Doktor Muslim Peneliti Quran & Bible Ikut Tuhan Yesus – Dr. Hormoz, Phd

0
306

Hubungan dengan Tuhan sebagai seorang Muslim, Allah SWT adalah Tuhan yang jauh. Dia telah memberi saya firman bahwa saya harus mengikuti secara mendetail dan jika tidak, saya akan bermasalah dengan Dia.

Jadi itu bukan hubungan pribadi dengan Tuhan, Allah SWT. Dia seperti … Dia jauh, Dia mengatur saya, memberi saya petunjuk dan perintah dalam Quran. Saya harus melakukannya dan jika tidak, saya bukanlah seorang Muslim yang baik dan Dia tidak akan membenarkan saya.

Jadi tidak ada hubungan pribadi, hanya mencoba untuk menyenangkan Dia dan hanya berusaha untuk tidak membuat Dia marah kepadaku dengan menjadi seorang religius yang baik. Saya mencoba mengisi kekosongan di hati saya dengan sains. Saya sedang belajar sains, membaca buku dan tetap merasakan kosong. Beberapa orang melakukannya dengan puisi. Ini adalah kekosongan di hati setiap orang dan orang melakukannya dengan cara yang berbeda, bahkan melalui agama. Apa yang ingin kita lakukan adalah mengisi kekosongan kita di dalam hati kita dengan agama.

Jika Saudara jujur, agama tidak bisa mengisi kekosongan. Agama tidak mengubah hati Saudara. Ini hanya memberi Saudara banyak hal untuk dilakukan dan mencoba mengisi hidup Saudara dengan segala hal, dengan tugas keagamaan, tapi tidak benar-benar mengubah Saudara dan mengisi hati Saudara. Jadi, sebagai seorang Muslim yang tulus maka Saudara mengikuti Islam. Saudara bisa mengatakan apa yang sedang saya lakukan dan itu tidak benar-benar memuaskan jiwaku.

Tapi saya harus melakukannya karena jika saya tidak, maka Allah SWT akan menghakimi saya dan saya akan berada dalam masalah. Jadi akan banyak yang takut mengikuti agama. Tapi itu adalah periode antara usia 14 dan 20-22, bahwa saya hanya fokus pada sains. Saya memiliki tujuan. Saya akan mendapatkan gelar PhD-ku. Saya pikir jika saya mendapatkan derajat yang lebih tinggi, jika saya menyibukkan diri dalam sains dan pengetahuan dan gelar mungkin kekosongan hati saya akan hilang.

Saya menemukan pekerjaan yang bagus saat menjadi mahasiswa PhD. Saya menemukan pekerjaan bagus yang menghidupi saya. Jadi saya tidak punya masalah keuangan. Saya mendapatkan tujuan hidup saya, mengapa saya merasa hati saya masih kosong. Dan saya katakan jujurlah pada dirimu sendiri. Saya berbicara berbicara kepada diri sendiri, “Ada sesuatu yang hilang dalam hidup dan uang, pekerjaan, derajat atau pangkat, tidak benar-benar memuaskan.”

Apakah memang ada Tuhan ? Maksud saya, saya malah mempertanyakan validitas keberadaan Tuhan. Saya adalah ilmuwan yang telah membuktikan pada saya bahwa ada Tuhan dan saya tahu bahwa agama tidak berbuat banyak. Tapi saya pikir mungkin saya telah melewatkan sesuatu dalam agama. Mungkin saya harus kembali dan belajar Islam sekali lagi. Mungkin saya melewatkan sesuatu. Mungkin saya harus kembali dan belajar itu. Mungkin ada Tuhan. Mungkin agama berhubungan dengan kehidupan. Mungkin apa yang hilang dalam hidupku adalah Tuhan dan agama.

Jadi tentu saja saya pikir Islam adalah agama terakhir dan saya harus belajar. Tapi kali ini saya bilang saya akan mempelajarinya dengan hati yang terbuka. Saya berkata, “Tuhan, saya tahu saya tulus, saya cerdas, saya pikir saya cerdas, hati saya tulus dan saya dapat menemukan Engkau hanya dengan membaca Quran. Tidak ada Kitab lain .. Kitab-kitab lain mungkin ditulis oleh manusia tapi mereka mengatakan bahwa Quran ini telah ditulis oleh Tuhan.”

