Kejahatan Membawaku Ke Nusakambangan – Andre Bangun

0
1126

Nama saya Andre Bangun, brutal, sadis. Itu adalah naluri saya sejak kecil. Dan bagi saya penjara adalah rumah saya.

Illustrasi masa kecil Andre:
“Orangtuaku bercerai. Ayahku menikah lagi. Dan ibu, ia membuangku. Dia tidak membutuhkanku lagi. Dan kini aku harus hidup seorang diri.”

Andre: “Tentunya saya sangat sedih sekali. Saya kecewa. Saya merasa mereka membuang saya. Mereka sudah tidak menganggap saya lagi sebagai anak. Mereka betul-betul tidak mau tahu saya lagi. Saya sangat sakit hati sekali. Saya sangat marah sekali.”

“Waktu saya di panti asuhan, saya sering disakiti kakak senior saya.”

Adegan: …
“Hey, lu anak kurus mau kemana sih?” Kemudian Andre kecil dipukuli oleh anak lain yang lebih besar.

Andre: “Saat mereka menganiaya saya, timbul rasa ingin membalas dendam buat mereka, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Tapi saat itu saya hanya bisa berpikir, entar tunggu ada saatnya. Saya akan buktikan siapa diri saya.”

7 tahun kemudian …

Andre: “Pernah suatu ketika, sekolah saya dengan sekolah yang lain ada sedikit masalah…”

Adegan …
Andre (masa sma):
Hei ikut gua yuk. Mau kemana ndre … Ikut aja ntar juga tau.
Kemudian mereka berdua bergegas pergi. Sampai suatu tempat Andre berhenti dan melihat anak siswa sms sekolah lain yang sedang bercakap-cakap dengan temannya. Tiba-tiba Andre menusuk siswa sma sekolah lain tersebut. Anak siswa sma lain itupun roboh dengan bersimbah darah.

Andre: “Saat saya melihat korban saya jatuh bersimbah darah, yang ada didalam hati dan pikiran saya, saya bangga sekali. Saya merasa jadi jagoan. Saya merasa puas. Dan banyak orang yang takut sama saya.”

Adegan …
Guru sma sekolah lain: “Hei, kamu itu … (katanya kepada Andre) … Tolong … tolong.” Terlihat seorang guru berteriak minta tolong karena anak didiknya roboh ditanah. Kaget tidak terkira, teman Andre berkata, ‘Gila lu ndre.’

Andre: “Saya ditangkap.”

Adegan …
Seorang lelaki berada di kantor polisi dan memaki dua anak didik-nya, Andre dan temannya, “Kelakukan kalian berdua ini sudah sangat keterlaluan. Dan kalian berdua sudah mencoreng nama baik sekolah. Mulai besok kalian sudah tidak boleh lagi tinggal di asrama. Dan kalian berdua di-skor dari sekolah. Mengerti kalian …?”

Andre: “Setelah saya memutuskan untuk tidak tinggal di panti asuhan lagi. Saya dengan teman saya, yang ikut saya pada saat saya menusuk orang itu, berencana untuk pergi ke Jakarta.”

Adegan:
Sampai Jakarta … Andre dan temannya keluar dari bis dan melihat adegan kejahatan.

Andre: “Disana saya banyak melihat orang mengambil barang orang (menjambret), menodongin orang. Bahkan ada satu keluarga 3-4 orang itu disuruh duduk semua trus barangnya diambilin … Saya dan teman saya ngeliatin aja ini ….”

“Setelah saya melihat hal-hal itu hampir tiap hari, mulai ada pikiran, gua harus seperti kaya ini juga nih. Kan ini enak banget ni. Cari uangnya gampang banget. Intinya saya mulai tertarik untuk melakukan hal-hal seperti itu.”

Adegan:
Didalam sebuah bus … Andrea dan temannya masuk kedalam bis dan sedang mengamati mangsa, yaitu seorang ibu yang sedang sendirian. Tiba-tiba Andre mengambil dompet didalam tas ibu tersebut dan berlari … Seketika sang ibu terlihat kaget dan berteriak keras … copet … copet …

Andre: “Ada perasaan takut sedikit. Tapi karena kebutuhan hidup. Karena memang kedua harus makan. Gua harus gimana … Ya, nekat. Saya ambil.”

