Muslim Ketemu Yesus Diajari Alkitab Selama 36 Jam – Faisal Malick

0
116

Saya lahir di Pakistan. Saya tumbuh sebagai seorang Muslim. Sepanjang hidupku diajar untuk mengikuti Allah SWT dan Muhammad adalah nabi terakhir islam. Saya diajari itu. Saya percaya bahwa ada 4 Kitab yang berasal dari surga tapi buku terakhirnya adalah Quran. Itu adalah wahyu terakhir. Dulu saya belajar Quran setelah sekolah selama 3-4 jam setiap hari. Karena keluargaku ingin saya mendarah daging dengan kebenaran dari apa yang kuyakini.

Dan satu hal yang saya ingat sebagai seorang Muslim adalah bahwa saya dibesarkan untuk menentang KeTuhanan Yesus. Quran berbicara tentang Yesus tapi kita tidak pernah bisa memanggilnya Anak Allah (Tuhan). Itu adalah penghujatan. Sebenarnya itu adalah dosa terbesar bagi setiap Muslim untuk mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah (Tuhan).

Begitulah saya dibesarkan dengan pola pikir itu. Saya dibesarkan dengan keinginan menjadi hamba Tuhan. Saya ingin taat kepada Tuhan. Saya ingin taat. Saya menginginkan kehendakNya bagi hidupku. Saya ingin mengenal, taat kepada-Nya dan tunduk kepada Allah SWT.

Ada harapan di hati setiap Muslim dan saya yakin bahwa saya akan masuk surga. Tapi saya pikir saya hanya bisa pergi ke surga melalui perbuatan baik. Jadi, saya berharap bahwa pada suatu hari Tuhan akan mengasihani saya. Tapi tidak ada jaminan nyata.

Dan satu hal yang saya ingat saat masih kecil duduk di sofa di ruang tamuku. Saya mungkin berusia 5-6 tahun dan saya ingat pernah berpikir siapa Tuhan itu. Saya bertanya-tanya apakah Engkau Tuhan yang baik? Betapa mudah saya bertanya di hati ini. Saya tidak memiliki jawaban saat itu. Tapi saya ingat berpikir seperti itu, ingin tahu lebih banyak tentang Tuhan atau Allah SWT, saya katakan sebagai seorang Muslim.

Saya ingin memiliki pendidikan tinggi dalam hidupku dan saya meninggalkan negara ini untuk tujuan Pendidikan. Kemudian saya terlibat dalam bisnis. Didalam bisnis beberapa orang yang menghubungkan saya dengan mereka kebanyakan adalah orang Kristen atau mereka percaya bahwa Yesus adalah anak Allah (Tuhan).

Saya tidak suka karena sebagai seorang muslim ini adalah sebuah konfrontasi terbuka. Saya pikir mereka tertipu dan Alkitab tidak akurat, sudah diubah. Saya ingat mengatakan bahwa Alkitab telah diubah, tidak akurat, tidak benar. Anda seharusnya tidak memanggil Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan). Itu adalah penghujatan. Dan di situlah perkenalan pertama kalinya saya dengan Yesus.

Beberapa orang yang saya ingat, mereka memiliki kedamaian dan tidak semuanya. Tapi beberapa dari mereka memiliki semacam kedamaian. Saya tahu bahwa mereka mempunyai kedamaian. Saya penasaran dengan hal itu. Tapi tidak cukup untuk menyelidiki. Saya lebih tertarik untuk mengatakan, “Ayo bawa orang-orang Kristen ini dan bantulah mereka mengetahui Al-Quran. Biarkan mereka menerima Islam dan tunduk kepada Allah SWT.” Itulah yang sedang saya coba lakukan.

Saya diajak ke … pertama saya diajak ke gereja. Dan saya berkata, “Tidak, saya tidak pergi ke gereja, saya seorang Muslim, jangan mengundang saya ke gereja, tapi Anda bisa datang ke masjid, jika Anda mau.” Kataku pada mereka.

Jadi kemudian mereka mengundangku, beberapa pengusaha Kristen mengundangku ke sebuah konferensi bisnis, di mana ada orang-orang sukses dalam pelatihan bisnis tentang bagaimana menjadi sukses dalam bisnis.

Jadi saya tahu bahwa saya menginginkan pendidikan. Saya ingin belajar bagaimana menjadi sukses, karena itulah saya mendapatkan lebih banyak pendidikan. Saya pergi ke konferensi ini dan mungkin dengan 20.000 orang di auditorium ini.

