Muslimah Penantang Tuhan Yesus Jadi Penginjil Iran – Padina

0
414

“Saya membenci orang Kristen. Saya senang ketika mendengar orang-orang Kristen dianiaya. Mereka selalu mengatakan kepada kami bahwa kalau kita membunuh seorang Kristen, kita mendapatkan tiket ke sorga. Saya berusaha keras untuk mengikuti setiap aturan didalam agama Islam.”


  • Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (Yohanes 6 : 37).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).
  • Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).

Kesaksian Padina – Yesus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Muslimah Fanatik Iran ikut Yesus jadi pemimpin gereja bawah tanah Iran. Shalom, begini kisahnya :

Padina adalah wanita Iran berlatar belakang Islam fundamentalis. Hidup berdua dengan ibunya yang sakit-sakitan. Sejak berusia empat tahun, dia sudah taat pada agamanya.

Setiap hari Padina bangun jam dua subuh untuk sholat. Selesai sholat, dia bekerja membersihkan dinding-dinding sekolahnya. Ketika salah mengucapkan kata saat mengaji, dia akan mengulanginya dari awal. Padina juga rajin mempelajari Al-Quran selama berjam-jam, hingga larut malam.

Padina : “Semasa saya kecil saya bersembahyang setiap hari. Sebelum saya ke sekolah, saya akan menghafal Al-Quran. Saya membenci orang Kristen. Saya senang ketika mendengar orang-orang Kristen dianiaya. Mereka selalu mengatakan kepada kami bahwa kalau kita membunuh seorang Kristen, kita mendapatkan tiket ke sorga. Saya berusaha keras untuk mengikuti setiap aturan didalam agama Islam. Jika saya salah dalam mengaji, maka saya akan berhenti ditengah sembahyang dan mengulang dari awal.”

Percobaan Bunuh Diri Akibat Depresi

Padina tumbuh menjadi Muslimah fanatik. Namun suatu hari dia berkata “Saya tidak pernah merasakan damai. Saya menangis berjam-jam menghadap Allah. Namun saya merasa jauh dari-Nya.” Hal itu membuatnya depresi dan putus-asa.

Padina : “Saya merasa sangat depresi dan ingin bunuh diri. Saya merasa jauh dari Alloh dan ibu saya sangat sakit dan sekarat. Saya berkata kepada ibu saya ‘Aku ingin bunuh diri.’ ”

Ibu Padina : “Jika kamu bunuh diri, maka kamu harus membunuh aku juga.”

Kemudian saya berkata : “Saya akan melakukan ini untuk ibu, dan kita akan mati bersama-sama.”

Tidak merasakan hadirat Allah, ibu sakit parah, membuat Padina depresi hingga ingin bunuh diri. Untuk bunuh diri, Padina dan ibunya berniat minum pil tidur serta menghirup gas dapur. Saat Padina mulai membuka gas, dia tersentak mendengar suara di televisi. Seorang pendeta berbicara di program satelit Kristen ilegal di luar Iran.

Pendeta itu berkata, “Mengapa kamu ingin bunuh diri malam ini? Allah kita sangat berkuasa. Ia dapat mengubah hidupmu. Berilah Yesus satu minggu!” ….. “Saudara/i sekalian, saya bersama denganmu malam ini, Tuhan mempunyai pesan khusus kepada dirimu malam ini. Jika kamu merasa tidak mempunyai harapan, depresi, dan berpikir untuk bunuh diri, Tuhan mengatakan ‘berhenti’, Dia mempunyai pengharapan dan masa depan bagi dirimu. Jika kamu berencana bunuh diri, maka berhenti dan hubungi aku.”

Catatan : kebetulan pembawa acara Kristen di televisi ilegal tersebut adalah Hormoz Shariat, seorang mantan Muslim yang sudah percaya kepada Isa Al-Masih atau Yesus Kristus.

Padina : “Saya berbicara kepadanya selama 1 jam. Saya katakan kepadanya bahwa saya ingin bunuh diri, tidak ada seorangpun yang dapat menghalangiku. Kemudian saya melihat ibu saya berbicara kepada pendeta itu dan dia bertobat ikut Yesus, dan melakukan doa keselamatan – bersama pendeta itu. Kemudian saya menjadi sangat marah.”

Adegan :

Padina : “Mengapa ibu melakukan ini ? Mengapa di akhir hidup ibu, ibu harus melakukan hal ini ? Sekarang ibu akan ke neraka.”

Ibu Padina : “Tolong-lah Padina mengerti ibu. Tolong bicara kepadanya mengenai Yesus itu.”
Padina : “Yesus tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak akan mempermalukan Mohammad dengan bicara kepada si kafir ini.”

