Pembela Islam Jadi Tentara Yesus – Nomie

0
126

Pada saat saya mendengar mereka mengatakan Dia (Yesus) adalah Juruselamat, Yesus adalah sahabat, Yesus adalah Tuhan. Dan saya teringat pada saat saya pertama kali mendengar hal itu, terasa panas didalam tubuhku. Saya ingin melawan mereka semuanya, dikarenakan hal itu tidak benar. Kemudian saya berdoa, “Jika Engkau Tuhan-nya Muhammad, Jika Engkau adalah sanak famili dari Muhammad … Jika Engkau adalah Bapa dari Isa Almasih, Yesus. Jika Engkau adalah Anak Allah, Jesus tolonglah saya. Saya merasa begitu lelah. Jika Engkau adalah Tuhan, biarlah saya melihatMu.” Kemudian saya tertidur. Pada keesokan harinya, saya merasa haus, merasa lebih haus lagi untuk mendengar lagi mengenai Yesus Kristus.

Nomie – Pembela Islam menjadi Penyembah Yesus Kristus. Nomie, Defender of Islam becomes Ambassador of Christ – Pilih Yesus atau Muhammad. Shallom, begini isi kesaksian Nomie:

Saya lahir dalam keluarga dengan 5 saudara laki-laki dan 4 saduara perempuan. Adalah kewajiban saya untuk melindungi Islam. Untuk berjuang bagi Islam. Dan saya ingat apabila ada seorang Kristen yang bicara kepada diriku, maka saya menjadi pemimpin untuk melindungi Islam. Saya buktikan bahwa mereka adalah salah.

Dan saya ingat bahkan ketika saya berada di suatu negara dimana saya berada sekarang dimana pertama kali saya berjumpa dengan orang-orang Kristen. Orang-orang Kristen ini mengundang saya kedalam suatu acara pertemuan [retreat] mereka (saat itu saya masih memiliki keyakinan Islam).

Saya ingat pemuda-pemudi dari kalanganku mendorong saya untuk jadi pemimpin membela Islam dikarenakan saya mengerti bahasa Inggris lebih baik dari mereka. Mereka mengatakan, “Katakan kepada mereka. Katakan kepada mereka bahwa hal ini tidak benar. Lindungilah Islam”. Dan adalah tugas saya untuk membela Islam.

Hal ini hanyalah yang saya ketahui. Saya tidak mengetahui hal lainnya. Itulah kenapa saya berperang. Sampai saya menjadi seorang pemudi. Saya berpikir pada diri sendiri sebelum saya melakukan persis seperti apa yang dikatakan dan diinginkan keluargaku. Kemudian saya menjadi seorang pemudi.

Saya mulai berpikir, “Jika Tuhan itu dimana saja, mengapa kita harus menghadap ke Mekkah untuk berdoa [sembahyang] kepada Tuhan ?” Dan saya tidak mendapatkan jawaban. “Jika Quran adalah bahasa dari sorga, dapatkah saya berbicara kepada Tuhan dengan bahasa (bahasa Arab) yang Tuhan berikan ?”

“Dapatkah saya berbicara kepada Tuhan selain dengan menggunakan pengulangan kata setiap kali kita berdoa.” Saya ingin mengungkapkan isi hati kepada Tuhan. Saya ingin mengungkapkan tangisan saya kepada Tuhan.

Saudara laki-laki-ku masuk Kristen. Adalah keinginan dari ayahku untuk berkunjung ke negara dimana saya berada sekarang. Karena dia ingin saya menyelesaikan pendidkanku. Ketika saya tinggal bersama saudaraku itu dan saya berjumpa dengan teman-temannya yang mengadakan pertemuan untuk belajar Alkitab, mereka terlihat begitu bersuka-cita, begitu rilek dan mereka terlihat begitu bersuka-cita. Dan bagiku seakan-akan saya berada didalam kegelapan dan pada saat itu saya tidak tahu kenapa.