Dan pada hari Minggu pagi mereka menghentikan konferensi tersebut. Mereka melakukan ibadah. Mereka menyebutnya Ibadah Kristen, yang saya pikir hanya terjadi di gereja. Jadi, inilah sesuatu yang akan mereka lakukan yang saya tidak inginkan. Tapi seseorang berkata kepada saya, “Jika Anda datang ke ibadah ini, Anda bisa duduk di barisan depan. Dan saat Anda duduk di barisan depan setelah konferensi ini berakhir, Anda bisa tetap duduk disitu.” Saya ingat ini adalah konferensi bisnis.

Jadi itu ide bagus karena saya akan berada di sana. Kedua, mereka mengatakan siapa pun yang akan berbicara dia adalah pengusaha dan bukan pendeta, bukan semacam pemimpin agama. Dia hanya seorang pengusaha. Saya berpikir sebagai seorang Muslim, “Baiklah, tidak ada buruknya bisa mendengar seorang pengusaha.” Jadi saya pergi ke sana untuk mendapatkan kursi barisan depan. Dan orang ini bangkit dan hal pertama yang dia katakan adalah Yesus adalah Anak Allah (Tuhan).

Hal itu menyinggung saya sebagai seorang Muslim. Saya marah dan kemudian dia mengatakan tidak ada nama lain Anda bisa diselamatkan kecuali nama Yesus. Dan dia berkata jika Anda menolak Yesus, Anda akan masuk neraka. Saya sama sekali tidak menyukainya.

Tapi dia mengatakan satu hal lagi. Dia berkata jika Anda menerima Yesus maka Anda dijamin masuk surga dan menjalani kekekalan bersama Yesus.

Hal itu membuatku marah juga. Dan itulah awal saya mendengar tentang Yesus dan bagaimana mereka sangat berani membicarakan Dia. Ada yang lebih mengenai Yesus ini. Tapi saya pikir orang yang berbicara itu tertipu. Dan merupakan tanggung jawab saya sebagai seorang Muslim untuk berbicara kepadanya dan memperbaikinya. Karena saya pikir dia salah.

Maka dia mengundang orang-orang untuk datang ke depan di atas panggung. Pada dasarnya dia mengundang mereka untuk datang kepada Yesus. Saya tidak begitu mengerti, tapi saat dia memberi saya undangan, saya bangkit dan maju. Saya adalah salah satu orang pertama di sana karena saya pikir saya bisa berbicara dengan pria itu sekarang.

Tapi saat saya sampai di depan panggung, saya melihat ratusan orang mulai keluar dari lorong. Dan mereka mulai menuju ke depan. Maka saat saya sampai di depan, saya terjebak di depan panggung. Semua orang ini ada di sana. Secara harfiah sekitar tiga sampai lima ribu orang. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Kupikir mungkin sebaiknya saya pergi tapi saya tidak bisa. Saya terjebak.

Saya ingat pengusaha itu meneteskan air mata dan dia melihat semua orang. Dia berkata, “Saya ingin Anda mengulangi doa ini mengikuti saya.” Dia memulai doanya dengan mengatakan Yesus itu Anak Allah (Tuhan). Saya bilang tidak, saya tidak bisa mengatakan karena saya Muslim. Jadi saya mengucapkan doaku. Saya mengatakan jika mereka mengatakan hal seperti itu, maka saya akan mengatakan doa saya yang merupakan pernyataan iman seorang Muslim.

Saya mengatakan itu dan saya pergi dari sana. Dua teman Kristen saya mendatangiku dan mereka ingin memeluk saya. Mereka berkata, “Selamat.” Dan saya berkata, “Untuk apa?” Mereka berkata, “Anda telah menerima dan menjadi seorang Kristen.” Saya berkata, “Tidak, jangan pernah memanggil saya seorang Kristen, saya seorang Muslim.” Saya ingat pernah berkata pada mereka. Saya berkata, “Gunung-gunung bisa goyang, bumi bisa bergerak, tapi tidak ada di bumi ini yang bisa membuat saya mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah (Tuhan).”

Saya pergi ke konferensi lain, dan sekali lagi mereka mencadangkan saya sebuah kursi di barisan depan untuk hari Minggu pagi. Jadi saya pergi ke sana dan saya menyadari bahwa mereka memberi undangan setelah berbicara tentang Yesus sebagai jalan dan kebenaran dan hidup. Undangan mengajak orang ke depan itu lagi. Dan saya kembali ke depan, tapi saat itulah saya menyadari bahwa mereka berusaha untuk memenangkan orang-orang kepada Yesus.