Tetapi ibunya sepertinya tidak menghiraukan anaknya Padina, ibu Padina tetap memegang telepon sambil menangis dan bicara kepada si Pendeta tersebut. Akhirnya Padina mengambil telepon tersebut dan berbicara kepada Pendeta Hormoz Shariat (mantan Muslim.)

Penjelasan Pendeta Hormoz Shariat : “Ketika saya berbicara kepadanya, dia terasa dingin, dia sepertinya marah dan dia mengatakan kepadaku ‘Saya akan bunuh diri dan Yesusmu tidak bisa melakukan apa-apa mengenai hal ini.’ Setelah berargumen cukup lama dengan dirinya, saya tidak bisa mengubah pendiriannya (pendirian si Padina). Kamu sudah bicara sendiri bahwa Alloh tidak dapat melakukan sesuatupun terhadap dirimu. Berilah Yesus kesempatan selama 1 minggu.”

Menerima Yesus sebagai Juruselamat

Mendengar perkataan pendeta itu, Padina bermaksud ingin mempermalukan Tuhan Yesus. Dengan cara berpura-pura mengundang Yesus selama seminggu dalam hidupnya. Dengan demikian, dia akan menunjukkan bahwa kekristenan adalah agama sesat. Lalu dia akan bunuh diri di program tersebut dan mempermalukan Allah orang-orang kafir.

Penjelasan Pendeta Hormoz Shariat :
“Dia berkata ‘Baiklah, saya berdoa. Kemudian minggu depan pada saat-saat ini dan Yesus tidak melakukan apa-apa untukku. Saya akan menelpon secara live dan berbicara kepada banyak orang – Lihat saya sudah meminta bantuan Yesus selama satu minggu, tidak ada perubahan dan saya akan bunuh diri – dan saya akan bunuh diri secara live (on the air)’ ”

Padina : “Ketika pendeta itu memberikan tantangan tersebut, saya mengatakan kepada diriku ‘Ini adalah kesempatan baik untuk melayani Alloh, satu kesempatan terakhir sebelum aku melakukan bunuh diri.’ ”

Lalu Padina berdoa untuk keselamatan dengan pendeta tersebut. Tiba-tiba tubuhnya menjadi sangat panas. “Ketika kali kedua saya berkata ‘amin,’ saya merasakan damai sejahtera yang belum pernah saya rasakan sebelumnya,” ucap Padina.

Mengalami Mujizat dan Dipulihkan

Keesokan paginya, Padina terkejut ketika melihat ibunya. Tadinya sakit parah tetapi sekarang dapat bangun dan berjalan.

Padina : “Keesokan paginya, saya dibangunkan oleh suatu suara, saya melihat ibu saya bisa berjalan. Dan saya melihat ibu saya bisa berjalan dengan sempurna. Kemudian saya katakan kepada ibu saya untuk ke rumah sakit secepatnya. Dokter kemudian memeriksa darah dan MRI. Kemudian mereka mengatakan ‘Ini suatu keajaiban, tidak ada MS didalam tubuhnya.’ ”

Ketika Padina membawanya ke rumah sakit untuk periksa, dokter melihat darah yang normal dan MRI baik. Dokter berkata, “Ibu sudah sembuh. Inilah mujizat!”

Dokter : “Tidak ada kesalahan dalam pengecekan ini.” Kemudian dokter itu bertanya : “Kepada Iman yang mana kamu telah berdoa ?” Padina terdiam sejenak, kemudian dia berkata sambil tersenyum “Saya tidak berdoa kepada Iman manapun. mujizat ini berasal dari Isa Al-Masih. Saya sudah berdoa kepada-Nya,”. Pada saat Padina mengatakan hal itu, maka pada saat itulah Padina merasa menerima iman yang benar. Hatinya telah berubah. Dia berjanji kepada Isa untuk melayani-Nya sampai akhir nafas hidupnya.

Hari itu Padina dan ibunya keluar dari rumah sakit dengan iman yang baru, ada damai sukacita, dan pengharapan dari Yesus Kristus. Padina mempunyai kehidupan yang baru. Ia kemudian menjadi pimpinan dalam jaringan gereja bawah tanah Iran. Hari-harinya dihabiskan menceritakan Isa Al-Masih kepada siapa saja yang mau mendengarnya sampai detik ini.

Sebagai seorang Kristen, ia menghadapi kemungkinan dipenjara dan kematian setiap hari. Sebagai pemimpin di sebuah gereja bawah tanah, pemerintah Iran melihatnya sebagai kriminal yang sangat dicari.
—– Demikian Padina telah diubahkah oleh Yesus Kristus.


  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. – (Yohanes 4:34).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – (Yohanes 8:32).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 8:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30).
  • Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, – (Yohanes 11:25).
  • Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. – (Yohanes 13:13).
  • Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. – (Yohanes 14:3).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persabahatan. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Milikilah semangat hidup hari ini dan selamanya yang dibungkus oleh Kasih. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here