Muslimah India Mendengar Dan Melihat Tuhan Yesus – Sharon Sabina Natarajan

0
519

Saya melihat Seseorang berdiri di depan saya. Ada cahaya terang. Saya tidak bisa melihat wajah, tapi saya tahu dalam hati-ku segera tahu bahwa ini adalah Yesus. Tidak diragukan lagi bahwa Dia adalah Yesus.

Shalom, begini kisahnya:

Nama saya Sharon Sabina Natarajan. Sebagian besar hidup saya dibesarkan di Bombay. Saya tumbuh di keluarga non-Kristen. Jadi saya tidak mengenal pengajaran Kristen atau prinsip-prinsip Kristen atau apa saja tentang iman Kristen.

Saya berasal dari keluarga di mana pendidikan mendapatkan porsi penting dalam hidup. Dan semua orang sangat tinggi standar pendidikannya. Dari sisi ibu, mereka datang dari latar belakang Zamindar. Dan bahkan selama hari-hari itu baik anak perempuan dan anak laki-laki berpendidikan tinggi.

Ayah saya adalah seorang insinyur dan dia lulus sangat baik dari perguruan tinggi terkenal RUC. Dia memegang jabatan tinggi dalam perusahaan multinasional di Bombay. Anggota keluarga kami tidak banyak, hanya saya, saudari perempuan-ku, ayah, dan ibu.

Semenjak muda usia saya suka kreativitas. Jadi sangat tertarik dengan seni kreatif, belajar seni pertunjukan dan lulus dari ODC dalam seni lukis.

Ini adalah kehidupan awal saya, masa kecil-ku dan masa pertumbuhan. Masa remaja saya penuh dengan pertunjukan seni teater.

Seperti gadis biasa lainnya, pada usia saya, orang tua sangat mencintai dan mereka memberi saya semua yang mereka bisa dan banyak lagi. Saya tidak pernah kekurangan sesuatu dalam hidup.

Itulah bagaimana saya dibesarkan. Ayah saya ingin saya mengejar pendidikan teknis karena ia adalah seorang engineer meskipun saya saat di SMA melakukan semua pertunjukan tari, drama tari, teater, akting ke seluruh negeri.

Dia ingin saya menjadi insinyur. Jadi saya masuk ke perguruan tinggi yang sangat baik. Salah satu Perguruan Tinggi kelas atas di Poona, Perguruan Tinggi Teknik. Dan Teknik bukanlah kesukaanku, tapi saya hanya melakukan itu untuk membuat orang tua saya bahagia.

Dan saya mengejar teknik. Jadi saya pergi ke Puna untuk mengejar teknik. Saya juga melakukan secara paralel seni pertunjukan kelulusan saya. Ketika saya berada di Puna di semester kedua sesuatu terjadi yang mengubah seluruh hidup saya.

Saya masih ingat suatu hari di semester kedua saya, saya belajar … Saya punya kamar pribadi dan saya sedang belajar karena ujian tiba. Saya jelas ingat hari itu. Saya sedang menulis. Saya duduk di meja dan menulis di jurnal-ku. Saya telah mengunci kamar dari dalam karena ingin privasi dan tekanan ujian ada di kepala saya.

Tiba-tiba saya mendengar suara memanggil-ku untuk berdoa. Dan hal pertama yang saya lakukan adalah kembali dan melihat belakang. Dan ketika saya melakukan itu saya tidak melihat seorangpun. Dan hal kedua yang terjadi adalah rasa takut. Saya berpikir bahwa saya gila. Bagaimana saya bisa mendengar suara-suara. Saya berhalusinasi. Ada yang tidak beres dengan diri saya.

Jadi saya mencoba untuk mengabaikan suara itu dan mulai belajar lagi. Dan lagi suara itu memanggil saya untuk berdoa, menyebut nama saya untuk berdoa. Dan saya tidak bisa mengabaikan suara lagi dan dia terus datang di kepala saya. Seolah-olah semua di sekitar saya meminta saya untuk berdoa.

Saya melihat jam saya dan itu jam 01:13 sore dan saya menyadari bahwa selama saya bertumbuh, keluarga saya telah mengajarkanku agama mereka dan apa yang mereka ikuti. Dan saya terbiasa menjalankan agama, apapun yang orang tua saya ajarkan seperti ritual. Mereka mengajari saya bagaimana berdoa selama waktu yang ditetapkan selama tertentu satu hari. Dan ketika saya melihat jam saya pukul 1:30, saya menyadari bahwa waktu sholat telah berlalu. Dan saya tidak tahu bagaimana berdoa. Dan saya hanya bingung duduk di sana tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dan saya tidak bisa mengabaikan suara juga.

