Muslimah Sunni Malaysia Masuk Kristen Yakin Yesus Tuhan – Hasnah

0
808

Yesus Kristus mengguncang duniaku. Saya menduga Dia juga mengguncang dunia saudara/i … [tepuk tangan] Ok. Saya berasal dari Malaysia. Saya dibesarkan di sebuah keluarga Muslim. Keluarga yang terdiri dari 12 anak. Ibu dan ayah lupa bahwa bumi sudah padat. Mereka punya anak setiap tahun. Di tengah jalan beristirahat. Satu tahun, mengandung lagi dan memiliki anak kembar.

Saya adalah anak perempuan tertua dan keluarga itu memiliki kakak laki-laki. Saya tumbuh dalam keluarga yang agak disfungsional. Saya yakin banyak dari saudara tahu artinya. Mama tinggal di rumah bersama kami dan ayah bekerja, yang sayangnya memiliki kebiasaan menyukai botol. Dia mencintai alkohol dan dia suka berjudi. Akibatnya, saya bertumbuh sebagian besar hidupku dalam kemiskinan. Sangat umum terjadi dalam keluarga alkoholik adalah terjadinya kekerasan. Karena bukan hanya kami kelaparan dalam sebagian besar hidup kami dan saya pribadi sebagai anak, kami juga menanggung kekerasan dari tangan ayah saya. Saya ingin saudara tahu bahwa saya mencintai ayah saya, tolong pahami itu …. [tepuk tangan].

Keadaan dalam hidupnya mungkin menciptakan situasi yang membuatnya terperangkap. Dan saya tidak membenarkan perilakunya. Tapi tumbuh dalam rantai dalam keluarga di mana kemiskinan berkuasa, saya mengalami berkali-kali bahwa Tuhan tidak menyukai saya atau mencintai saya. Tumbuh dengan agama yang mengajarkan bahwa Tuhan mengasihi orang-orang yang berbuat baik, Tuhan mengasihi mereka yang sholat lima kali sehari. Tuhan mencintai mereka yang membaca Quran, puasa selama bulan Ramadhan.

Ada perasaan dalam diri saya secara pribadi saat saya tumbuh di lingkungan dimana saya tidak dapat melakukan yang cukup untuk menyenangkan orang. Saya tidak bisa berbuat banyak untuk menyenangkan Tuhan. Seolah-olah ada timbangan besar ini saat saya sampai ke surga. Bahwa ketika perbuatan baik saya dan perbuatan buruk saya ditimbang. Saya takut perbuatan buruk di sebelah dari timbangan itu akan menang.

Tumbuh dalam keluarga di mana kita sering mengalami kekerasan, saya terkadang menjauh dari rumah. Saya sering berkumpul dengan teman. Saya belajar keras pada akhir tahun terakhir saya di SMA saya ditawari beasiswa untuk sekolah ke manapun di dunia yang saya inginkan. Saya sangat ingin pergi ke Inggris. Tapi mereka memberi saya beasiswa untuk kuliah di Manhattan Kansas di Kansas State University [tepuk tangan] …

Saya datang ke sini kuliah dan bertemu dengan empat orang yang segera mengubah hidup saya selamanya. Empat orang yang mengenalkan Yesus Kristus ke dalam duniaku dan mengguncangnya berkeping-keping … [tepuk tangan]. Salah satu dari orang-orang itu adalah seorang muda bernama Robin Wallner, Robin Cole sekarang. Seorang pelajar … Seorang pemimpin di InterVarsity Christian Fellowship. Saya katakan kepada saudara bahwa ada rencana pada masing-masing para pemimpin siswa ini tentang bagaimana mencari orang-orang yang membutuhkan Yesus. Mereka ditempatkan di tempat yang berbeda di kampus dan mereka bisa melihat seseorang yang membutuhkan Yesus dari jarak satu mil. Saya juga bertemu Sandy. Saya bertemu dengan seorang Kristen lahir baru, Brad. Saya katakan, jika saudara tidak ingin menjadi orang Kristen, itu adalah tipe orang yang saudara hindari [tepuk tangan]. Dan saya juga bertemu pria pirang bermata biru cantik dengan nama Tot Bird yang kemudian bicara untuk menikahi saya. [Tepuk tangan] …

