Kisah Muslim Inggris Jadi Penginjil (Wonderful Testimony) – Afsar Ahmed

1
626

Jika kita memiliki kasih seperti cara Yesus memiliki kasih. Dan jika kita berdoa untuk mereka seperti yang Yesus ingin kita mendoakan bagi mereka. Dan jika kita ambil bagian dalam panen yang Tuhan inginkan di kalangan umat Islam …

Shalom, this is the story:

Presenter: “Afsar Ahmed bersama kami hari ini. Mantan Muslim yang sekarang adalah pendeta bagi Yesus Kristus dan saudara memiliki cerita yang menakjubkan.”

Afsar Ahmed: “Terima kasih … terima kasih.”

Presenter: “Saya membaca semuanya dan itu benar-benar memikat hatiku. Ceritakan langkah-langkahnya dan betapa sulitnya dengan keluarga saudara di sepanjang perjalanan.”

Afsar Ahmed: “Ya, saya lahir dan dibesarkan di Inggris. Ibuku adalah seorang Kristen Inggris, ayahku berasal dari Pakistan. Dia adalah seorang Muslim. Saat mereka menikah, ayahku memaksa ibuku untuk menjadi seorang Muslim. Tapi sebagai tanggapan atas ini ibuku berdoa agar salah satu anaknya akan menjadi seorang Kristen. Jadi saya selalu memulai kesaksianku dari sana karena saya benar-benar percaya bahwa Tuhan menjawab doa itu. Saat bertumbuh, ayahku selalu memastikan dia membawa kami keluar dari sekolah dasar terutama saat Paskah dan Natal. Karena dia tidak ingin kami mendengar pesan yang berhubungan dengan kejadian ini, saudara tahu kan.”

Saat sekolah menengah saya membuat sebuah salib di sebuah bengkel logam, mengecatnya warna silver dan menyimpannya di sapu tanganku. Jika saudara bertanya kepada saya mengapa saya melakukan ini? Saya tidak tahu mengapa saya melakukannya. Dan koleksi lain yang saya miliki tentang Kekristenan adalah bahwa mereka memberi kami, sekolah tersebut, memberi kami Kitab Perjanjian Baru, sebuah Perjanjian Baru Gideon. Saya tidak membacanya tapi saya hanya melukiskan sebuah salib di bagian depannya dan saya menyimpannya di kamarku.

Beberapa tahun kemudian, ini menjadi sebuah masalah, karena orang tua saya ingin pindah ke Kanada. Dan ayahku sedang melihat-lihat barang-barangku untuk melihat apa yang dapat saya bawa dan dia menemukan Alkitab ini. Dan dia menjadi sangat marah dan saya melihat ketakutan di matanya dan saya bertanya-tanya mengapa. Jadi dia bertanya di mana saya mendapatkan Kitab Perjanjian Baru ini. Dan saya bilang dengan baik mereka memberikannya kepada kami di sekolah. Dan dia menyuruh saya membuangnya. Saya bilang tidak, saya ingin membawanya ke Kanada dan dia sangat marah. Saya melihat banyak ketakutan di matanya … Itu ironis. Karena ketakutan dan kemarahannya itu menjadi pemicu pencarianku akan Kekristenan.

Dan ketika kami sampai di sini, saya mulai bertemu dengan orang-orang Kristen. Saya mendapat masalah di Inggris dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya melihat ke atas kearah Tuhan. Dan saya memintanya untuk mengeluarkan saya dari masalah. Dan saya keluar dari masalah, dan untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, saya mulai mengucapkan Doa Bapa Kami saat mereka mengajar kami di sekolah.

Dan ketika saya datang ke sini saya mulai bertemu dengan orang-orang Kristen. Ketika saya berusia 15 tahun di tahun 1970-an dan pada masa itu orang-orang Kristen biasa memakai lencana … Saya tahu … Saya tidak tahu apakah saudara ingat itu.