Jadi saya mulai membaca Quran dengan cara baru, dengan cara pikiran yang sangat terbuka, mencari Tuhan dengan tulus. Jika Tuhan ada di dalamnya, saya akan menyerahkan seluruh hidupku kepadaMu. Saya hampir menyelesaikan Quran dan saat saya selesai, saya berkata, “Saya tahu lebih banyak tentang siapa Tuhan dan apa yang Quran katakan tentang Tuhan.” Tapi hatiku masih kosong. Maksudku … apa ini ? Pengetahuan saya, pengetahuan didalam kepala saya meningkat, tapi hati saya masih kosong.

Dan saya katakan kepada diri sendiri bahwa jujur saja sudah umum dengan hal itu, Saudara tahu, hidup itu kosong, semua orang menjalani hidup yang hampa, baik religius, tidak religius. Saya bilang saya sudah selesai dengan penelitian tapi sesuatu berkecamuk di hati saya. Setiap hari saya akan bangun dan berkata, ‘Jadi saya sudah selesai. Tuhan tidak ada hubungannya dengan kehidupan.’ Tapi ada sesuatu di hati saya yang mengatakan kepada saya, ‘Kamu pikir seorang peneliti yang handal ? Kamu itu peneliti macam apa ? Kamu baru saja mempelajari satu Kitab, satu agama dan kamu sudah membuat keputusan akhir ?’

Peneliti tidak melakukannya dengan cara itu tapi harus mempelajari beberapa hari dan Kitab-kitab dengan baik dan kemudian membuat keputusan akhir. Jadi diluar harga diri saya sendiri berkata, ‘Mungkin saya harus mempelajari Kitab-kitab lain dan membaca Alkitab.’ Jadi, jika orang bertanya kepada saya, saya dapat dengan bangga mengatakan, ‘Saya telah mempelajari semuanya dan saya mengenal mereka semua dan Tuhan tidak berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari.’

Jadi saya membuka Alkitab dan saya membaca Perjanjian Lama dan kemudian beralih ke kitab Matius di Perjanjian Baru. Saya katakan bahwa saya tidak berpikir saya akan menemukan sesuatu yang baru di dalam Alkitab karena Quran adalah buku yang paling lengkap. Kitab ini hanya bagian darinya.

Saat saya membaca kitab Matius, saya menemukan Manusia yang bernama Yesus yang tidak terlihat seperti yang lain. Saya pikir Dia adalah seorang nabi, Yesus dan Dia sama seperti Muhammad dan Dia sama saja. Oke … memberi tahu banyak orang untuk berbuat baik dan mengikuti Tuhan. Tapi Dia tidak sesuai dengan profil seorang nabi yang ada dalam pikiranku. Dia membiarkan orang menyembah Dia dan nabi tidak akan pernah melakukan hal itu.

Nabi berkata, “Jangan sembah saya, sembahlah Tuhan.” Tapi dia tidak pernah mengatakan itu. Jadi saya sedang mempelajari siapa Yesus ini. Apakah Dia benar-benar nabi? Apakah Dia benar-benar Juruselamat dunia? Bagaimana dengan Muhammad? Bagaimana dengan Quran? Saya berjuang selama berbulan-bulan, karena saya tidak bisa membuat keputusan. Kukatakan bahwa saya akan pergi dan duduk di gereja serta melihat apa yang mereka katakan.

Setelah beberapa minggu duduk mendengarkan di gereja, seseorang atau pastor, memberi khotbah dan berkata, ‘Jika ada pertanyaan, majulah. Kalau ada pertanyaan tanyakan saja padaku.’ Dan tentu saja saya memiliki banyak pertanyaan dan saya maju untuk menemui pastor gereja dan saya mulai mengajukan pertanyaan.

Saya bertanya kepadanya, “Saudara tahu, saya pernah mengatakannya di Quran dan Islam, dan saya memiliki pertanyaan-pertanyaan ini?” – “Apakah pertanyaan-pertanyaan itu ?” – Saya katakan, “Apakah Muhammad adalah nabi Allah SWT ?”.

