HOROR – “Kisah Cinta” Rasulullah dan Shafiyah (Wanita Yahudi) – Ismaeel

0
179

Muslim yang terhormat diharap mengerti bahwa saya tidak menyerang Muhamad atau Muslim. Dalam video ini saya hanya akan membaca sumber-sumber Islam dan kemudian mengajukan beberapa pertanyaan singkat kepada Anda untuk dipikirkan dan untuk Anda jawab.

Dalam video saya sebelumnya yang berjudul, “Mengapa saya meninggalkan Islam?”, Saya memberikan contoh ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Muhammad yang secara mengejutkan tidak bermoral. Saya menunjukkan bahwa sumber-sumber Islam mengizinkan tentara Muslim untuk menangkap wanita non-Muslim di masa perang. Para wanita ini sudah menikah dan suami non-muslim mereka masih hidup.

Para prajurit tentara Muslim ingin berhubungan seks dengan perempuan-perempuan ini, sehingga Al-Quran dan Muhammad memenuhi keinginan mereka dengan memaksa perceraian pada para wanita yang telah menikah dan lemah yang tertangkap. Apa hasil akhir dari perceraian ilegal seperti itu? Nah, tentara Muslim kemudian diberi “lampu hijau” untuk menikahi wanita-wanita ini dan melakukan hubungan seksual dengan mereka.

Sekarang kita tahu apa yang Muhammad ajarkan dan mengijinkan para prajurit muslimnya untuk menikahi wanita tawanan. Mari kita cari tahu apa yang Muhammad sendiri lakukan pada wanita seperti itu dalam situasi yang sama.

Mari kita lihat sumber-sumber Islam dan berbicara tentang pernikahan Muhammad dengan tawanan perang wanita Yahudi, yang dia beli melalui perdagangan budak. Namanya Shafiyah (Safiyya) dan dia sudah menikah dengan seorang pria Yahudi bernama Kinana.

Kita akan melihat bahwa salah satu alasan mengapa Muhammad menikahi Shafiyah (Safiyya) adalah karena dia sangat menarik secara seksual. Selain itu, beberapa riwayat mengatakan bahwa dia adalah putri seorang pemimpin suku Yahudi yang penting.

Dalam Sahih Al-Bukhari vol 3 hadis nomor 2235 diriwayatkan Anas bin Malik: “Nabi datang ke Khaibar dan ketika Allah SWT membuatnya menang dan ia menaklukkan kota dengan menembus pertahanan musuh, kemolekan Safiyya binti Huyai bin Akhtab diceritakan kepada Muhammad. Suaminya telah terbunuh saat dia masih pengantin. Muhammad utusan Allah SWT memilihnya bagi dirinya sendiri.”

Sekarang Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana suami Sophia terbunuh. Yah, tidak masuk akal dan mengejutkan seperti berikut.

Muhammad menyuruh agar suaminya, Kinana, disiksa secara brutal dengan menggunakan api dan kemudian dia dipenggal. Muhammad menikahi dia (Safiyya) tak lama kemudian. Jadi untuk menambah penghinaan terhadap luka batin, Muhammad tidak hanya mengambil nyawa pria ini dan mengawini istrinya, tetapi dia juga mengambil kekayaan pria Yahudi ini. Seperti yang kita baca dalam buku yang disebut Sirat Rasul Allah atau biografi Rasulullah oleh Ibn Ishaq dan halaman 514 dan 515 dimulai dari bagian bawah kita membaca:

Sirat Rasul Allah by ibn ishaq pdf

Ketika rasul (Muhammad) telah menaklukkan al-Qamus, benteng Ibn Abu’l Huqayg, Safiyya yang merupakan putri Huyai bin Akhtab dibawa kepadanya bersama dengan wanita lain.

Safiyya binti Huyai bin Akhtab

Bilal yang membawa mereka, membiarkan mereka melewati orang-orang Yahudi yang terbunuh. Dan ketika wanita yang bersama Safiyya melihat mereka, dia menjerit dan menampar wajahnya dan menuangkan debu ke kepalanya. Ketika rasul (Muhammad) melihatnya, dia berkata, bawa wanita iblis ini menjauh dariku.

Dia memberi perintah agar Safiyya ditempatkan di belakangnya dan melemparkan mantelnya di atasnya sehingga orang-orang Muslim tahu bahwa dia telah memilih Safiyya bagi dirinya sendiri.

Jika Anda membaca beberapa baris di bawahnya, tertulis tentang Safiyya, “dia adalah istri dari Kinana ibn al-Rabi’ ibn Abu’l-Haqayq.”

Sekarang mari kita lanjutkan membaca di mana dijelaskan sisa urusan Kaibar, “Kinana ibn al-Rabi”, yang memiliki hak asuh bendahara Banu Al-Nadir, dibawa kepada rasul yang bertanya kepadanya tentang hal itu.

