Muslim Sakit AIDS/HIV Disembuhkan Yesus – Sheik Mohammed Amen

0
114

Pada suatu malam, ia mendapat sebuah penglihatan yakni dinding rumah sakit bercahaya dan Tuhan Yesus datang dan berpakaian seperti seorang dokter dan masuk ke kamarnya, kemudian berdiri disamping tempat tidurnya. Tuhan Yesus berkata kepadanya dengan penuh kasih, “Mohammed, bangunlah! !”. Sebagai seorang Muslim ia bingung, ia berpikir dalam keadaan sakit seperti ini bagaimana mungkin dia bisa bangun. Tuhan Yesus seakan mengetahui pikirannya dan mendekatinya serta menjamah bagian tubuhnya yang sakit. Saat itu ia merasakan kedamaian, sukacita dan kebahagiaan yang tak dapat dikatakan.

  • Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. (Kisah Para Rasul 3:16).

Ini adalah salah satu seri kesaksian dimana seorang Muslim yang taat kepada keyakinan-nya yang lama pada suatu saat menderita penyakit yang sepertinya tidak dapat disembuhkan. Lawatan Tuhan Yesus semacam ini banyak terjadi dikalangan umat Muslim. Amen.

Christian Broadcasting Network (CBN)

“Saya menjadi kerangka yang berjalan, rambutku hilang dan yang tersisa dari tubuhku adalah hidung dan gigi.”

Kesaksian Sheik Mohammed Amen. Muslim sakit AIDS/HIV disembuhkan Yesus. From Islam to Christ. Shalom, begini kisahnya :

Kesaksian ini mengisahkan tentang seorang pemuka agama yang bernama Sheik Mohammed Amen di Etiopia yang adalah anak petani beragama Muslim. Amen kecil dilahirkan di propinsi Juma di negara Ethiopia, ayahnya adalah seorang petani lokal. Amen kecil adalah penggembala sapi dan kambing.

Ketika Mohammed lahir, ibunya pernah berjanji agar Amen kecil menjadi pelayan Allah SWT, yaitu apabila dia mendapatkan anak laki-laki maka dia ingin anaknya mengabdikan dirinya seumur hidup kepada Allah SWT. Semenjak lahir Amen kecil tidak disekolahkan di sekolah reguler (seperti SD, SMP, atau SMA), tapi ia disekolahkan di sekolah agama, belajar Alquran dan menjadi seorang Imam (pemimpin sembahyang & pengkhotbah dalam agama Islam). Bahkan sewaktu Amen masih remaja mendapatkan beasiswa untuk mendalami Alquran di Arab Saudi. Didalam pengakuannya Amen merasa ada kegundahan didalam hatinya (kosong dan hampa akan kasih).

“Jauh didalam hatiku aku menyadari ada sesuatu yang penting hilang didalam hatiku, sesuatu itu adalah kedamaian.”

Sembilan tahun setelah menyelesaikan studi sebagai sarjana Islam, Amen kembali ke Etiopia. Ia menjadi imam di salah satu mesjid terbesar di Juma. Dua tahun kemudian, Amen menimba ilmu lagi di Sudan dan dalam setahun Amen kembali ke Etiopia. Secara misterius kesehatannya menurun drastis.

“Sebelumnya berat badan saya cukup banyak. Saya menjadi kerangka yang berjalan. Rambutku hilang dan yang tersisa dari tubuhku adalah hidung dan gigi. Sisa dari tubuhku yang lain perlahan-lahan menjadi rusak.”

“Saya menderita sakit yang luar biasa. Jiwaku terasa pedih dan sakit dari ujung kaki sampai kepala. Saya merasa kesakitan yang luar biasa.”

Selama bertahun-tahun ada satu rahasia yang ia sembunyikan, ia jatuh dalam dosa perzinahan dengan para pelacur. Meskipun ia adalah seorang pengajar agama yang disegani.

Amen berkata, “Secara pribadi saya adalah orang yang sangat berdosa.”

Pada saat di rumah sakit, keluarganya telah menyiapkan proses penguburannnya. Dokter mengatakan bahwa Amen hanya punya sedikit waktu untuk hidup. Akan tetapi, pada saat itu mujizat terjadi dalam hidupnya.

“Pada suatu malam, saya mendapat sebuah penglihatan yakni ruangan rumah sakit bercahaya terang dan Tuhan Yesus datang berpakaian seperti seorang dokter serta masuk ke kamarku, kemudian berdiri disamping tempat tidurku. Tuhan Yesus melihatku dan berkata dengan penuh kasih, ‘Mohammed, bangunlah!’. Sebagai seorang Muslim saya bingung. Saya berpikir bagaimana saya bisa bangun karena tidak ada kekuatan. Tuhan Yesus seakan mengetahui pikiranku dan mendekatiku serta menjamah bagian tubuhku yang sakit. Yesus memegang tanganku dan duduk di tempat tidurku. Saya merasakan perasaan yang sukar dikatakan. Saat itu saya merasakan sukacita, kedamaian, dan kebahagiaan.”

Pada saat itu Amen percaya bahwa dia telah sembuh dan yang paling menakjubkan lagi ia yang dulunya percaya bahwa Yesus hanya seorang utusan sekarang dia mengatakan :

“Sekarang saya percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Saya juga memutuskan untuk mengikutiNya.”

Mohammed Amen telah dirawat di rumah sakit selama 4 bulan 25 hari. Amen mengatakan bahwa seminggu setelah Yesus muncul kepadanya dia mulai berjalan kembali. Akan tetapi hal itu bukan semuanya, pemeriksaan penyakit HIV / AIDS sebelumnya menunjukkan bahwa dia positif menderita HIV / AIDS, dan ajaibnya pemeriksaan terbaru menunjukkan Mohammed Amen tidak lagi menderita HIV / AIDS. Secara Ajaib Sheik Mohammed Amen telah sembuh dari penyakit HIV / AIDS.

Sekarang sebagai penginjil sepenuhnya, Mohammed Amen mengabarkan kasih dan cinta Yesus kepada dirinya dan kisah mujizat yang dialaminya yakni kesembuhan dari penyakit HIV / AIDS di seluruh gereja dan desa di negara Ethiopia.

“Jika Tuhan Yesus tidak datang mengunjungi saya pada saat di tempat tidur rumah sakit dan menyentuh tubuhku dan jiwaku, pertama saya akan kehilangan kekekalan, kedua saya akan menderita selamanya. Akan tetapi Yesus memberikan kepadaku kesembuhan fisik, kehidupan abadi dan kedamaian kekal yang bisa saya pahami.”
—– Demikian Mohammed Amen menutup kesaksiannya …

Sumber :

Sheik Mohammed Amen Healing AIDS Testimony


  • (34) Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. (35) Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.(36) Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. – (Kisah Para Rasul 10:34-36).
  • Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. (Maleakhi 4:2).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap berusaha untuk berpikir sederhana. Kasihilah sesama manusia apapun keyakinannya. Tetap selalu semangat menjalani aktivitas hidup ini. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here