Orang-orang ini mengatakan kepada saya bahwa mereka mengsihi saya. Mereka menunjukkan dalam tindakan mereka dan mereka menunjukkan dalam tanggapan mereka kepada saya ketika saya menolak mereka … ketika mereka mengatakan kepada saya bahwa Yesus adalah Tuhan. Mereka terus mengasihiku dan terus berteman denganku dan saya tertarik pada mereka. Akhirnya saya tertarik untuk lebih tahu tentang Tuhan mereka. Mereka mengatakan kepada saya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Mereka mengatakan kepada saya bahwa Yesus datang ke bumi dalam bentuk manusia, yang mengaku sebagai Tuhan. Bagaimana itu bisa terjadi ? tidak mungkin. Saya dibesarkan dalam agama yang mengatakan bahwa Dia bukan Tuhan. Mereka meminta saya untuk percaya kepada Alkitab. Bagaimana saya bisa percaya pada sebuah Kitab yang penuh dengan kesalahan ? Bagaimana saya bisa percaya pada Kitab yang ditulis oleh manusia ? Saya menolaknya dan saya menolak mereka tapi mereka tidak menolak saya. Mereka terus kembali dan mengasihi saya dan menerima saya. Dan saya berdebat dengan mereka.

Mereka bilang baik Hasnah … Mengapa kamu tidak menyelidiki dan mencari tahu apakah Alkitab ini benar ? Dan saya melakukannya. Saya membaca banyak buku. Mereka memberi saya banyak buku. Dan melalui membaca, saya tidak bisa menyangkal. Dan melalui penelitianku, saya menemukan bahwa Alkitab memang memiliki integritas. Dan Alkitab memang benar. Bahwa Alkitab adalah memang firman Tuhan. [Tepuk tangan] …

Dan sekarang saya harus berurusan dengan apa yang Alkitab katakan tentang siapa Yesus itu. Saudara tahu saya ingat suatu saat, di negara saya di Malaysia, di mana kami belum makan sepanjang hari, dan kami tidak tahu di mana ayah berada, dan saya bertanya-tanya di mana Tuhan berada. Dan saya ingat melihat ke langit dengan tinjuku mengepal, berteriak, berkata, ‘Tuhan dimana Engkau?’ Apakah Engkau peduli bahwa kami menderita di sini ? Dan mengingat bahwa satu-satunya jawaban yang diterima adalah keheningan yang mati. Dan saya perlahan dengan air mata mengalir di mataku berkata, ‘Saya rasa Engkau tidak terlalu peduli denganku, jadi saya rasa saya tidak membutuhkan Engkau.’ Dan secara fisik dan terlintas di dalam pikiranku, saya menempatkan Tuhan di laci dan saya membanting pintu-nya hingga tertutup. Dan memutuskan bahwa saya akan melakukannya sendiri karena Tuhan terlihat begitu jauh. Saya tidak bisa berhubungan dengan Tuhan.

Dan kemudian saya belajar dari temanku bahwa Kitab Suci mengatakan, Kitab ini yang memiliki integritas, mengatakan bahwa kita semua adalah orang berdosa. Saya tahu itu. Saya tidak sempurna. Saya adalah orang berdosa. Dan Kitab Suci terus mengatakan bahwa dosa kita, bahwa dosa saya telah memisahkan saya dari Tuhan. Karena upah dosa adalah maut, pemisahan dari Tuhan. Dan saya mengerti. Bahwa Tuhan yang jauh adalah pemisahan yang saya rasakan. Bagaimana saya bisa memperbaikinya? Bagaimana saya bisa memperbaiki itu ? Saya ingin mengenal Tuhan. Saya ingin tahu bahwa Dia mencintaiku. Saya terus berjuang dan teman-teman saya terus mengundang saya ke acara di mana Injil dipresentasikan.

