Muslim Sunni Ketemu Yesus Sadar Tertipu – ISA bukanlah Yesus – Husein

0
351

Selamat datang semua pemirsa kami di Amin TV. Namaku Husein. Dan saya sangat senang bisa bersamamu hari ini. Hari ini saya ingin berbagi dengan Saudara kesaksian saya tentang bagaimana saya mengetahui Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhanku dan Juruselamat saya.

Saya lahir di Amerika Serikat. Ayah saya orang Palestina, ibu saya berasal dari Brasil. Jadi ayah saya beragama Islam dan ibuku beragama Katolik. Ada kesepakatan yang dibuat antara keluarga saya, orang tua saya, ketika saya lahir bahwa saya akan dibesarkan sebagai seorang Muslim karena itulah agama ayah saya.

Saya dibesarkan di rumah kami. Saya adalah seorang Muslim. Kami hanya melakukan apa yang kebanyakan dilakukan orang Muslim di Barat yaitu tidak makan babi, tidak minum alkohol dan tentu saja saya tidak pernah pergi ke gereja. Satu-satunya saat saya pergi ke gereja yang saya ingat adalah pada sebuah acara pernikahan, ada cincin pernikahan yang dipegang pasangan muda. Itulah satu-satunya saat saya pergi ke gereja. Saya tidak diizinkan pergi ke gereja. Saya selalu bertanya-tanya tentang gereja meski saya beragama Islam, dibesarkan sebagai Muslim.

Saya selalu mencintai Yesus. Saya tahu Muslim mencintai Yesus, banyak umat Islam mengasihi Yesus. Saya ingat pernah menonton film “Ben Hur” dan saya ingat pernah menonton film yang berjudul “The Robe”, ini adalah film-film besar tentang adegan penyaliban Yesus.

Saya selalu terpesona oleh Yesus. Ada sesuatu tentang Yesus yang membuatku terpesona. Dulu saya selalu mengganggu ibuku untuk mencoba menceritakan kepadaku tentang Yesus, tetapi karena kesepakatan antara ibu dan ayahku, dia tidak biasa mengatakan kepada saya tentang Yesus dan saya terus mengganggunya.

Dan suatu hari ketika saya berusia sekitar 7 tahun, ibu mengizinkan saya membawa Alkitab dari perpustakaan umum dan saya membacanya. Saya ingat pernah duduk di sofa di rumahku saat berusia 7 tahun. Saya ingat bahwa itu adalah Injil Yohanes dan saya mulai membacanya. Saya hanya duduk di sana dan­ membacanya dari awal sampai akhir. Saya begitu lapar secara rohani dan saya sangat mencintai Yesus.

Saya ingat pernah melihat gambar diri-Nya menyembuhkan mata orang buta. Saya ingat gambar saat mereka mencambuk Dia dan mengatakan bahwa Dia adalah Raja orang Yahudi, menyalibkan Dia, darah menetes dan melihat Dia di kayu salib. Saya begitu tersentuh oleh hal itu, mengambil selembar kertas dan mengambil sebuah penggaris kemudian saya menggambar sebuah salib. Saya menggambar Yesus di kayu salib. Saya pergi dan menunjukkannya kepada ibuku. Dia berada di dapur dan kemudian dia berkata kepadaku bahwa ayahmu tidak akan menyukainya. Saya tahu ayahku tidak akan suka hal itu tapi saya tidak yakin kenapa.

Jadi saya tahu ada sesuatu yang berbeda mengenai keluargaku. Saya tidak terlalu yakin apa itu. Ayahku tidak terlalu banyak mengajariku tentang Islam, maksudku dia mengatakan kepadaku tentang bagaimana menyebut Allah SWT, terima kasih Tuhan dan sebagainya, tapi dia membawa kami ke masjid beberapa kali di San Francisco. Jika tidak maka saya tidak benar-benar tahu tentang Islam.

Tapi saat saya berusia 9 tahun, orang tuaku bercerai. Ketika orang tuaku bercerai, ayahku membawa kami ke Tanah Suci, ke negara dimana dia berasal, di Tepi Barat, di sebuah desa dekat Yerusalem. Dia membawa kami ke sana. Ketika saya pergi ke sana, saya ditempatkan di Madrasah, sekolah. Dan di sana saya mulai belajar Islam. Dulu kami terbiasa ada syekh yang akan datang ke sekolah kami yang mengajari kami tentang Islam. Mereka mengajari kami tentang Lailatul Qadar, itu adalah hal besar, yang mana anak-anak suka belajar tentang Lailatul Qadar. Ini adalah malam harapan dimana selama bulan Ramadhan jika Saudara meminta sesuatu, Tuhan akan memberikannya kepada Saudara dan segalanya. Saya masih anak kecil waktu itu.