Adegan …
Andrea dan temannya berlari dan dikejar oleh beberapa orang laki-laki. Tidak lama kemudian Andre dan temannya tertangkap. Sontak Andre berteriak, ‘Ampun pak … ampun pak …’
Laki-laki penangkap Andre: ‘Kamu ya … orangnya yang ambil dompet ibu ini ? Maling kamu …’
Kemudian mereka memanggil polisi dan menyerahkan Andre untuk diproses secara hukum.

Andre: “Itulah saya pertama kali tertangkap oleh polisi.”

Adegan:
Penjara … Didalam sel terlihat sekelompok napi yang sudah mendekam untuk beberapa waktu lamanya. Juga nampak seorang yang sepertinya ketua mereka sedang duduk-duduk di lantai sel beserta anak buahnya.
Perlahan Andre masuk kedalam sel itu. Kemudian sang ketua napi berkata kepada Andre, ‘Sini lu … Lu kan orang baru disini. Lu harus tahu aturan main disini. Dan jangan coba-coba membantah perkataanku. Ngerti lu !!!’

Andre: “Saya jadi suruhan senior-senior, seperti saya mengambilkan makanan mereka, membelikan rokok mereka.”

Adegan …
Di suatu lapangan seperti biasa para napi melakukan aktivitas yaitu untuk sementara menghirup udara segar. Sang ketua napi mengatakan sesuatu kepada Andre:
Ketua napi kelompok Andre: “Tuh lihat, dia adalah jagoan sini, dan gue pingin lu melakukan sesuatu untuk gue.” Andre: ‘Melakukan apa bang?’ Kemudian sang atasan mengucapkan sesuatu. Dan terlihat Andre terkejut. Kemudian teman napi yang lain berkata kepada Andre, ‘Lu pake ini. Gua jamin tajem.’ Rupanya Andre disuruh menusuk napi lain. Seketika Andre bergerak dan menusuk napi lain tersebut. Tidak lama kemudian terjadi kekacauan.

Andre: “Kemudian saya ditangkap, masuk sel. Ya itulah kegiatan-kegiatan kekerasan seperti itu. Saya berada dalam penjara selama 6 bulan dan akhirnya saya bebas.”

Adegan:
Setelah bebas bukannya sadar atau insyaf, akan tetapi kelakuan Andre tetap saja. Suatu hari terlihat Andre dan beberapa temannya naik bus dan mencari korban. Tanpa basa-basi Andre berkata lantang, ‘Bapak-bapak, ibu-ibu jangan pada ngelawan. Serahkan barang kalian semua.’

Andre: “Mungkin itu apesnya kami. Karena sopir membelokkan bis-nya ke kantor Kodim. Dan di Kodim sedang kerja bhakti. Jadi kami tertangkap semuanya.”

“Saya masuk kembali ke Salemba. Saya dihukum selama 8 bulan. Kalau waktu pertama saya takut masuk Salemba, tapi ini sudah yang kedua kalinya, saya merasa nyaman, tambah banyak saudara, banyak teman.”

Adegan:
Napi atasan Andre dan teman-teman lama menertawakan Andre: “Hahaha … ” Kemudian sang napi atasan Andre berkata, ‘Baru saja keluar, sekarang masuk lagi dia.’ Serentak mereka kembali tertawa.

Andre: “Seperti mendapatkan keluarga yang baru. Saya berada didalam penjara selama 8 bulan. Setelah itu saya bebas. Saat saya keluar dari penjara, sang petugas berbicara seperti ini, ‘Malam ini juga kamu harus keluar dari Jakarta. Kalau besok saya masih melihat kamu berkeliaran di Jakarta … kamu tanggung akibatnya…’ ”

Andre: “Setelah saya keluar dari Jakarta dan Bandung, saya tidak berhenti akan tetapi tetap melakukan kejahatan. Saya terus berkecimpung di Kriminalitas. Sampai akhirnya saya kembali tertangkap. Bahkan saya harus kembali meringkuk di penjara. Saya dari LP Tangerang, dipindah ke LP Cirebon, LP Pekalongan, LP Semarang, bahkan terakhir saya dipindah ke LP Nusakambangan.”
….
“Setelah kami dipindahkan ke tempat tersebut. Kami disatukan di salah satu kamar dan untuk dua hari dua malam kami mendapatkan penyiksaan dalam bentuk cambuk.”