Saya seorang gadis yang suka ke pesta. Dan yang harus mereka katakan adalah, ‘Hasta ada pesta di kampus. Kamu mau datang ?’ ‘Ya, saya datang.’ Jadi, suatu hari saya pergi dan saya masuk, bukan pesta, tidak juga berbohong. Itu adalah sebuah konser. David sedang ‘main-main’ hari itu. Mereka menempatkan saya tepat di tengah di depan. Jadi jika saya ingin pergi, saya tidak bisa. Saat istirahat, sandy mengeluarkan sebuah buklet kuning kecil. Apakah kamu tahu apa buklet itu ? Empat Hukum Kitab Suci. Dia mengatakan ini, ‘Hasnah, sudahkah kamu melihat buku ini ?’ Dan saya berkata, ‘Tidak, saya tidak tahu.’ ‘Maukah kamu … maukah kamu membacanya?’ Dan saya berniat sepenuhnya untuk membuangnya saat saya pergi malam itu dan saya melakukannya.

Mereka terus mengatakan kepada saya tentang Yesus. Mereka berkata, ‘Hasnah tahukah kamu bahwa Yesus berkata dalam Alkitab bahwa Ia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia?’ Jika kamu ingin mengetahui kebenaran, Jika kamu ingin bersama Tuhan maka Yesus adalah jawabannya. Akhirnya saya sangat kesal dengan mereka dan saya meminta mereka untuk tutup mulut dan menjauh dari saya, dan mereka melakukannya. Sebagai gantinya mereka memberi saya sebuah Alkitab. Mereka berkata, ‘Hasnah, maukah kamu membaca ini ? Maukah kamu tutup mulut tapi baca ini ?’ Dan mereka terus mendoakan saya ke dalam Kerajaan Allah. Saya menemukan itu kemudian hari.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku.

Source:

Muslimah Sunni Malaysia Masuk Kristen Yakin Yesus Tuhan – Hasnah

Sandy berdiri di tengah pertemuannya dan berkata, ‘Tolong doakan untuk teman Malaysia saya, Hannah.’ Dan mereka melakukannya. Dan saya sangat senang mereka melakukannya. Karena suatu malam jam 2:30 pagi saya mengeluarkan Alkitab itu karena hal itu mengganggu saya. Dan saya membacanya. Dan di dalam Alkitab itu saya menuju ke Yohanes 3:16. Dan dalam Yohanes 3:16, dikatakan, ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.’

Saya berlutut di lantai ruang tamu dan saya ingat ketika Yesus melihat Petrus dan berkata, ‘Petrus, menurutmu siapakah Aku?’ Dan Petrus berkata, ‘Engkau adalah Kristus’. Saya berlutut dan saya berkata, ‘Yesus Engkau adalah Tuhan dan saya membutuhkanMu, datanglah. Dan jadilah Tuhanku.’ Saya berdoa dan hidup saya berubah selamanya.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebagai kesimpulan, saya beri tahu, hal itu berdampak bagiku, keluarga saya, berdampak bagiku, teman-teman saya. Dan banyak orang memberitahu dan bertanya kepada saya sepanjang waktu, ‘Hasnah, apakah itu layak?’ ‘Sangat layak.’ Saya tidak berbicara dengan ayah saya lebih dari 20 tahun. Apakah itu berat ? ‘Sangat berat’. Tapi Tuhan berkata dalam firman-Nya, ‘Oh, rasakan dan lihatlah bahwa Aku baik.’ Dan teman-teman-ku, saya telah merasakan-Nya dan Dia memang sangat baik. Terima kasih.


  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. – (Yohanes 4:34).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – (Yohanes 8:32).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 8:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30).
  • Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, – (Yohanes 11:25).
  • Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. – (Yohanes 13:13).
  • Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. – (Yohanes 14:3).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persabahatan. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Milikilah semangat hidup hari ini dan selamanya yang dibungkus oleh Kasih. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here