Dan karena saya pernah tinggal di Amerika dan kemudian pindah ke Tanah Suci. Satu hal yang saya inginkan adalah taco karena saya melihat taco saat berada di sini. Saya suka taco. Tapi tidak ada taco. Jadi saya selalu bertanya saat Lailatul Qadar, yaitu malam berkah. Saya ingin meminta seratus taco tapi bagaimanapun, ya, Saudara harus bertahan sampai pukul dua pagi dan kemudian semuanya berubah. Saudara meminta apapun yang Saudara inginkan, dan seharusnya mendapatkannya. Tapi bagaimanapun hal itu tidak pernah terjadi.

Tapi saya menjadi sangat … seperti yang saya jelaskan saat membaca tentang Yesus, saya sangat lapar secara rohani. Saya begitu lapar secara rohani dan ketika saya ingin tahu tentang Yesus. Kemudian orang-orang Muslim mengajarkan kepada saya, karena desa saya adalah Muslim, mereka mengajari saya tentang Yesus Muslim atau ISA.

Mereka bilang, ISA adalah seorang nabi besar. Dia adalah seorang nabi yang sangat baik, sangat dihormati. Dia melakukan mukjizat. Dia lahir dari seorang perawan. Dia menyembuhkan mata orang buta. Dia membangkitkan orang mati. Dia tidak berdosa, dan semua hal hebat yang mereka ajarkan tentang ISA dan saya mempercayainya. Dan karena saya tidak begitu tahu banyak tentang Yesus yang sebenarnya (REAL JESUS). Ketika mereka bercerita tentang Yesus Muslim, saya menerima, saya katakan oke, saya menerimanya.

Setelah beberapa saat mereka menjelaskan bagiku. Mereka bilang tolong berhati-hati. Ada satu hal yang perlu kamu ketahui tentang Yesus. Dia berkata, “Dia bukan Anak Allah (Tuhan).” Dan ada dalam Quran, ini disebutkan dalam surat Al-Ikhlas yang sama sekali menjelaskan Yesus bukanlah Anak Allah (Tuhan). Dikatakan,

(1) – Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Esa” (2) – Allah SWT tempat kita (sekalian makhluk) bermohon. (3) – Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (4) – Dan tidak ada yang menyerupai-Nya.

Dikatakan bahwa Allah SWT adalah satu. Dia tidak berubah. Dia tidak lahir. Dia tidak melahirkan. Tidak ada yang setara dengan Dia. Inilah yang dikatakan quran. Maka saya diajarkan untuk mengikuti, jadi ada yang berbeda. Dan kemudian mereka mengatakan kepada saya, “Dia tidak mati”. Mereka mengatakan bahwa Yesus tidak mati. Mereka mengatakan bahwa ketika tentara datang untuk menangkap Yesus, Allah SWT membawa ISA ke surga dan membuat orang lain terlihat seperti ISA. Dan mereka mengajari saya itu, dan saya mempercayainya. Saya yakin 100% tentang hal itu. Saya sangat yakin. Saya sangat religius. Saya begitu lapar secara rohani. Saat mereka bercerita tentang Islam, saya mempercayainya.

Saya menjadi sangat berkomitmen. Saya menjadi Muslim paling religius di keluargaku. Maksudku, saya dikenal karena kesalehanku. Saya biasa menghafal Quran dan saya ingin kembali ke Barat. Saya ingin kembali ke Barat. Dan saya telah merencanakan bagaimana saya akan mulai berkhotbah kepada teman-temanku, teman-teman Amerikaku untuk memberitahu mereka tentang Muhammad. Saya akan mengatakan kepadanya, bahwa orang-orang Yahudi hanya menerima Musa. Dan orang Kristen menerima Musa dan Yesus. Tapi Muslim menerima Muhammad, Musa dan Yesus. Jadi setiap orang harus menjadi Muslim. Dan inilah yang saya inginkan … saya memiliki sedikit khotbah yang saya siapkan.

Dan saat saya berusia 12 tahun, kami kembali ke Amerika. Dan ketika kami kembali, saya masih beragama Islam, terus membaca Al-quran, terus melakukan apa yang saya pikir perlu saya lakukan. Dan saya sangat berkomitmen. Dan satu hal yang biasa saya lakukan adalah saya membenci agama Kristen. Saya tidak membenci Yesus tapi saya membenci agama Kristen. Dan satu hal yang akan saya lakukan setiap kali saya berjalan di dekat gereja, saya akan meludahinya, hanya untuk menunjukkan ketidaksopanan saya.