Presenter: “Ya … Kampanye Kampus.”

Afsar Ahmed: “Ok, baiklah, saya tidak tahu itu. Tapi saya kira idenya adalah bahwa orang-orang yang tidak menaruh curiga akan bertanya kepada orang-orang Kristen ini dan mereka akan berhenti dan berbagi Injil. Jadi orang Kristen berbagi dengan saya bahwa saya dapat memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan melalui Yesus. Ketika saya mendengar, saya kaget karena sebagai seorang Muslim saya selalu diajarkan bahwa Allah SWT itu unik dan jauh. Dia tidak memiliki rekan kerja. Dia tidak memiliki pasangan.”

Presenter: “Dan tidak ada jaminan bagimu masuk surga?”

Afsar Ahmed: “Tidak ada jaminan.”

Presenter: “Hanya Allah SWT yang tahu.”

Afsar Ahmed: “Tepat. Dialah yang memutuskan siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka. Jadi saat mereka mengabarkan pesan Yesus kepadaku, saya menolaknya. Karena saya tidak percaya seseorang bisa memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan melalui Yesus. Maksudku, saudara memiliki hubungan yang sangat jauh dengan Allah SWT, tidak ada hubungan pribadi. Jadi saya menolaknya. Dan saudara laki-lakiku dan saya mengajukan permohonan, yakni program pertanian yang disponsori pemerintah, kami diterima bersamaan dengan sekitar 40 lainnya. Dan ….”

Presenter: “Di sinilah saudara bertemu dengan wanita muda itu?”

Afsar Ahmed: “Ya, tepat. Bagian dari persyaratan program ini adalah bahwa kita seharusnya pergi ke pertanian di akhir pekan, seminar akhir pekan, untuk mengajari kami beberapa hal tentang pertanian sehingga kita dapat membantu petani kita. Itu adalah program musim panas, jadi kami tinggal di peternakan selama musim panas. Dan pada seminar pertanian akhir pekan ini, saya bertemu dengan wanita yang sangat energik ini. Dia … maksudku, dia sangat bersemangat bagi Tuhan. Dan dia berbagi Injil denganku dan saya bilang, “Saya minta maaf, saya tidak dapat mempercayainya.” Dan dia terus berbagi bahkan selama pelajaran berlangsung. Dan saya berkata … pada suatu saat, saya katakan, “Kita tidak akan belajar banyak tentang pelajaran kita itu.” Tapi dia tetap saja membagikan Injil kepada saya.”

Jadi, sampai pada suata saat di mana dia berkata, “Ok.” Dia bilang, “Saya akan membuktikan kepadamu bahwa Tuhan saya adalah Tuhan yang sesungguhnya.” Saya tidak mengatakannya dan saya harus mengatakannya, saya tertarik dengan apa yang dia katakan. Jadi saya katakan, “Bagaimana kamu akan melakukan ini?” Dan dia berkata, “OK. Saya akan menunjukkan bagimu jawaban suatu doa berdasarkan hubungan pribadi saya dengan Tuhan.” Jadi saya bilang, “Apa doanya ?” Dan dia berkata, “Saya akan berdoa agar kamu pergi ke pertanian di mana mereka semua Kristen yang lahir baru.” Dan dia benar-benar mengatakan ini, katanya, “Dan … di mana kamu mendapatkan Injil mengalir ke tenggorokanmu pada bulan yang padat.”

Saya bilang, “Allah SWT tidak akan menjawab doa itu.” Saya marah. Saya berkata kepadanya, “Jika kita tidak memberitahu Allah SWT apa yang harus dilakukan. Dia memberitahu kita apa yang harus dilakukan.” Dia berkata, “Saya percaya bahwa Tuhan akan menjawab doa itu.”