Saya menutup mata dan saya hanya duduk di sana. Dan saya berkata dalam hati-ku bahwa saya tidak tahu yang memanggil saya untuk berdoa, tapi jika ada Tuhan di dunia ini saya ingin melihat Engkau. Saya belum pernah melihat Engkau. Saya tidak tahu apakah ada Tuhan atau apakah tidak ada Tuhan. Tetapi jika ada Tuhan dan jika Dia nyata, saya ingin melihat Tuhan yang benar.

Saya hanya mengatakan dalam hati saya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya dengan mata tertutup, saya mendapatkan penglihatan. Saya melihat Seseorang berdiri di depan saya. Ada cahaya terang. Saya tidak bisa melihat wajah, tapi saya tahu dalam hati-ku segera tahu bahwa ini adalah Yesus. Tidak diragukan lagi bahwa Dia adalah Yesus. Dia tidak mengatakan bahwa Akulah Yesus atau tidak ditulis di mana saja bahwa Dia adalah Yesus. Saya hanya tahu bahwa Pribadi ini adalah Yesus.

Dan menit berikutnya saya bertekuk lutut. Saya mulai menangis. Ada begitu banyak Kasih yang keluar dari Pribadi yang berdiri di depan saya. Saya mulai menangis dan menangis dan saya tidak bisa menghentikan air mata saya.

Pada saat yang sama saya bisa melihat hati saya sendiri. Saya melihat begitu banyak bintik-bintik gelap, begitu banyak hal yang saya tidak pernah saya tahu saya miliki.

Saya melihat bahwa saya punya begitu banyak kebanggaan. Saya melihat bahwa saya merasa benar sendiri. Saya pikir hidup saya semuanya ok, tidak ada masalah dalam hidup saya. Tapi saya tidak pernah tahu bahwa begitu percaya diri, saya sangat egois.

Saya ingat berlutut menangis dan meminta bahwa saya tidak tahu siapa Engkau Yesus. Tapi saya tahu saya memerlukan Engkau didalam hidup saya. Dan saya terus menangis dan saya terus mengatakan hal itu.

Saya berada seperti itu untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian wujud di depan saya, Pribadi yang berdiri di depan saya, menghilang.

Saya membuka mata saya dan saya melihat jam saya dan itu pukul 2:15. Jadi saya menyadari selama 45 menit saya seperti itu, dalam posisi itu. Dan hal berikutnya yang terjadi padaku adalah rasa takut.

Saya merasa bahwa saya telah gila. Ada sesuatu yang benar-benar salah dengan saya. Saya berlari keluar dari kamar dan orang pertama yang muncul (nama yang muncul) di pikiran saya adalah salah satu gadis, bahwa diantara gadis-gadis di asrama, dialah satu-satunya gadis Kristen di seluruh asrama yang namanya muncul di pikiran saya. Dia dari departemen yang berbeda.

Jadi saya pergi ke kamarnya, saya membuka pintu, dan dia lagi tidur. Saya membangunkan dia dan saya bilang, ‘Kamu tahu sejak saya meminta Tuhan yang benar, saya melihat Yesus. Mengapa saya melihat Yesus ? Saya bukanlah seorang Kristen. Mengapa saya melihat Yesus ?’

Dan saya pikir dia punya takut melihat saya, karena mata saya merah, setelah menangis. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia memiliki sebuah Alkitab di mejanya. Dia memberi saya Alkitab itu dan dia mengatakan, ‘Bacalah Kitab ini. Jika Yesus ingin menunjukkan diri-Nya kepada-mu, maka Dia akan melakukannya.’

Jadi saya mengambil Alkitab yang diberikan temanku dan saya pergi ke kamar saya. Mulai jam 08:00, saya mulai membaca di malam hari dan saya bisa melanjutkan membaca sampai 3:00 di pagi hari. Saya terus membaca dan terus membaca. Saya tidak pernah membaca buku seperti ini dalam seluruh hidup saya.

Seakan setiap kata muncul keluar dari halaman dan berbicara kepada saya. Itu adalah Kitab yang hidup. Dan setelah itu saya bisa membacanya sampai jam 03:00 di pagi hari. Tiga hari berikutnya adalah seperti pertempuran dalam pikiran saya, seperti, ‘Mengapa saya melihat Yesus ? Siapakah Yesus ini ? Tidak ada seseorangpun yang datang dan mengatakan kepada saya tentang Yesus. Tidak ada seseorangpun telah men-cuci-otak-ku tentang Yesus. Saya bahkan tidak pernah ke Gereja.

Saya hanya tahu bahwa Yesus adalah Tuhan orang-orang Kristen. Hanya itu saja. Saya tidak memiliki teman Kristen atau saya tidak merasa perlu mengetahui Yesus atau pergi ke gereja sebelumnya.