Dia membantah bahwa dia tahu di mana itu. Seorang Yahudi mendatangi sang rasul dan mengatakan bahwa dia telah melihat Kinana berkeliling di sekitar reruntuhan tertentu lebih awal setiap pagi.

Ketika rasul (Muhammad) berkata kepada Kinana, “Apakah kamu tahu bahwa jika kami menemukan kamu memilikinya, aku akan membunuhmu?”

Dia bilang, “ya”. Rasul memberi perintah bahwa reruntuhan itu harus digali dan harta benda ditemukan. Ketika dia bertanya kepadanya tentang sisanya, dia menolak untuk menjelaskan. Jadi rasul (Muhammad) memberi perintah untuk … “menyiksa dia sampai mendapatkan apa yang dia miliki.”

Jadi dia menyalakan api dengan batu dan baja di dadanya sampai dia hampir mati. Kemudian rasul (Muhammad) menyerahkannya kepada Muhammad bin Maslama dan dia memukul kepalanya, membalas dendam untuk saudaranya, Mahmud.

Anda baru saja melihat di halaman 515 dari biografi itu bahwa Kinana juga dikenal sebagai ibn al-Rabi’ ibn Abu’l-Haqayq.

Jadi dengan membaca Hadis berikut kita dapat mencocokkan beberapa rincian penting dan memverifikasi bahwa Muhammad memang membunuh Kinana.

Dalam Sunan Abu Dawud vol 3 Hadis nomor 3006, kita membaca, sekitar tiga perempat di halaman bagian bawah kita baca:

Jadi ibn al-Rabi’ ibn Abu’l-Haqayq dieksekusi dan perempuan serta anak-anak mereka ditawan. Didalam bahasa Arab dikatakan:

Dan menurut halaman web sunnah.com, hadis yang sama ini diklasifikasikan sebagai otentik menurut sarjana hadis al-Albani.

Sekarang ketika saya menyebutkan bahwa Muhammad menikahi Safiyya tidak lama setelah suaminya dieksekusi, tetapi jika Anda belum merasa jijik, bahkan lebih mengejutkan lagi untuk mengetahui bahwa Muhamad juga bertanggung jawab atas eksekusi ayah dan saudara laki-lakinya.

Kita baca dalam sejarah Al-Tabari vol 39 halaman 185, demikan:

Ketika Nabi sedang berbaring dengan Safiyya, Abu Ayyub menginap di pintu rumahnya. Ketika dia melihat Nabi di pagi hari dia berkata, “Tuhan Maha Besar.”

Dia membawa pedang bersamanya. Dia berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, wanita muda ini baru saja menikah dan Anda membunuh ayahnya, saudara laki-lakinya serta suaminya. Jadi saya tidak mempercayainya untuk tidak mencelakakan Anda.”

Nabi tertawa dan berkata, “Bagus.”

Jadi, tampaknya bahkan sahabat2 Muhammad mempertanyakan pernikahan seperti itu dan mereka takut akan keselamatannya. Karena tidak ada wanita waras yang akan mencintai pria yang bertanggung jawab atas eksekusi anggota keluarganya sendiri. Bahkan dalam satu narasi menyatakan bahwa Safiyya sebenarnya membenci Muhammad.

Dalam sebuah buku berjudul Dala’il al-Nubuwwah (Tanda-Tanda Kenabian) oleh imam Al-Bayhaqi, volume 4, halaman 230, kita membaca:

Safiyya berkata, “Aku membenci Rasulullah lebih dari siapa pun. Dia telah membunuh suamiku dan ayahku. Karena itu dia terus meminta maaf kepadaku.”

Selain itu kita tahu bahwa Muhammad membeli Safiyya dari seorang pria bernama Divya yang telah mengambil Safiyya sebagai tawanan wanita bagi dia sendiri. Karena itu Muhammad membelinya melalui perdagangan budak.

Kita baca dalam sunan Ibnu Majah, jilid 3, hadis nomor 2272.

Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi menebus Safiyya dengan tujuh budak dan hadis ini sahih atau otentik.

Salah satu narator Abdul Rahman mengatakan dari Dihyah al-Kalbi.

Setelah membaca tentang kisah Muhammad dan Safiyya dalam biografi dan riwayat autentik pendukung yang memvalidasi kisah itu.

Izinkan saya bertanya kepada Anda yang beragama Islam atau sedang mempertimbangkan untuk masuk Islam. Bagaimana perasaan Anda tentang perilaku Muhammad? Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa seorang wanita yang suami-nya, saudara laki-laki-nya dan ayahnya baru saja terbunuh, dalam beberapa hari atau lebih secara sukarela memilih untuk menikahi dan berhubungan seks dengan pria yang sama, yang bertanggung jawab atas kematian anggota keluarganya.

Saya meminta Anda untuk berpikir keras dan jujur kepada diri sendiri. Terima kasih telah menonton. Dalam damai.


  • Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. – (Matius 5:44).
  • Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. – (Matius 7:7).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).
  • Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – (Yohanes 14:27).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here