Dipeluk Tuhan Yesus Saat Menyanyi – Nania Yusuf (ex Muslim Pakistan)

0
1280

Hingga anak saya nanya, ‘Eyang, kenapa bajunya mami dibakar ?’ … ‘Kamu tidak punya mami. Mami udah mati.’ Coba … gimana perasaan seorang ibu dibilang … kita masih hidup tapi dibilang mati. Saya pahit sama Tuhan.

Shalom, begini kesaksian Nania Yusuf.

Shalom, apa kabar ? luar biasa pasti ya. Ada sukacita disini ? Puji Tuhan. Ya, saya akan memperkenalkan diri saya dahulu. Nama saya Nania Yusuf. Saya dari Indonesian Idol tahun 2004. Sudah lama banget ya ibu-ibu. Mungkin saudara-saudara disini bertanya-tanya, kok ada Nania disini ? Dan kenapa namanya kok Nania Yusuf ? Saya sebelumnya … saya dari seberang. Saya dari Muslim, keluarga saya, mami saya ‘half’ Pakistan, Papa saya Jawa, makanya mukanya agak Taliban sedikit.

Saya sekarang sudah memasuki tahun kedua untuk bisa terima Yesus didalam kehidupan saya, dan puji Tuhan tidak akan pernah berubah sampai kapanpun juga. Meskipun banyak sekali harga yang mesti dibayar untuk bisa terima Yesus sebagai Juruselamat saya. Saya akan menceritakan sedikit bagaimana saya bisa menerima Yesus. Awalnya adalah karena iseng. Tapi saya tahu Tuhan nggak pengin kita iseng untuk mengenal Dia.

Awalnya saya buka-buka Alkitab teman saya yang ketinggalan. Saya punya sahabat namanya Dede, namanya Dede. Dia Kristen sejak kecil. Kita ketemu lagi di Jakarta, waktu itu dia main ke rumah saya. Waktu hari minggu kita ngobrol-ngobrol seperti biasa dan dia pulang. Ketika pulang Alkitabnya ketinggalan di rumah saya. Saya penasaran. Saya orang yang sangat penasaran. Saya buka-buka itu Alkitab. Ketika saya buka ada tulisan, kita patut percaya bahwa Yesus benar-benar ada. Saya hanya tahu bahwa Yesus adalah Tuhannya orang Kristen. Tapi saya tidak tahu bahwa Yesus adalah Jalan Kebenaran.

Saya termasuk orang yang taat ibadah, semua ibadah saya kerjakan, ada sholat 5 waktu, sunnah dan tidak sunnah, wajib tidak wajib, saya lakukan. Setelah buka Alkitab saya tidur jam 11, kemudian saya bangun jam 1 untuk melaksanakan sholat Tahajud. Ketika saya sholat Tahajud … waktu itu rasanya beda, karena saya merasa ada yang aneh. Saya tidak biasa berdoa yang benar-benar mikir dengan apa yang saya lakukan tadi sebelum tidur. Saya terganggu dengan tulisan di Alkitab bahwa Yesus … “Kita patut percaya bahwa Yesus benar-benar ada”. Dan sampai hari ini, detik ini, saya cari-cari tulisan itu di Alkitab, tidak ada. Mungkin itu cara Tuhan untuk memperkenalkan diriNya kepada saya, karena waktu itu saya bener-benar tidak tahu siapa Yesus. Kalau seandainya saya dikasih tahu Yesus bahwa Nania Saya ada dengan bahasa-bahasa Alkitab mungkin saya ‘girab’ duluan, saya nyerah duluan, karena terlalu berat bahasanya. Saya cari-cari sampai sekarang belum ketemu.

Nah ketika suatu hari saya berdoa, saya bilang, “Ya Allah kalau seandainya Yesus itu benar-benar ada, tolong tunjukkan ke saya.” Saya bilang gitu sama Tuhan saya. Setelah saya berdoa, saya kembali tidur lagi. Jam 2 saya kebangun, pintu kamar saya diketuk 3x. Saya kaget, saya bangun, ketika saya buka mata, saya melihat ada cahaya dari tembok kamar saya, dari pojok. Saya melihat ada cahaya dari kecil lama-lama menjadi besar. Dan disitu ada sosok wajah yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Yang saya tahu pada waktu itu, eh, biasa perempuan … yang saya tahu … hanya ganteng banget dan juga matanya benar-benar bikin saya nyaman dan lebih heran lagi Dia senyum sama saya. Dia senyum. Gimana sih kalau mempersilahkan lihat saya kaya ‘welcome’ sama saya.