Saya bahkan tidak pernah mencari Tuhan atau saya tidak pernah melalui sesuatupun. Lalu mengapa saya melihat Tuhan ? Mengapa saya melihat Yesus ?

Selama tiga hari pertempuran ini yang terjadi dalam pikiran saya. Ayah saya telah mengajarkan saya untuk selalu punya alasan untuk berpikir logis dalam memecahkan setiap masalah yang saya hadapi dalam hidup. itulah yang telah saya pelajari dan untuk hal semacam ini, suatu yang terjadi dalam hidupku, saya tidak punya alasan logis itu. Saya tidak bisa memutuskan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Dan apa yang harus saya lakukan dengan apa yang pernah saya lihat.

Jadi setelah tiga hari saya kembali ke teman saya. Saya mengatakan, ‘Saudari harus memberitahu saya tentang Yesus.’ Pada waktu itu dia membawaku ke pertemuan Siswa Internasional. Kemudian semenjak hari itu dan seterusnya saya mulai membaca Alkitab. Saya mulai mengetahui lebih banyak tentang Yesus dan Tuhan menjadi nyata bagi saya.

Dia tiba-tiba menjadi hidup dalam hidup saya. Saya bisa berhubungan dengan Tuhan ini. Saya bisa berhubungan, saya bisa berbicara dengan Dia. Saya bisa berdoa kepada-Nya bukan sebagai ritual tapi sangat pribadi.

Dia menjadi sangat pribadi dan saya menyadari bahwa jika ada Sang Pencipta, maka Sang Pencipta akan selalu ingin tahu ciptaan-Nya. Dia ingin terhubung dengan ciptaan-Nya dan itulah yang terjadi pada saya.

Saya terhubung ke Pencipta saya sejalan saya terus membaca Alkitab dan mengenal Yesus lebih dan lebih lagi. Saya mulai melihat hal-hal keseluruhan dengan cara berbeda.

Saya mulai saya tahu hal-hal seperti kasih sayang. Saya mulai memahami apa yang dinamakan kasih sayang, apa itu pengampunan, apa itu mengampuni. Hal-hal ini adalah baru. Saya tidak pernah tahu tentang hal-hal ini. Hidup saya berubah dan saya mulai melihat orang-orang dengan dengan cara yang berbeda.

Yesus menjadi teman saya dan saat hari berlalu … Saya tidak bisa menjelaskan perubahan ini kepada orang tua saya. Mereka tidak bisa mengerti pada awalnya. Butuh waktu lama bagi mereka untuk memahami.

Jadi ada saat yang datang dalam hidup saya di mana saya harus membuat pilihan karena orang tua saya tidak ingin saya mengikuti Yesus. Saya harus membuat pilihan apakah akan meninggalkan Yesus atau meninggalkan orang tua saya. Saya harus membuat pilihan yang sangat menyakitkan, yaitu meninggalkan orang tua saya.

Dan saya tahu itu akan terjadi untuk sementara waktu sampai mereka mampu memahami perubahan yang terjadi padaku. Dan mereka melihat perubahan ini tidak sesuatu yang eksternal. Perubahan ini bukan menjadi seperti seorang pertapa. Saya mulai berperilaku dengan cara yang berbeda. Perubahan itu terjadi dalam diriku yaitu saya tercerahkan dari kegelapan dan tiba-tiba saya melihat cahaya.

Itu adalah waktu yang sangat menyakitkan. Saya harus melalui dengan tidak memiliki hubungan apapun dengan orang tua saya. Akan Tetapi Yesus menyertai saya dan Dia menuntun langkah demi langkah dalam hidup saya. Saya pindah ke Chennai dari Bombay dan saya mulai bekerja di perusahaan biro iklan.

Dan saya mulai melakukan dengan sangat baik dalam biro iklan dan mulai menangani akun2 yang sangat besar dari perusahaan2 multinasional di biro iklan. Dan kemudian tiba-tiba pada tahun tertentu ada penurunan di iklan dunia dan sebagian besar perusahaan tutup.

Jadi saya harus meninggalkan perusahaan biro iklan saya dan saya mendapat pekerjaan di perusahaan lain. Dan selama waktu itu saya bekerja menangani akun2 besar di sektor publik. Jadi saya menemui klien saya dan saya mengatakan, ‘Pak, saya meninggalkan perusahaan biro iklan ini karena saya punya pekerjaan lain dan agen iklan ini tutup.’