Akan tetapi saya berusaha berjuang bagi Islam. Kami mempunyai Jihad. Saya mencoba menjelaskan kepada orang-orang ini bahwa mereka salah. Mereka mengatakan bahwa Yesus itu adalah Anak Allah, jelas bahwa Allah itu tidak beranak. Disebabkan didalam pemahaman Islam, saya pikir jika Yesus adalah Anak Allah, itu berarti bahwa Allah turun kedunia dan menikahi Maria, dan kemudian menjadi Yesus. Dan pengetian itu bukanlah yang diajarkan didalam Islam dan kami tidak menerima hal itu.

Saya berusaha membuktikan kepada orang-orang ini dan Injil tidak murni lagi atau teleh berubah. Itulah pengertian yang saya pahami seumur hidup. Mereka katakan bahwa Yesus itu adalah Firman Tuhan, kalau begitu apakah Dia itu datang dan berbicara kepadamu ? Demikianlah saya berbincang [mempertahankan Islam] dengan mereka.

Ketika saya sedang sendirian, saya menanyakan kepada Tuhan, saya mulai bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, saya melihat sesuatu didalam orang-orang ini [orang-orang Kristen] yang saya inginkan, Jika orang-orang Kristen ini salah, mengapa saya merasakan hal seperti itu. Dan apabila Tuhan saya [Alloh SWT] benar mengapa saya tidak seperti mereka ?

Saya mulai merasakan keraguan, semakin dalam ikut didalam pertemuan mereka, semakin dalam saya menanyakan pertanyaan ‘untuk menampar wajah mereka’. Katakan kepada mereka bahwa Yesus keliru. Yesus hanyalah Utusan yang baik, itulah yang saya pahami sebagai seorang Muslim.

Pada saat saya mendengar mereka mengatakan Dia (Yesus) adalah Juruselamat, Yesus adalah sahabat, Yesus adalah Tuhan / Allah. Saya teringat pertama kali mendengar kata2 itu, terasa panas didalam tubuhku. Saya ingin melawan mereka semuanya, karena hal itu tidak benar. Hal itu bukanlah seperti yang dikatakan Muhammad.

Kemudian mulai saat itu saya mulai berpikir mengenai Muhammad dan Yesus. Saya mulai berpikir mengenai Quran. Ketika mereka mulai berbicara kepadaku mengenai Yesus Kristus. Kemudian saya kembali kepada Kitab Suciku yaitu Quran. Saya mulai membaca dan semakin saya mendalami saya terkejut dikarenakan kontradiksi [pertentangan2] didalamnya.

Saya berjuang dikarenakan pada saat saya mengetahui kebenaran pada waktu melakukan perbandingan antara Quran dan Injil. Hal itu membuat diriku terkejut. Keterkejutan kedua adalah pada saat mereka mengatakan kepada diriku bahwa saya keliru, dan saya tidak siap untuk dikatakan keliru. Dan saya tidak ingin keliru.

Saya ingin membuktikan kepada mereka bahwa mereka keliru. Pertentangan didalam diriku semakin memuncak, terasa didalam diriku seperti tercabik-cabik. Dan saya menginginkan orang-orang dari kaumku [umat Islam] menghentikan pergumulan didalam diriku. Terasa didalam diriku seperti kehausan.

Akan tetapi malangnya atau untungnya saya ingin mengatakan tidak mempunyai kepuasan atau rasa puas atau jawaban yang bisa membuat jiwa saya terpuaskan. Saya kembali dan saya katakan, “Saya akan mencari.” Kemudian saya berdoa, “Jika Engkau Tuhan-nya Muhammad, Jika Engkau adalah sanak famili dari Muhammad …

Jika Engkau adalah Bapa dari Isa Almasih, Yesus. Jika Engkau adalah Anak Allah, Yesus tolonglah saya. Saya merasa begitu lelah. Jika Engkau adalah Tuhan, biarlah saya melihatMu.” Kemudian saya tertidur. Pada keesokan harinya, saya merasa haus, merasa lebih haus lagi untuk mendengar lagi mengenai Yesus Kristus. Saat itu saya merasakan kedamaian.