Kejadian ini nggak saya omongkan kepada orang-orang. Saya simpan sendiri selama beberapa tahun. Hingga akhir-nya saya cerita ke teman saya, ke sahabat saya yang lain. Saya cerita dan dia hanya bilang, ‘Nan, sekarang kamu … waktunya untuk melayani Tuhan.’ Caranya melayani Tuhan seperti apa saya tidak tahu. Kamu punya suara dan talenta luar biasa dari Tuhan, pergunakan itu semaksimal mungkin.

Akhirnya saya dikasih CD dan disitu ada lagu dari Iwan Alexander, judulnya “Bagai Rajawali.” Dan kemana-mana lagu itu saya bawa, karena lagu itu benar-benar menguatkan saya hingga sampai sekarang. Nah, ketika saya … setelah saya dengerin lagu itu ada kejadian juga yang aneh buat saya. Ketika saya ngapalin lagu itu badan saya terasa ada yang ngangkat. Saya tidak berani buka mata, saudara. Saya takut. Saya berani buka mata pada saat saya sudah merasa nyaman di tempat tidur.

Akhirnya untuk pertama kalinya saat melayani tiba. Nah waktu itu ketika saya mau melayani, saya ragu-ragu antara ya atau tidak. Karena pertama saya takut keluarga saya tahu saya mau nyanyi di gereja. Yang kedua saya takut ditolak. Yang ketiga saya takut dianggap murtad.

Akhirnya ketika saya nyanyi, ada suara yang meyakinkan saya, ‘Nania, ini adalah jalanmu dan ini adalah keluargamu.’ Jujur saya ragu-ragu, tapi akhirnya saya bisa menyelesaikan lagu itu. Setelah selesai nyanyi, saya pamit pulang. Ketika saya jalan ke pintu keluar ada anak kecil umur sekitar 5-6 tahun panggil saya, ‘Tante Nania, tante Nania.’ Saya berhenti. Saya berhenti, dia bilang, ‘Tante, aku mau ngomong sama tante.’ … ‘Ngomong apa sayang ?’ Tadi aku lihat Tuhan Yesus peluk tante dari belakang … pas tante Nania tadi nyanyi. ‘Kamu lihat dimana ?’ … ‘Pas tante Nania nyanyi didepan.’

Saya nggak kuat berdiri, saudara. Kaki saya lemes. Saya bener-bener takut, bener gak … bener gak. Saya tanya ada temen saya, ‘Bener atau nggak ?’ Jawaban teman saya, ‘Apa yang kamu rasain Nan ?’ … ‘Yang saya rasain ada yang meyakinkan saya bahwa ini tempat saya. Ini keluarga saya.’

Akhirnya berjalan dengan waktu, saya mulai melayani … melayani … melayani. Puji Tuhan semua berkat melimpah kepada saya. Saya merasa seperti anak bayi yang sekali nangis mau apa dapet … mau apa dapet, kerjaan, semuanya … deal. Tidak ada yang ‘tentative’, semuanya ‘fix’.

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk dibaptis. Setelah saya dibaptis, kehidupan saya berubah total. Saya bukannya senang lagi. Saya malah babak belur. Pertama, keluarga saya tahu … saya terima Yesus. Kedua, mereka menolak saya hingga sekarang. Yang ketiga, anak saya yang berumur 4 tahun ditahan dan sudah 2 tahun ini nggak ketemu sama saya. Saya marah sama Tuhan. Saya pahit sama Tuhan. Selama 1,5 bulan saya hanya bisa menangis dan mengumpat-umpat Tuhan. Gara-gara gua pilih elu, gua kehilangan keluarga inti gua … kasarnya begitu.