Dan klien saya ini adalah salah satu perusahaan sektor publik terkemuka negara kami. Dan dia hanya menatapku dan dia berkata, ‘Saya sangat senang dengan pekerjaanmu dan saya ingin kamu untuk terus dengan kami.’ Dan saya hanya menatapnya kagum. Kemudian saya mengatakan, ‘Bagaimana saya bisa melanjutkan karena saya bahkan tidak … maksud saya, saya bekerja untuk seseorang dan perusahaan itu tutup, sehingga saya tidak dapat melanjutkan pekerjaan bagi bapak.’

Katanya, ‘Apa yang kamu butuhkan ? Kamu hanya membutuhkan sebuah nama untuk perusahaan dan saya akan memberikan seluruh akun sektor publik ini.’

Saya sangat kagum. Saya bahkan tidak berpikir bahwa saya harus melakukan sesuatu seperti itu. Dan itulah perjalanan saya dimulai dan saya memulai perusahaan sendiri, perusahaan periklanan.

Dan saya ingat saya mulai di sebuah toko jus. Saya biasa duduk di toko jus itu, melakukan semua rancangan saya, dan semua pekerjaan saya.

Dan saya terbiasa meminta pria di toko jus itu untuk memberikan jus setiap dua jam. Itulah bagaimana saya mulai dan ada tidak lagi melihat ke belakang.

Dan bahwa pekerjaan yang saya lakukan di sektor publik itu menjadi terkenal secara nasional. Perusahaan itu dihargai secara nasional. Dan dari sana dan seterusnya satu demi satu dan lebih banyak akun datang.

Saya punya kantor pribadi. Ada waktunya ketika saya memiliki sekitar 150 orang bekerja pada satu waktu. Dan dari di sana saya mulai perusahaan rancangan outsource dengan dua perusahaan Amerika lainnya | Wisconsin-Madison.

Dan melalui semua ini saya melihat bagaimana Tuhan Yesus membantu saya ketika saya harus meninggalkan keluarga saya, karena saya ingin mengikuti Yesus. Saya ingin mempercayai Yesus.

Pada waktu itu saya tidak punya apa-apa. Saya ditinggalkan. Saya hanya punya kualifikasi / kemampuan dan sendirian.

Dan dari tahap itu saya memulai perusahaan saya sendiri dan berkembang dari satu langkah ke langkah lainnya. Bagi saya itu hanya Yesus. Dikarenakan Dia, saya bisa melakukan ini. Dia membimbing saya melalui semua itu. Alkitab-ku menjadi Buku Harian-ku. Saya membaca Alkitab. Saya akan mendapatkan semua instruksi, inspirasi, motivasi dan semangat dari Alkitab. Kitab itu memberi saya harapan, hidup baru dan segala sesuatu tentang kehidupan saya temukan di Alkitab.

Dan itulah bagaimana saya melangkah dari satu tingkat ke tingkat lain. Akhirnya saya bersama dengan teman-teman-ku dan suami saya yang saya temui di Chennai, dimana saya menikah dengannya, pria yang luar biasa.

Sumber:

Wow ! Muslimah India Dengar & Lihat Tuhan Yesus
Sharon Sabina N

Saya kami memulai usaha pendidikan di Art dan Desain. Kami mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Seni dan Desain. Melihat ke belakang dalam hidup saya dan perjalanan yang saya saya lalui, saya hanya bisa melihat bagaimana Yesus membuat perbedaan baru dalam hidup saya dari saat hidup saya sebelum saya mengenal Yesus dan hidup saya setelah saya mengenal Yesus.

Saya menemukan tujuan hidup. Bukan berarti semua hal didalam hidup saya salah. Tetapi saat saya menemukan Yesus dan saya mulai mengenal-Nya, banyak hal berubah.

Saya punya tujuan hidup dan hidup tidak lagi tentang memiliki keluarga yang baik, pendidikan yang baik, seorang pembawa yang baik, pekerjaan yang baik, dan suatu hari meninggal. Kehidupan menurutku bukan seperti itu.

Bagi saya hidup itu memiliki tujuan dan makna. Saya memiliki visi yang bisa kuperjuangkan. Hal itu mengubah seluruh pandangan saya terhadap kehidupan. Dan saya menyadari bahwa Tuhan, Yesus adalah nyata. Dia bukanlah agama melainkan realitas bagi saya. Dan yang paling penting setelah 10 tahun, saya akhirnya didamaikan kembali dengan keluarga saya. Dan sekarang keluarga saya, ayah dan ibu saya, dan semua anggota keluarga saya, mereka menerima saya apa adanya.

Mereka melihat perubahan dalam diri-ku dan mereka menghargai saya karena saya apa adanya. Dan ini bisa terjadi hanya karena iman saya, karena iman saya dan keyakinan saya kepada Tuhan saya, yaitu Yesus Kristus.


  • Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. – (Filipi 4:13).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here