Kami berdebat sampai kami meninggalkan seminar itu. Jadi saya pulang ke rumah dan saya mengemasi sebuah koper kecil, ayahku menurunkan saya dari peternakan ini, saya pergi ke pintu, saya mengetuk pintu dan ada pria Kanada kurus tinggi bernama Jerry ini. Seorang pria ramah yang membuka pintu. Dia baru saja akan mengenalkan dirinya saat saya melihat di belakangnya, yang saya pikir adalah lukisan Yesus, karena Pria di lukisan itu memiliki lingkaran cahaya di kepalanya. Jadi saat dia baru mau mengenalkan dirinya, saya bilang, “Tunggu.” Saya bertanya, “Apakah itu lukisan Yesus di belakangmu ?” Dan dia bilang, “Ya.” Jantungku mulai berdebar sedikit lebih cepat.

Jadi saya tanya, “Apakah saudara seorang Kristen yang penuh dengan cahaya atau semacamnya ?” Dan dia bilang, “Saya adalah orang Kristen yang lahir baru.” Jadi saya tanya, “Saudara punya keluarga ?” Dan dia bilang, “Saya punya istri dan tiga anak perempuan.” Dan saya tanya, “Apakah istri saudara lahir baru ?” Dan dia bilang, “Ya.” Dan saya tanya, “Putri nomor satu?” Dan dia berkata, “Dia adalah seorang Kristen yang lahir baru.” Saya tanya, “Putri nomor dua ?” Dan dia berkata, “Dia adalah seorang Kristen yang lahir baru.” Dan kemudian dia berkata, “… putri …” Dan saya bilang, “… jangan beritahu saya anak perempuan nomor tiga adalah orang Kristen yang lahir baru.” Dan dia bilang, “Kita semua orang Kristen lahir baru di rumah ini.”

Dan maksudku … Saya merasa kewalahan, sulit untuk menjelaskan bagaimana perasaanku, karena saya merasa kewalahan, saya merasa segan. Dan pada saat yang sama saya tidak habis pikir bagaimana gadis berusia 16 tahun ini bisa berdoa kepada Allah SWT dan Allah SWT menjawab sebuah doa. Saya belum pernah mendengar hal ini sebelumnya dalam Islam. Jadi akibat positif hal itu adalah membuka hatiku tentang apa Jerry harus bagi denganku, pesan yang dia miliki. Pesan yang dia percaya. Pesan yang dia jalani. Dan saya pikir selama musim panas, dia memenangkan saya dengan dua hal.

Pertama, kasihnya, dia memiliki kasih yang belum pernah saya lihat dalam Islam sebelumnya. Itu lembut. Itu sabar. Dia pemaaf. Dia baik dan selama musim panas kasihya … Kasih Tuhan bersinar melalui hatinya … melalui matanya …. melalui kata-katanya … melalui perilakunya. Itu sangat indah. Sejujurnya saya katakan bahwa dia pria yang baik, pria yang sangat ramah.

Presenter: “Dia masih hidup ?”

Afser: “Dia masih hidup. Saya baru melihatnya seminggu yang lalu. Dia tinggal di Danville.”

Presenter: “Betapa indahnya.”

Afser: “Seorang pria ramah bernama Gerald Bruce Emma. Saya menganggap dia sebagai ayah spiritual saya dalam iman. Kemudian saya pikir dia juga memenangkan saya dengan konsistensinya. Dia menjalankan apa yang dia kotbahkan.”

Dia adalah apa yang kita sebut artikel asli di Inggris. Dia konsisten, Dia hampir menyerupai contoh praktis dari Kitab Suci, contoh hidup dari Firman itu. Dia benar-benar … dalam hal apa yang James katakan, dia adalah pelaku firman, dan bukan hanya mendengar saja.

Presenter: “Saya memberi tahu istri saya tentang cerita saudara. Saya sangat terkesan dengan hal itu dan ini mengingatkan saya bagaimana kita harus menjadi saksi.”

