Pangeran ISIS Ketemu Yesus Bertobat Dibaptis – Muhammad

0
212

Saya ingin menceritakan sebuah kisah kepada Anda, Peter, koordinator pelaksana kami yang baru, dia mengatakan bahwa dia mendapat panggilan melalui telepon genggamnya yang kami tayangkan di Saluran kami.

Penggilan itu dari seorang pria yang bernama Muhammad. Dan Muhammad berkata, ‘Saya perlu bertemu dengan Anda.’ Dan biasanya orang kami akan mengatakan, ‘Itu bukan ide bagus. Mari kita bicara dulu di telepon.’ Tapi dia mengatakan bahwa Tuhan berkata, ‘Pergilah bertemu orang ini.’ Orang itu ternyata disebut sebagai Pangeran ISIS, seseorang yang mengambil sumpah anggota ISIS untuk setia sampai mati.

[Music]

Peter: “Pangeran ISIS adalah orang religius di ISIS dan mereka menganggapnya seperti seorang pemimpin yang mengajarkan Quran. Dia mengajar orang bagaimana menghafal Quran dan mengajak mereka untuk berjihad.”

Muhammad: “Saya tumbuh dengan radikalisme. Saya dibesarkan untuk membawa kembali Islam ke era Muhammad, era kekuasaan dan penaklukan. Kami mulai membentuk kelompok untuk membela negara dan Islam. Suatu hari seseorang bertanya mengapa saya seorang Muslim. Saya tidak memiliki jawaban. Saya mulai mencari di Qur’an, Hadis dan Sunnah. Saya ingin menemukan bukti dan petunjuk bahwa Allah SWT itu ada dan Islam itu benar. Saya tidak menemukan apa-apa.”

Peter: “Pangeran itu mendengar bahwa saya menginjili Muslim. Dia mendapatkan nomorku dan menelepon mengatakan bahwa dia ingin bertemu dan berbicara. Saya memiliki perasaan aneh bahwa dia berasal dari ISIS dan dia mungkin akan mencoba membunuhku. Tapi saya memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan melindungiku, karena dia memiliki alasan di balik pertemuan ini. Jadi saya membuat janji temu, tahu bahwa dia bisa saja mencoba membunuhku.”

Muhammad: “Ketika saya pergi ke Peter, saya takut, tapi saya ingin mencari kebenaran.”

Jadi dia pergi dan dia bertemu dengan Mohammad. Dia mengatakan bahwa Tuhan berbicara kepadanya saat itu. Dia berkata, “Jangan takut padanya.”

Peter: “Saya langsung berkata kepadanya. ‘Tuhan kami bukanlah Tuhanmu.’ ”

Muhammad: “Saat saya mendengarkan Peter, saya merasa kata-katanya sombong. Kata-kata Petrus telah membangunkan Muhammad, Muslim radikal. Karena kemarahanku, untuk sesaat, saya lupa mengapa saya datang ke Peter, tiba-tiba saya berpikir, “Bagaimana saya harus membunuhnya?”

Dia dengan berani memberitakan Injil kepada orang ini, pria berjenggot ini.

Peter: “Dia mulai menangis sementara saya memberitahunya kata-kata ini.”

Muhammad: “Apa yang membuatku menangis? Saya tidak tahu.”

Peter: “Saat dia menangis, saya meletakkan tanganku di bahunya dan mulai berdoa, lalu dia bangkit dan meninggalkanku, saya pikir dia tidak stabil.”

Mereka bertemu. Mereka berpisah. Dia menelepon lagi. Pria itu kembali datang sangat terguncang.

Muhammad: “Saya bermimpi, Peter datang kepadaku dan memberiku sebuah amplop putih yang meneteskan darah, darahnya harum seperti parfum. Ketika saya melihat darah itu saya takut, Peter berkata kepadaku, ‘Jangan takut.’ Lalu saya terbangun.
Kemudian Peter mengatakan kepadaku bahwa tanpa penumpahan darah maka tidak ada pengampunan dosa.”

Peter: “Pangeran itu bertanya, ‘Apa yang harus saya lakukan mendapatkan pengampunan?’ Saya menjawab, ‘Tuhan memberikannya kepadamu secara gratis, Anda hanya perlu menerimanya.’ Dan lambat laun saya mulai memuridkan dia.”

Jadi saat mereka bersama. Muhammad berkata, “Peter, saya memiliki sebuah pengakuan. Saya harus memberitahumu bahwa saat pertama kali saya bertemu denganmu, saya bermaksud membunuhmu, saya minta maaf.”

Kemudian dia menundukkan wajahnya dan dia bertobat.

Muhammad: “Saya mulai mengunjunginya secara teratur dan saya melihat kasih yang tidak ada dalam Islam.”

Peter: “Dia segera mulai berjalan dengan Tuhan.”

Dia mencukur janggutnya. Mengubah seluruh hidupnya.

Peter: “Lalu dia meminta untuk dibaptis.”

Muhammad: “Begitu saya keluar dari air, saya merasakan sebuah kemenangan dan sukacita yang tidak dapat saya gambarkan.”

Peter: “Dia sedang melakukan pembelajaran Alkitab bagi tiga orang Syria di wilayahnya.”

Muhammad: “Kitab yang benar menurutku adalah Alkitab, saya menemukan kebenaran di dalam Yesus Kristus, dan karena saya telah menyerahkan hidupku kepada Tuhan, saya yakin Dia tidak akan pernah meninggalkanku.”

Peter dan Muhammad – Saudara didalam Yesus Kristus.

— Demikian kesaksian ‘Pangeran ISIS’


  • Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. – (Matius 5:44).
  • Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. – (Matius 7:7).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).
  • Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – (Yohanes 14:27).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here