Dia berpikir selama beberapa detik, kemudian dia berkata, “Nah, apa pertanyaan Saudara selanjutnya?” Saya berkata, “Apakah Quran adalah Firman Tuhan?” – Dia berkata, “Nah, apa pertanyaan Saudara selanjutnya?” – “Bagaimana dengan nenek saya? Dia adalah seorang Muslim yang sangat tulus. Apakah ajaran Kristen mengajarkan bahwa dia akan ke neraka?” Dia berpikir, “Apa pertanyaan Saudara selanjutnya?” Maksud saya, dia membiarkan saya mengajukan semua pertanyaan saya. Dia tidak menjawab.

Pada akhirnya dia berkata, “Saudara tahu apa, saya tidak tahu jawaban dari pertanyaan Saudara, tapi saya tahu satu hal, iman itu sangat sederhana, apakah Saudara percaya bahwa Saudara orang berdosa? Saya berkata, “Baiklah, jika standar adalah Khotbah di Bukit yang Yesus katakan.”

‘Jika kamu melihat wanita dengan mata penuh nafsu, maka kamu telah melakukan perzinahan di dalam hatimu.’ Itu standar yang tinggi. Saya ingat Alkitab mengatakan, ‘Jika kamu marah kepada seseorang, kamu telah membunuhnya di dalam hatimu.’ – Maksud saya itu standar yang tinggi, mungkin saya tidak membunuh siapa pun, mungkin saya tidak melakukan perzinahan, tapi di dalam hati saya menurut Tuhan saya telah melakukan pembunuhan dan perzinahan.

Jadi saya bilang kalau itu standarnya, kita sudah siap. “Jadi, apakah Saudara percaya Tuhan mengasihimu?” Saya berpikir sejenak, lalu berkata, “Baiklah, jika Tuhan menciptakanku maka pasti ada kasih, karena sebagai siswa jika saya melakukan proyek maka akan berhubungan dengan proyek itu, mungkin kita adalah Tuhannya proyek.”

Jadi, bisa dimengerti bahwa mungkin Tuhan mengasihi kita dengan kasih sayang. “Apakah Saudara yakin Saudara tidak bisa mencapai Tuhan?” Saya berkata, “Tentu saja, saya tidak lengkap. Tidak ada manusia yang bisa mengatakan, ‘Saya seperti Tuhan.’ Saya berdosa, saya bukan orang yang sempurna.”

Dalam pikiranku, di hatiku, saya marah. Seperti kata Alkitab si pembunuh. Bagaimana saya bisa mencapai Tuhan jika saya seorang pembunuh?

Dia berkata, “Apa Saudara yakin Tuhan sangat mengasihimu sehingga Dia mendatangimu?” Saya berkata, “Masuk akal. Jika saya mencintai seseorang dan dia tidak dapat melakukan sesuatu untuk diri dia sendiri dan saya katakan bahwa saya mengasihimu, saya melangkah maju dan melakukan sesuatu untuk dia. Dan jika Tuhan berkata Dia Kasih. Dia mencintaiku. Dan saya tidak dapat melakukan apapun untuk mencapaiNya. Itu logis, masuk akal jika Dia melangkah maju, jika tidak, Dia bukan kasih, duduk saja di sana dan melihat kita menderita.”

Jadi masuk akal kalau Dia akan melakukan itu. Kemudian pendeta berkata, “Nah, itulah yang Dia lakukan.” Dan itu sudah cukup. Beberapa hal yang Saudara percaya. Itu sudah cukup.

Saat dia berkata, ‘itu sudah cukup’, saat itulah saya … momen itu saat dia berkata, ‘itu sudah cukup’ … Roh Kudus turun padaku. Tiba-tiba banyak hal menjadi sangat jelas dari makna kasih Tuhan. Makna praktis. Apa yang Dia lakukan untukku. Bagaimana dia mencapaiku? Bagaimana Dia menderita di kayu salib. Bagaimana Dia menyingkirkan dosa-dosaku.