Akhirnya ada suara lagi, ‘Nania, kamu diam dan saatnya Saya bicara.’ Saya berserah saudara. Berserah bukan terserah. Saya berserah sama Tuhan. Ya kalau memang sudah seperti ini ya sudahlah. Saya ngikutin aja apa yang dimauin sama Tuhan. Apa yang diinginkan Tuhan saya ikutin.

Lebih parah lagi ketika saya dengar mami saya mau diceraikan sama bapak saya. Saya lebih hancur lagi. Kata kuncinya kita cuma bisa berserah dan percaya kepada Tuhan. Hingg akhirnya seiring dengan berjalannya waktu, sudah setahun ini bapak saya yang paling keras, karena bapak saya … baju-baju saya, lukisan saya di rumah dibakar semuanya. Hingga anak saya nanya, ‘Eyang, kenapa bajunya mami dibakar ?’ … ‘Kamu tidak punya mami. Mami udah mati.’ Coba … gimana perasaan seorang ibu dibilang … kita masih hidup tapi dibilang mati. Saya pahit sama Tuhan.

Hingga saya berserah dan Tuhan buka jalan. Tuhan nggak diam ternyata. Tuhan buka jalan, 2-3 bulan yang lalu, bapak saya untuk pertama kali sms saya, sms-nya sangat sederhana banget tapi buat saya itu sungguh luar biasa. Tulisannya adalah, ‘Nia, bapak kangen.’ Bayangin udah bertahun-tahun nggak pernah telepon, nggak pernah sms. Begitu sms, ngomongnya, ‘Bapak kangen.’ Dan lebih parahnya lagi dahulu bapak saya ngumpat-ngumpat saya … ‘kafir … murtad.’ Dan seandainya kalau berani datang ke rumah saya, ‘Saya bakal bunuh kamu.’

Sumber:

Dulu Muslimah sekarang yakin Yesus Jalan Kebenaran | Nania

Tapi saya tidak tinggal diam, saudara. Semua saya serahin kepada Tuhan. Kuncinya adalah berserah dan percaya. Dan puji Tuhan sampai sekarang bapak saya masih bisa terima saya. Sudah bisa terima saya, tinggal mami saya yang masih keras. Tapi suatu saat, saya percaya keluarga saya akan dimenangkan sama Tuhan dan anak saya …. anak saya … saking jengkelnya mami saya kepada saya, anak saya dimasukin ke sekolah Islam. Tapi nggak apa-apa, meskipun Islam atau apalah itu, yang pasti dan yang paling penting dia harus percaya bahwa Yesus adalah jalan kebenaran.

Saya percaya itu dan suatu saat nanti saya minta dengan … dengan segala kerendahan saya minta doanya untuk keluarga saya juga di tempat ini dengan keluarga baru saya disini. Minta doanya untuk keluarga saya agar dimenangkan atas nama Tuhan Yesus.

Terima kasih. Itulah sedikit kesaksian hidup saya dan saya akan membawakan satu pujian yang saya bilang lagu ini sangat membantu saya untuk bener-bener pulih dan banyak sebenarnya godaan, ‘Nania, balik aja. Balik aja ke masa lalu.’ Cuma ketika saya … setiap kali saya mendengarkan lagu ini kaya berasa ada yang memanggil, ‘Nan, tempat kamu disini. Dan tempat kamu didepan sana lebih mulia.’


Bagai Rajawali

Verse 1
Hanya kepadaNya ku kan berlari
Di saat ku bimbang dalam hidupku
Yang aku percaya dalam hadiratNya
Ada kekuatan yang baru

Verse 2
Walau ku melangkah dalam tekanan
Badai pencobaan datang menghadang
Yang aku percaya dalam hadiratNya
Ada kekuatan yang baru

Chorus
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Di atas segala persoalan hidupku
Dan aku percaya saat ku bersama Dia
Tiada yang mustahil bagi Dia

Ending
Tiada yang mustahil bagi Dia
Tiada yang mustahil bagi Dia


Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kita harus percaya. Yesus benar-benar ada dan hidup. Saya percaya itu karena Tuhan sudah membuktikan, sudah meyakinkan saya. Sehancur-hancurnya saya, Tuhan bisa mengangkat saya lagi untuk percaya dengan Tuhan.

Terima Kasih. Tuhan memberkati.


  • Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. – (Filipi 4:13).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here