Dan ada sedikit hal, saya masih muda, berusia 12 tahun, seperti kapan pun saya melihat tiang telepon, karena ini adalah bentuk salib, saya akan berpaling karena itu adalah bentuk salib. Dan saya tidak ingin melihat salib. Dan saya memiliki kemarahan di dalam diri saya, kebencian akan kekristenan ini. Tidak semua Muslim melakukan itu, tidak semua Muslim melakukan itu, Tapi saya melakukan itu. Karena saya sangat ingin belajar tentang Islam.

Saya terus setia kepada Islam sampai saya berusia 15 tahun. Dan saat saya berumur 15 tahun, seperti saya bilang saya selalu mencintai Yesus. Dan bahkan sebagai seorang Muslim saya mencintai Yesus.

Dan suatu malam saya menonton sebuah program. Saat itu adalah Oral Roberts. Dia berkhotbah tentang Yesus, kebangkitan dan kematian Yesus, dan ketika dia berbicara, Saudara tahu bahwa saya tidak benar-benar memperhatikan apa yang dia katakan. Tapi saya sendirian di rumah dan saat dia berbicara …. Roh Tuhan … boooommm … Roh Tuhan mendatangiku. Saya menggambarkannya seperti itu karena sangat kuat. Rasanya seperti wow … Ini seperti … Saudara tahu … Alkitab mengatakan, Tuhan berkata di hari-hari terakhir, ‘Aku akan mencurahkan rohKu untuk semua manusia.’ Itulah yang terjadi.

Tuhan baru saja mencurahkan Roh Kudus kepadaku. Dan itu seperti semua keinginan dan kerinduan yang saya miliki bagi Yesus, bagi Tuhan dan sebuah hubungan dengan Tuhan telah terpuaskan pada saat itu. Dia mengisi hatiku. Dan Yesus ada di sana. Saya selalu ingat, saya menoleh dan ada Yesus. Dan saya tahu Dia ada di sana.

Dan ketika Yesus datang, saya tahu bahwa saya tahu Dia adalah Anak Allah. Saya tahu Dia adalah Anak Tuhan. Sebagai seorang Muslim saya menceritakan apa yang Quran katakan. Saya sudah memberitahumu apa yang orang Muslim ajarkan padaku. Tapi saat Dia datang dan Dia datang. Ketika Dia datang dan saya mengatakan ini karena Dia datang kepada beberapa dari Saudara.

Dia akan mendatangi beberapa dari Saudara. Beberapa dari Saudara. Dia sudah datang padamu. Ketika Dia datang, saya tahu Dia bukan hanya seorang nabi. Saya tahu bahwa Dia bukan hanya seorang nabi. Dia bukan hanya manusia. Dia adalah Tuhan. Dia adalah Tuhan. Dan Dia masuk. Dia memuaskan rasa lapar di dalam hidupku. Muslim sangat religius. Mereka sangat berkomitmen terhadap agama mereka. Mereka melakukan banyak hal untuk menyenangkan hati Allah SWT. Mereka lakukan. Mereka sangat tulus. Saya tahu karena saya dulu salah satu dari mereka. Tapi Saudara tahu, ada satu hal yang ingin saya katakan tentang waktuku dalam Islam.

Saya ingin mengatakan satu hal ini dan saya benar-benar ingin mengatakannya. Saya ingin ini benar-benar fokus. Dan saat itu hatiku sangat kosong. Saya melakukan hal-hal religius. Saya seorang religius. Saya mencoba melakukan hal yang baik. Saya membaca Al-quran dan saya mengatakan, ‘Allah SWT datanglah, tolong saya, berbuatlah sesuatu, penuhi diriku.’ Tapi hatiku sangat kosong. Hatiku sangat kosong. Dan itu adalah kekosongan yang menyakitkan.

Itu adalah kekosongan yang menyakitkan. Saya ingat kekosongan itu, rasanya seperti … seperti … Oh … sesuatu yang seharusnya ada dalam hidupku. Mengapa begitu kosong? Dan itu adalah kekosongan yang menyakitkan. Dan saya memusatkan perhatian pada hal ini, karena Tuhan telah menempatkan hati saya akhir-akhir ini.

Ada banyak dari Saudara yang tahu persis apa yang saya maksud. Saya bukan satu-satunya yang merasakan kekosongan yang menyakitkan ini. Saudara hidup hari ini. Saudara tidak mendengarkan saya secara tidak sengaja, karena Tuhan ingin datang dan mengisi kekosongan yang menyakitkan itu. Tidak ada yang bisa mengisinya, bukan uang, bukan recehan, bukan narkoba, bukan Ketenaran, bukan keberuntungan, bukan kekuasaan, bukan agama, bukan filsafat, bukan politik. Mereka menyukai politik. Mereka menyukai filsafat. Mereka menyukai puisi. Mereka mencintai agama. Mereka mencintai kata-kata. Mereka suka berbicara.