Jadi saya bisa bertemu dengan Dia. Tiba-tiba Tuhan tidak di luar sana lagi. Tuhan ada di dalam diriku. Tuhan begitu pribadi, tiba-tiba datang. Seperti yang Alkitab katakan jika Saudara percaya kepadaNya maka Saudara akan dilahirkan kembali. Saya lahir dalam roh. Dan Roh Kudus dapat menggapai tepat pada saat itu. Saya merasakan kedamaian dan sukacita yang luar biasa. Saya tahu bahwa saya telah menemukan sesuatu yang telah saya cari sepanjang hidupku. Hatiku penuh dengan kedamaian, sukacita, dan kasih Tuhan.

Dan saya katakan …. ini dia. Tuhan ada di dalam diriku. Itulah yang saya cari. Saya menginginkan Tuhan dan sekarang Tuhan ada di dalamku, hidup di dalamku. Hal ini telah mengubah hidupku. Mengapa saya harus menyimpannya untuk diri saya sendiri? Saya harus, meskipun saya adalah orang yang pemalu. Saya katakan harus berbagi ini dengan keluarga dan temanku. Dan saya mulai membagikannya dengan siapa saja yang saya kenal. Tentu saja yang pertama menolak saya, tapi lambat laun mereka datang juga kepada Kristus.

Bagi Muslim yang baik, saya katakan, “Saya benar-benar menghormati Saudara, saya tahu Saudara sungguh-sungguh mencari Tuhan. Saudara ingin mengalami Tuhan, tapi saya ingin mengatakan sesuatu kepada Saudara. Saya ingin mengatakan bahwa Tuhan sedang mencari Saudara. Dia mencintai Saudara, agama tidak memuaskan Saudara. Dan Tuhan tidak ingin memberi Saudara agama. Dia tidak datang untuk memberi Saudara agama. Agama adalah beban dalam hidup kita. Tuhan datang untuk mengambil beban. Dia menginginkan hubungan yang sederhana dengan kita, tapi apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai Dia.

Tuhan berkata kamu tidak bisa mendatangiKu. Kamu tidak akan pernah sempurna. Kamu akan selalu berdosa. Jadi apa harapan yang kita miliki? Tuhan berfirman, “Aku sangat mencintaimu, Aku melihatmu berjuang, Aku melihatmu mencoba menjadi baik dan Aku sangat mengasihimu. Aku datang untukmu. Aku datang untuk menebus dosa-dosamu. Aku datang untuk membayar hukuman dosa.”

Jadi apa yang harus saya lakukan? Tuhan ingin Saudara percaya saja di sini dan menerima kasih-Nya, kasih-Nya yang nyata. Saudara tahu apa itu kasih yang nyata? Kasih nyata Tuhan adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah kasih Allah dalam daging manusia, menyapa kita, mati di kayu salib dan bangkit untuk menjadi Juruselamat kita.

Saat Saudara menerima Yesus. Saudara menerima kasih dan keselamatan Tuhan. Dan hidupmu akan berubah. Singkirkan prasangka Saudara. Saya tahu mereka telah memberi tahu kita bahwa Yesus hanya Nabi. Yesus hanya seorang Nabi. Saat Saudara mempelajari Alkitab, semua 66 kitab dalam Alkitab dan nubuatan penuh. Saat kamu membacanya. Ketika Saudara belajar itu, Saudara menyadari bahwa Yesus bukanlah seorang nabi. Dia adalah Tuhan dalam daging. Dia adalah penyelamat dunia dan kemudian Saudara akan alami.

Dan ketika Saudara mengundang Dia saat Saudara berdoa, katakanlah, ‘Yesus, masuk ke dalam hidup dan hatiku.’ Seketika … ini bukan saat Saudara pergi ke surga. Seketika hidup Saudara akan berubah. Roh Tuhan akan masuk ke dalam hatimu. Dan Saudara akan dipenuhi dengan kasih, sukacita dan kedamaian dari Tuhan.
— Demikian kesaksian Dr. Hormoz, Phd


  • Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. – (Matius 7:16-20).
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. – (Yohanes 4:34).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – (Yohanes 8:32).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 5:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30).
  • Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. – (Yohanes 13:13).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persabahatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here