Saya membuat keputusan sebagai seorang Muslim bahwa saya akan melakukan yang sama. Saya akan mengadakan pertemuan dan berkhotbah dari Quran. Kemudian memberikan undangan terbuka kepada orang-orang Kristen serta orang-orang lain untuk masuk Islam, terima Muhammad adalah nabi terakhir dan memeluk Islam serta tunduk kepada Allah SWT. Itulah yang ingin saya lakukan sebagai seorang Muslim. Tapi saya harus belajar bagaimana mereka melakukannya karena dalam bisnis saya diajar untuk belajar dari mereka yang sudah sukses. Tapi saya melihat mereka memiliki banyak hasil bagus. Saya ingin belajar apa yang mereka lakukan sehingga saya dapat belajar dan diintegrasikan dengan komunitas mereka serta dapat melakukannya untuk Islam. Dan begitulah semuanya dimulai.

Kemudian saya kembali ke konferensi lain. Saya pergi untuk memata-matai dan melihat bagaimana mereka melakukannya. Saya ingat mereka sedang melakukan dan berbicara tentang bagaimana Yesus adalah Anak Allah (Tuhan). Bagaimana orang yang percaya kepada Yesus atau bahkan memanggil namaNya akan menjadi anak-anak Tuhan. Mereka akan menerima hak untuk menjadi anak-anak Allah (Tuhan). Saya ingat mereka sedang membicarakan hal itu.

Kemudian pada akhirnya pengusaha ini meminta semua orang untuk berdiri, sekitar 20.000. Saya berdiri juga dan saya tahu sekarang bahwa dia akan memberikan undangan ini maju ke depan seperti biasanya. Dan saya tahu saya tidak perlu menanggapi karena sekarang saya tahu apa artinya.

Jadi sementara saya berdiri di sana, dia mulai mengajak orang maju ke depan. Tiba-tiba Tuhan yang hidup muncul. Ketika Tuhan datang, saya tahu dengan setiap urat diriku, rohku, jiwaku, tubuhku, bahwa saya berdiri di hadapan Tuhan Yang Mahatinggi. KehadiranNya berdiri tepat di depanku, melewatiku, mengepungku.

Saya merasa ‘disergap’ dan saya sendiri-an dengan Tuhan. Saya memiliki begitu banyak pertanyaan dalam pikiranku. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Mengapa Tuhan mewujudkan diriNya? Apa yang terjadi? Saya tidak pernah mengalami keagungan Tuhan. Tapi saya tahu bahwa saya berdiri di hadapanNya.

Dan saya mengajukan satu pertanyaan kepadaNya. Dan saya berkata … “Tuhan …” … sekerasnya dari hatiku.. Saya berkata, “Tuhan, apa yang Engkau lakukan di sini? Saya pikir mereka ini adalah orang-orang jahat?” Yang saya maksudkan adalah mengapa Tuhan menampakkan diri di antara orang-orang yang menghujat, dalam pemikiran saya … dengan menyembah Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan).

Jadi saat saya di depanNya, saya mendengar suara. Suara itu terdengar jelas. Saya mendengar suara ini berkata kepadaku, “Tidak, ini adalah anak-anakKu,” Dan Dia mengatakannya lagi, “Tidak, ini adalah anak-anakKu.” Dan ketiga kalinya, “Tidak, ini adalah anak-anakKu.”

Ketika Dia mengatakan itu, ada sesuatu jatuh dari mataku. Sekarang saya tahu dengan setiap urat diriku bahwa Yesus adalah Anak Allah (Tuhan). Itu adalah sebuah wahyu. Saya tidak hanya mempercayainya. Saya tahu itu. Sekarang saya harus merespon. Saya berjalan ke depan. Saya mengaku dengan mulutku bahwa Yesus adalah Anak Tuhan. Dia benar-benar lahir dari seorang perawan. Dia menumpahkan darah-Nya dan Dia mati di kayu salib.

Saya mengakui Dia bangkit dari kematian pada hari ketiga. Dan saya ingat pernah berkata, Saya berkata, “Yesus maukah Engkau masuk ke dalam hatiku? Maukah Engkau mengambil hatiku yang keras, maukah Engkau memberiku hati yang baru, agar saya dapat mengasihi Bapa seperti Engkau.”

Dalam pewahyuan ini saya tahu di dalam hatiku, bagian terdalam dari diriku, inti dari keberadaanku yang sudah mengenalMu oleh wahyu bahwa Yesus adalah Anak Tuhan.