Ini membuat Saudara kosong dan saya pernah hidup dengan penderitaan yang menyedihkan ini … sengsara … kekosongan. Maksudku itu sangat sakit. Itu sangat menyakitkan tapi ketika Roh Kudus datang. Ketika Roh Kudus datang, Dia memenuhi kekosongan itu, Dia mengisi kekosongan itu. Seperti cawan ini, itu dibuat untuk diisi. Itu tidak dibuat untuk sekedar hiasan. Itu dibuat untuk memiliki sesuatu di dalamnya. Dan Saudara diciptakan untuk memiliki sesuatu dalam diri Saudara. Dan Saudara diciptakan … Alkitab mengatakan bahwa tubuh itu untuk Tuhan.

Saudara seharusnya dipenuhi dengan kehadiran Tuhan, tapi Saudara tidak bisa, karena dosa kita. Tuhan tidak bisa hidup di tempat yang tidak suci itu. Tetapi ketika darah Yesus datang, Ia membersihkan tempat itu, sehingga Roh Kudus dapat tinggal di sana. Dan ketika Dia datang, semua yang telah saya cari selama bertahun-tahun dalam Islam, sebagai seorang Muslim yang taat, saya mencari hubungan ini dengan Tuhan yang tidak pernah saya miliki. Tetapi saat Yesus datang. Saat Roh Kudus datang. Hati ini langsung puas. Seperti kata Yesus kepada wanita Samaria ini. Dia berkata, ‘Aku akan memberi kamu air. Jika kamu minum air ini, Kamu tidak akan pernah haus lagi.’ Dan saya memberitahu Saudara 38 tahun yang lalu Dia melakukan itu untuk saya.

Itu adalah sebuah keajaiban. Itu adalah keajaiban yang begitu kuat seperti yang Dia lakukan. Dia mendatangiku. Dia tidak melakukan itu untuk semua orang, tapi Dia melakukannya untukku. Saya tidak tahu kenapa. Saya tidak tahu mengapa Dia melakukannya seperti itu bagiku. Saya tidak tahu. Dia tidak melakukan itu untuk semua orang, tidak semua orang harus mengalaminya, sekuat itu. Tapi Saudara akan … Roh Kudus akan datang dan mengisi hati kosong Saudara.

Saudara tidak akan pernah terisi. Agama tidak akan mengisi Saudara. Muhammad tidak akan mengisi Saudara. Allah SWT di Islam tidak akan mengisi Saudara, tapi Yesus akan mengisi Saudara. Roh Kudus akan mengisi kekosongan itu. Dia akan memberimu hidup. Dia melakukannya untuk saya. Dia akan melakukannya untukmu Dan bagaimana ? Itu melalui televisi. Saya sedang menonton televisi, Roh Kudus tercurah padaku. Dan Saudara sedang menonton ini sekarang juga. Dia bisa mencurahkan RohNya kepada Saudara.

Saudara bisa meminta dan berkata, ‘Tuhan, saya memiliki kekosongan yang menyakitkan. Itu menyakitkan ya Tuhan. Itu menyakitkan. Ini sangat menyakitkan.’

Dan Dia akan datang dan mengisinya. Dia akan datang dan mengisinya. Dia melakukannya untukku. Saya tidak berbohong. Saya hidup dalam agama cukup lama. Agama tidak melakukan apa-apa bagiku. Ini membuat saya kosong dan menderita, tapi ketika Yesus datang, Dia memenuhi kekosongan itu. Dia melakukannya untukku. Dia akan melakukannya untukmu. Silahkan katakan,

‘Ya Tuhan, kekosongan itu sangat menyakitkan. Saya sudah mencoba begitu keras dengan banyak cara untuk mengisinya, dan saya menderita dan kosong. Datang dan isilah saya dengan Roh Kudus. Saya percaya bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk dosa-dosaku dan bahwa darah-Nya membersihkanku, maka Roh Kudus dapat hidup di dalamku. Maafkan saya atas dosa-dosaku. Saya berpaling dari dosa-dosaku. Saya ingin mengikuti Engkau setiap hari selama sisa hidupku. Terima kasih Yesus.’

Dan saya hanya ingin mengatakan bahwa saya adalah seorang Kristen. Saya bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan. Alkitab adalah Kitabku. Gereja adalah rumahku. Orang-orang beriman adalah saudara-saudaraku dan surga adalah rumahku.
— Demikian kesaksian Husein


  • Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. – (Matius 7:16-20).
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. – (Yohanes 4:34).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – (Yohanes 8:32).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 5:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30).
  • Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. – (Yohanes 13:13).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persabahatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here