Afsar: “Ya”

Presenter: “Tapi saya ingin berbicara tentang apa yang benar-benar mengganggu saya adalah karena sepertinya terlalu banyak orang Kristen tidak menunjukkan kasih kepada umat Islam. Dan mereka … mereka salah menanggapi gambaran banyak muslim … ”

Afsar: “Ya.”

Presenter: “Seperti yang kita tahu bahwa unsur jihad adalah … adalah sekeping kecil.”

Presenter: “Beritahu kami bagaimana bersaksi bagi umat Islam dan mengasihi mereka.”

Afsar Ahmed: “Ya, maksudku … pikiranku kembali ke Matius 9 dimana Yesus melihat orang banyak dan Dia memiliki belas kasihan kepada mereka karena mereka tidak berdaya seperti domba tanpa gembala. Saya pikir … Saya akan menyarankan agar kita pertama-tama perlu melihat cara Yesus melihat bahwa mereka tidak berdaya. Mereka mungkin takut akan Tuhan. Mereka mungkin menyembah Tuhan. Mereka mungkin sepenuhnya berdedikasi bagi Tuhan. Tapi perbedaannya adalah karena mereka tidak mengenal Tuhan secara pribadi. Mereka tidak memiliki Yesus dan itu … itu membuat semua perbedaan di dunia ini. Jadi saya akan mengatakan pertama-tama bagi kita adalah melihat cara yang Yesus lihat. Bahwa Dia melihat orang-orang yang Dia cintai.”

Dalam Perjanjian Lama kita melihat bahwa Tuhan memiliki belas kasihan atas orang-orang brutal yang disebut orang Asyur, namun Jonah ditugaskan untuk mendatangi mereka.

Presenter : “Itu benar.”

Afser: “Dan sekarang waktu berlalu misionaris telah pergi ke negara-negara Asia dan Afrika. Tapi sekarang umat Islam ada di sini dan kita mempunyai tuaian, kita sebenarnya bisa menuai. Jika kita melihat cara pandang Yesus itu. Jika kita memiliki belas kasihan seperti cara Yesus memiliki belas kasihan. Dan jika kita berdoa untuk mereka seperti yang Yesus inginkan bagi kita untuk berdoa bagi mereka. Dan jika kita ambil bagian dalam menuai yang Tuhan inginkan di kalangan umat Islam …”

Presenter: “Yah … kita hanya punya waktu tersisa sebentar. Ayahmu ? Dimana dia sekarang ?”

Afsar Ahmed: “Dia tinggal di Amerika Serikat.”

Presenter: “Dan bagaimana dengan keluargamu? Apakah mereka ada di antara mereka yang datang?”

Sumber:

Very touching testimony of how a Muslim became a Christian Minister

Afsar: “Tidak. Ibuku memiliki keyakinan tapi ayahku adalah seorang Muslim. Saya memiliki saudara kembar, yang juga seorang Muslim.”

Presenter: “Dan engkau berdoa untuk mereka?”

Afsar Ahmed: “Ya, saya berdoa bagi mereka.”

Presenter: “Afsar, kesaksian saudara benar-benar menyentuh hatiku.”

Afsar Ahmed: “Saya bersyukur kepada Tuhan atas anugerahNya dalam hidup saya. Saya memberinya penghargaan seratus persen. Seratus persen kemuliaan karena Dialah yang telah datang ke saya.”

Presenter: “Saudara seorang pendeta / penginjil di Inggris?”

Afsar Ahmed: “Saya adalah pekerja jangkauan, jadi untuk Metodis di Buckinghamshire. Dan saya membantu dua gereja tumbuh di dalam Tuhan.”

Presenter: “Baiklah, kami bersyukur bahwa saudara datang hari ini dan kami akan terus berdoa bagi saudara Afsar dan seluruh keluarga saudara.”

Afsar Ahmed: “Terima kasih banyak telah menerimaku.”
— Demikian kesaksian Afsar Ahmed …


  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).
  • Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – (Yohanes 14:27).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here