Sekarang dalam pikiranku saya tidak mengerti bagian itu. Saya tidak mengerti bagaimana ini bisa terjadi karena pikiranku dilatih untuk menentangnya. Saya belum memiliki pemahaman tapi saya memiliki pewahyuan.

Setelah saya memahami siapa Yesus itu. Saya mengalami kelaparan dan keinginan untuk mengenal Dia serta memahami apa yang saya tahu di dalam hatiku menjadi kenyataan. Jadi saya mendapatkan sebuah Alkitab yang seseorang berikan padaku.

Jadi saya mulai membaca Firman ini. Saya membukanya dan saya membacanya sebanyak yang saya bisa setiap hari. Dan kemudian saya meletakkannya saat merasa lelah kemudian tidur. Tapi suatu pagi Roh Kudus datang ke tempat saya berada. Dan sungai dari Tuhan ini mulai mengalir dari atas kepalaku ke telapak kakiku selama tiga jam.

Dan saya mendengar sebuah suara. Saya mendengar kata-kata yang tidak pernah saya dengar sepanjang hidupku sebagai Muslim. Dan inilah yang kudengar, saya mendengar Bapa berbicara kepadaku. Dia berkata, “Aku mengasihimu nak. Aku mengasihimu nak.” Dia mengatakannya untuk yang ketiga kalinya, “Aku mengasihimu nak.”

Saya tidak pernah mendengar kata-kata itu sebagai seorang Muslim. Saya ingin semua orang menjadi hamba. Tapi Dia adalah Tuhan yang mengatakan … nak.

Dan ketika saya bangun dari lantai sekitar pukul 10.30, saya mengambil Alkitab. Ketika saya membukanya dan saya melihat halaman … secara harfiah satu halaman atau paragraf pada suatu saat akan berpindah dari halaman ke hatiku dan meledak. Dan saya mengerti dalam pikiranku.

Sekarang saya mengerti Firman yang ingin saya ketahui. Saya bisa belajar lebih banyak tentang Yesus dan tentang Tuhan. Dan tulisan suci ini mulai ditulis didalam hatiku. Dan selama 36 jam saya tidak meletakkan Alkitab. Saya tidak makan. Saya tidak minum. Tapi selama 36 jam saya membaca keseluruhan Alkitab.

Itu cepat. Saya melihat halaman melompat ke dalam hatiku. Saya mulai memiliki pemahaman dan saya menyadari bahwa Roh Tuhan yang menjadi penulis Kitab ini mulai menulis kata-kata ini di hatiku.

Saat itulah saya benar-benar mulai melihat perubahan. Sejak saat itu saya mengalami perubahan tertentu. Saya memiliki pemahaman. Seolah-olah itu adalah saya tenggelam dalam air kehidupan Kristen baru saya. Saya tidak mengerti bahwa saya akan menarik napas dan kemudian saya merasa saya tenggelam lagi karena keadaannya, tantangannya.

Tapi kemudian pada saat inilah saya mendapatkan wahyu ini dan saya mulai memahami Kitab Suci. Saya mulai seolah-olah secara simbolis seumpama berjalan di atas air. Dan saat itulah kehidupan mulai berubah. Dan setiap orang yang berhubungan dengan saya dalam hidupku, mereka datang kepada Yesus. Mereka datang kepada Yesus tidak segera, kadang-kadang … dua tahun … kadang tiga tahun … kadang segera.

Tapi saya mulai melihat kehidupan ini menyentuh hati orang-orang dan mereka mulai merespons Yesus. Melihat wahyu itu seperti kehidupan yang masuk ke dalam hati manusia. Cahaya adalah penerangan dari wahyu kehidupan di dalam hati kita yang masuk ke dalam pengertian kita, masuk ke dalam pikiran kita.

Itulah mengapa pria ini dengan nama Yohanes pernah berbicara tentang Yesus. Dan mengatakan bahwa di dalam Dia ada hidup dan dia adalah terang umat manusia.

Lihatlah kita memiliki kehidupan di dalam diri kita yang menjadi terang. Lihatlah banyak agama memiliki terang. Semua orang memiliki cahaya yang merupakan pengetahuan dan informasi tapi terang saja tidak cukup. Didalam Cahaya Tuhan yang membawa terang. Dan itulah bedanya saya ketika saya seorang muslim. Saya memiliki cahaya tapi cahaya di dalam diriku adalah kegelapan. Tapi sekarang saya memiliki kehidupan Yesus yang merupakan terang bagi manusia, termasuk saya dimana saya dapat melihat Dia sebagaimana adanya.

Tapi Anda tahu dibutuhkan Roh Tuhan yang Hidup untuk membuka mata kita.