Adegan: Beberapa napi terlihat dicambuki.

Andre:
“Memang terasa sakit. Tapi dibalik itu saya merasa ada suatu kebanggaan karena saya dipukul begitu sadisnya, bukan di LP kecil, bukan di LP ecek-ecek.”

“Disatu sisi kadang saya berpikir, mulai merasa kok gimana … kok gini-gini terus. Sering keluar masuk … Pokoknya gak menentu … Ada hal-hal yang … sampai kapan saya kaya begini? Mulai ada rasa jenuh.”

“Saat itu saya berpikir ini terakhir kalinya saya masuk penjara, setelah ini saya mau berubah.”

“Saya berada di LP Nusakambangan selama 6 bulan. Pada akhirnya saya bebas. Setelah saya bebas, pada suatu hari saya mengikuti suatu ibadah, dan di tempat tersebut saya bertemu dengan seseorang pemimpin rohani.”

Adegan:
“Hallo Andre … Apa kabar ?” …. “Ya …. Baik bu.” … “Silahkan duduk.” .. “Terima kasih.” ….. “Ibu senang banget kamu sudah bebas dari penjara. Terus rencana kedepan kamu apaan?” Andre :”Rencana kedepan saya belum punya arahan dan tujuan yang pasti …. bu. Karena saya masih merasa bingung bu.” … “Ya udah kalau begitu, habis ini kita ke rumah pak Jeffry.”

Andre: “Sampai pada akhirnya dia menawarkan saya untuk masuk ke tempat pemulihan dimana tempat pemulihan tersebut khusus buat orang-orang yang terluka seperti kriminal, keluar dari penjara, pelacur, narkoba, semua ada di tempat tersebut.”

Jeffry Mokalu: “Yang jelas sih waktu saya bertemu dengan dia, kesan pertamanya garang, sadis, penuh dengan tatto kan. Ya Andre pernah cerita mengenai latar belakang keluarganya. Latar belakang keluarganya memang bukan latar belakang yang Andre kehendaki. Dimana orang tuanya tidak menginginkan dia. Sehingga dia akhirnya harus dibuang atau tidak diterima di rumahnya, dan dia harus hidup tanpa orang tuanya sejak kecil.”

Adegan:
“Andre saya sangat prihatin dengan masa kecil kamu.Tapi ada satu hal yang harus kamu ketahui. Meskipun keluarga kamu telah menolak kamu, dan orang tua kamu telah membuang kamu, ada seorang Pribadi yang mengasihi kamu apa adanya. Dan dia adalah Isa Almasih (Yesus Kristus).”

Sumber:
Obat Malam – Kejahatan Membawaku ke Nusakambangan (Andre Bangun)
JC Channel – Published on Jul 16, 2014

Andre: “Pak Jeffry selalu bilang buat saya kalau Yesus mengasihi saya. Kalau Tuhan sangat peduli dengan saya. Itu yang sering saya pikirkan malam-malam. Saya menangis, berdoa minta ampun. Kalau saya ingat akan dosa-dosa saya. Entah berapa banyak yang membuat sakit hati Tuhan. Setiap hari saya pasti minta ampun, selalu bersyukur kepada Tuhan yang tetap baik kepadaku sampai detik ini dalam hidup saya.”

Jeffy: “Sayapun tidak menyangka Andre ini kasus yang cukup mustahil. Keluar masuk penjara, keluar masuk rehabilitasi,namun saya melihat bagaimana Tuhan bekerja didalam hidup dia. Tuhan merubah hidup dia dan saya sangat bersyukur sekali terhadap apa yang Tuhan lakukan buat kehidupan Andre.”

Andre: “Semua yang saya lakukan selama ini yang saya cari adalah penerimaan, kasih sayang, penghargaan orang juga. Tapi ternyata yang saya lakukan semuanya sia-sia. Karena yang ada hanya menikmati kesakitan, keluar masuk penjara.”
….
“Sebetulnya, kasih yang betul-betul mau terima apa adanya itu hanya ada didalam Yesus Kristus dan Kasih Dia semuanya tanpa syarat, seperti saya sekarang diterima. Saya bersyukur buat itu.”


  • Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. – (2 Korintus 5:17).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persahatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan kita Yeshua Hamashiach memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here