Keesokan pagi itu saya mulai merasakan haus dan mulai menanyakan lagi kepada orang-orang Kristen. Tuhan mulai mengirimkan kepadaku jalur didalam hidupku kemanapun saya pergi. Saya merasakan adanya Tuhan dimana-mana, Dia mengikuti saya dimanapun saya berada. Orang2 Kristen itu mengatakan, “God Bless You.”

Saya menanyakan, “Siapakah Tuhan itu ?” Dan saya tahu Yesus mengatakan, “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup.” Dan saya menanyakan, “Bagaimana saya bisa menuju kepada Tuhan [Bapa].” Yesus mengatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku [Yesus], AnakNya.”

Saat itu adalah titik perubahan didalam hidup saya. Melihat Kasih. merasakan sukacita yang orang-orang [umat Kristen] ini miliki. Setelah saya menjadi seorang Kristen, saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Akankah saya menyembunyikan keyakinan saya ini ?

Ataukah saya berdiri menyuarakannya [iman / keyakinan baru ini],
dikarenakan saya telah belajar menyuarakan keyakinanku.” Saya berdiri menyuarakan keyakinan dan mendedikasikan hidupku didalam pekerjaan misi penginjilan. Saya mendedikasikan hidup saya bagi karya Kristus.

Untuk membantu masyarakat-ku [Muslim] belajar dan menerima sukacita. Sebab jika engkau menanyakan kepada saya, “Bagaimana kehidupanku berubah ?” Ooo … sebaiknya engkau tahu. Dahulu saya bekerja didalam organisasi politik, mencoba untuk berjuang bagi orang lain, mencoba untuk memahami beban orang lain. Menyuarakan dengan lantang semua nasehatku.

Akan tetapi Yesus datang kepadaku, nomer satu, memberikan kepada saya sukacita, jiwa dari seorang Kristen. Dan sukacita bagiku adalah menerima situasi bahkan pada saat saya mengalami masa-masa kegelapan didalam hidup saya, dan ada suatu harapan.

Ada sinar terang, yaitu bahwa Yesus bersama saya. Siapa yang ingin mengetahui kenapa hidup saya berubah ? Engkau sebaiknya mengenal siapa saya sebelumnya. Mungkin beberapa orang Kristen berkata, “Wanita ini tidak mungkin menjadi seorang Kristen.” Akan tetapi hari ini saya adalah pelayan Tuhan.

Sumber :

Muslimah Sholehah Tobat Jadi Penginjil – Nomie

Saya ingin berkata kepada orang-orang-ku, Umat Islam. Saya tahu setiap dari kita mungkin pernah melalui perjuangan seperti yang saya alami. Dan saya melalui itu semua.

Banyak dari kita mencari apa kebenaran itu. Siapakah Tuhan ? Banyak dari kita mungkin sendirian, kesepian, mungkin banyak dari kita yang mempunyai uang, kekuasaan, akan tetapi mempunyai kehampaan.

Sahabat-sahabatku … Yesus adalah jawaban. Dan jika engkau menginginkan kedamaian yang saya maksudkan, dan jika menginginkan sukacita, maka datanglah kepada Tuhan untuk memaafkan engkau.

Engkau tahu bahwa kita hidup didalam cara yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Dan untuk memulai hidup baru maka engkau bisa datang, berlutut dan berkata, “Tuhan tolong saya.”

Dikarenakan kita tidak pernah bisa membersihkan diri kita dari banyak perbuatan-perbuatan yang jahat dengan diri kita sendiri. Kita tidak akan bisa melakukan hal itu, akan tetapi Yesus dapat. Dia mati di kayu salib untuk engkau dan saya. Dia mati bagi semua orang yang berkata, “Tuhan tolong saya.” Maukah Engkau datang kepada-Nya ? Minta padaNya untuk memaafkanmu.

— Demikian kesaksian Nomie


  • (7) “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. – (Matius : 7:7-8).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – (Yohanes 8:32).
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman [Yesus] itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 8:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat menjalani hidup ini. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here