Kepada saudaraku umat Muslim, apa yang saya akan katakan adalah : Bahwa ada tangisan yang terkubur jauh di dalam hati kamu dan Tuhan mendengarnya. Ismael yang merupakan orang yang diberi nama sebelum kelahiran oleh Tuhan yang berarti Tuhan mendengarnya. Dan Tuhan mendengar teriakan setiap umat Muslim.

Sekitar 1,5 miliar Muslim berada di padang gurun spiritual. Dimana tangisan itu telah dikubur dari ayah mereka, Ismael. Dan apa yang terjadi adalah Tuhan akan membangunkan dan menjawab teriakan hati umat Muslim. Dan menunjukkan pada mereka air kehidupan pada hati mereka yang haus. Dan biarkan mereka melihat air hidup ini yakni wajah Yesus. Sehingga mereka bisa mengenal Bapa yang mengasihi mereka. Dan membawa mereka sebagai orang-orang pada masa-masa ini kepada terang Yesus Kristus.

Dia tahu keinginan terdalam dan jeritan terdalam yang bahkan tidak diketahui oleh umat Muslim itu sendiri. Itulah tangisan yang ingin dijawab Bapa. Dan setiap Muslim tidak bisa hanya menjadi pelayan tapi memiliki kesempatan untuk mengenal Tuhan sebagai Bapa.

Jadi Bapa bisa memberi identitas, kehidupan. Dan satu-satunya cara untuk mengenal Bapa, Tuhan itu adalah Bapa. Satu-satunya cara untuk mengenal Tuhan sebagai Bapa adalah mengenal Yesus.

Yesus tidak hanya menjadi anak Tuhan tapi Dia lahir dari seorang perawan. Yesus adalah Firman Allah, yang bersama-sama dengan Allah sebelum semua ciptaan.

Dia adalah kurang lebih sama dengan yang Quran katakan. Dia adalah Firman yang menjadi daging. Dia berjalan dan ada di antara kita.

Yesus adalah Firman Hidup yang dikenal juga oleh umat Islam. Dan Firman ini adalah satu-satunya yang bisa memberi mereka hidup. Yesus adalah Firman yang sudah ada sebelum semua ciptaan ada.

Dia adalah Anak Allah karena Dia adalah firman yang keluar dari Bapa. Inilah yang akan saya katakan kepada umat Muslim, “Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu ada bersama Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Awalnya adalah penciptaan. Jika kita kembali ke sebelum penciptaan ada, yaitu saat Firman itu bersama Tuhan. Jika kita melangkah lebih jauh ke belakang ada saat ketika Firman itu ada di dalam Tuhan. Dan kemudian Firman itu keluar dari Tuhan. Dan karena itulah dikatakan: Dan Bapa memberi Anak satu-satuNya supaya kita yang percaya dan menerimaNya akan memiliki hidup yang kekal.

Yesaya 65, mengatakan, “Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku.”

Kemudian bagian selanjutnya dari ayat tersebut mengatakan, “Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku.”

Saya berasal dari negara Islam. Saya percaya bahwa Tuhan memiliki rencana untuk menjangkau orang-orang yang bahkan tidak mengenal Dia. Karena Dia menjadi teladan untuk mengenal mereka. Dan saya benar-benar percaya hal yang sama akan terjadi dengan orang-orang Muslim, rekan-rekan seperjuangan saya, akan menghadapi tabrakan dengan kemuliaan Yesus Kristus. Dan mereka akan membuka mata mereka secara supranatural. Mereka akan melihat Yesus seperti mereka belum pernah melihatNya sebelumnya.

Dan teriakan sangat dalam di setiap hati Muslim yang telah terkubur selama berabad-abad akan terbangun. Dan saat tangisan itu terbangun, saat tangisan itu keluar, kita akan melihat banyak orang. Kita akan mendengar suara orang-orang Muslim yang keluar dari padang gurun berbicara secara rohani ke dalam pewahyuan pribadi Yesus. Dan mereka akan memeluk sang Bapa. Mereka akan menemukan identitas. Mereka akan mencari tahu siapa mereka sebenarnya. Dan bagaimana Tuhan selalu mengasini mereka dan memiliki rencana bagi mereka serta bermaksud untuk mengungkapkan Yesus kepada mereka.
— Demikian kesaksian Faisal Malick


  • Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. – (Matius 7:16-20).
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. – (Yohanes 4:34).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – (Yohanes 8:32).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 5:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30).
  • Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. – (Yohanes 13:13).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persabahatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here