Saya tahu siapa diri-Mu. Engkau tahu siapa saya.’ Saya tidak mengatakan namaNya dan Dia tidak menyebutkan namaku, tapi itu adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus sendiri yang adalah temanku. Jadi Sekali saya mulai merasakan kedamaian dan saya ingin tinggal di sana. Saya tidak ingin kembali ke apapun yang saya lakukan di sini. Dan saya ingat sedikit berdebat. Ini adalah bagian lain dari kesaksianku. Banyak yang tidak bisa saya ingat.

Saya tidak ingat setiap detailnya. Satu hal yang saya ingat adalah berdebat di akhir, seperti, ‘Engkau tahu, saya telah menulis musik Kristen. Dan saya telah melakukan ini dan itu.’ Saya menyatakan pikiranku, ‘Jangan kirim saya kembali ke sana.’ Dan inilah saat saya mendengar kata-kata pertama terdengar dari pengalamanku, dan saya kembali ke bumi saat saya mendengarnya. Saya mulai kembali ke tubuhku saat saya berdebat, ‘Tolong biarkan saya tinggal. Izinkan saya tinggal.’ Dan kemudian saya mendengar, ‘Tidak, belum waktunya.’ Saya mendengar kata-kata, ‘Tidak, belum waktunya.’

Dan itu hanya membuatku tersentuh meski sangat sederhana dan hal yang mudah dimengerti. Ketiga kata itu begitu mendalam dalam hidupku dan telah mengubah hidupku. Saya hidup dengan cara yang berbeda sekarang, karena saya ingin menjadi seorang Kristen, karena saya ingin membuat musik Kristen, karena saya ingin melakukan hal-hal pada tingkat keKristenan yang bahkan tidak pernah saya ketahui sebelumnya. Ketika saya dulu biasa menulis musik, saya menulis musik tentang ganja, dan mabuk ganja serta hampa, mabuk minuman dan terbaring pingsan.

Dan itulah yang dulu saya tulis tentang musik. Tapi setelah pengalamanku itu, saya akan menulis musik yang bagus dengan pesan positif. Jika tidak menyebutkan sesuatu tentang Alkitab, itu akan menyebutkan filosofi Alkitab. Jadi ini misi baruku yaitu menulis musik Kristen bagi Tuhan. Dan untuk memberikan kesaksianku yang pernah diminta seseorang, dan saya katakan, ‘Hei, saya memiliki pengalaman menjelang kematian. Ini nyata dan saya ingin membagikannya, karena siapa tahu jika saya memiliki serangan jantung lagi besok dan saya tidak mengatakan kepada kalian, bahwa Yesus Kristus adalah nyata. Saya akan merasa sangat menyesal dan Dia juga tidak akan menyukainya.’ Jadi, inilah cara Saudara menyadari bahwa Yesus itu nyata. Saudara akan menyadari beberapa hal. Saudara akan menyadari bahwa Dia telah mati bagi kita.

Orang gila macam apa yang melakukan sesuatu kepada sekelompok orang yang bahkan tidak dia kenal. Yesus Kristus melakukannya. Dan itulah mengapa dan Dia juga … Dia adalah Pencipta, Sang Pencipta dalam daging. Jadi mengapa kita tidak bisa mengucap syukur kepada siapa yang menciptakan kita? Mengapa kita tidak bisa bersyukur kepada Sang Pencipta dalam bentuk manusia, yang sebenarnya telah mati bagi kita dengan cara yang sangat tersiksa.

Kita tidak bisa melakukannya bagi siapa pun. Kita tidak memiliki kemampuan untuk mengasihi seperti itu. Kita tidak memiliki kapasitas untuk bersikap berani seperti itu dan merasakan sakit seperti itu bagi orang asing.

Hanya Yesus Kristus yang melakukannya dan karena itulah inilah tugasku untuk bersaksi bagi Yesus, untuk bersaksi atas nama sahabatku, Yesus, untuk bersaksi atas nama Tuhanku dan Juruselamatku, Yesus. Dan untuk bermain musik dan memuji Dia dengan cara yang positif.

Jadi saya hanya ingin memberitahu semua orang bahwa saya mengasihiNya. Saya tidak peduli seberapa besar kamu membenciku, saya mengasihimu. Dan di dalam Yesus Kristus, saya ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah mendengarkan. Tuhan memberkati Saudara.
— Demikian kesaksian Seth Cowan


  • Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. – (Matius 7:7).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).
  • Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – (Yohanes 14:27).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here