3 Muslim Syahadat ‘Yesus Tuhan’ Live Di TV Jadi Penginjil – Rose, Masoud, Ramin

0
1527

“Kenapa saya tidak pernah tahu tentang Kitab ini ? Kami mulai membaca dan malam itu kami merasa sepertinya tiga kali Seseorang masuk ke ruangan. Dan setiap kali Dia datang, maka ada pewahyuan ini dari apa yang kami sedang baca di sana, dalam Alkitab.”

Shalom, ini kesaksian mereka:

Ramin Pasha: “Halo teman-teman dan selamat datang pada program hari ini Penginjilan Kasih Penebusan (Redemptive Love Ministries). Saya harap saudara menikmati hidup saudara di manapun saudara berada. Hari ini kita memiliki dua tamu (sepasang suami istri) yang dahulunya adalah Muslim dan memberikan hati mereka kepada Tuhan Yesus seperti diriku yang dahulu adalah Muslim dari kecil dan dibesarkan melakukan ibadah Muslim.”

“Dan juga tamu saya hari ini mereka juga adalah mantan Muslim dari Iran dan mereka telah mengenal Tuhan. Dan bertemu dengan Tuhan. Kita akan mendengar dari mereka apa yang terjadi. Bagaimana mereka mengenal Yesus ? Dan memberi hatinya kepada Tuhan dan mereka melayani Tuhan sekarang. Mereka bepergian, berkhotbah dan membagikan kesaksian mereka. Dan Tuhan itu baik dan benar-benar melakukan pekerjaan dengan luar biasa di Persia di antara kalangan umat Islam. Dia menjangkau dan mengunjungi mereka. Dan kita akan mengetahui dan mendengar dari mereka untuk melihat apa yang terjadi. Bagaimana kisah mereka mengenal Tuhan. Masoud dan Rosa selamat datang di program ini.”

Masoud dan Rosa: “Terima kasih.”

Ramin Pasha: “Amin. Dan saya berbicara secara singkat, saudara dilahirkan dan dibesarkan sebagai Muslim. Dan ada di tempat yang mana saudara tidak menemukan kepuasan dan harapan dalam hidup saudara. Dan ketika saudara mulai mencari Tuhan yang benar dan saudara akhirnya mengenal Yesus. Ceritakan apa yang terjadi ?”

Masoud: “Tepat. Sekitar hampir lima tahun yang lalu … lebih dari lima tahun yang lalu. Di mana kami di tempat yang hanya ada kekosongan … kehampaan di hati kita dan kita tidak tahu bagaimana mengisi kekosongan. Kita mencoba segala cara untuk mengisi tapi tidak pernah terisi. Dan ketika saya mengatakan semua hal, maksud saya adalah segala sesuatu yang semua manusia pernah pikir yang akan memberikan mereka sesuatu yang berarti kehidupan. Tapi sebenarnya tidak ada kehidupan.”

“Bertumbuh dalam sebuah keluarga Muslim saya mulai melihat apa pun di sekitar saya, ajaran, kehidupan didalam keluarga, di sekolah dan di jalanan, dsb. Dan mencoba belajar dari kesalahan mereka dan tidak melakukan Hal yang sama. Dan berdasarkan hal-hal itu saya punya beberapa tujuan dalam hidup saya. Saya ingin mencapai kinerja kehidupan bagi saya ketika saya berumur enam tahun. Saya mengimpikan masa depanku. Saya katakan ini adalah apa yang saya ingin dapatkan. Dan berdasarkan hal itu saya harus melakukan dengan cara tertentu. Saya harus mendapatkan pendidikan. Saya harus menikah dengan orang yang tepat. Saya harus memiliki pendapatan yang baik sehingga saya bisa memiliki kehidupan yang baik di dunia ini.”

“Begitu … dan hal-hal mulai terjadi. Pada saat yang sama saya melakukan ritual agamaku. Dan pada dasarnya berlatih apa yang dikenal sebagai doa Islam, puasa dan beberapa hal lainnya. Tapi masalahnya itu tidak pernah memberi saya rasa puas dan saya tidak pernah bisa memiliki sukacita atau kedamaian.”

“Kenyataannya saya ingin …. sekarang di dalam Yesus kita memiliki Pengampunan ini … Pengampunan dosa kami. Setiap Muslim tahu bahwa pada dasarnya mereka membutuhkan pengampunan ini, juga saya, … selagi saya berdoa setiap hari tiga kali sehari, … setelah saya selesai menjalankan doa saya dalam bahasa Arab dan tidak dalam bahasa saya sendiri. Setelah itu saya sujud dan mulai berbicara kepada Tuhan dalam bahasa saya sendiri, dan mengatakan ampunilah saya atas semua yang telah saya lakukan.”

“Jadi setiap hari saya melalui siklus ini untuk mengaku dosa saya tapi tidak ada rasa kelegaan. Dan alasan untuk ini adalah seperti enam jam kemudian ketika saya menjalankan doa berikutnya, saya melalui siklus yang sama menunjukkan bahwa kesadaran saya tidak jelas dari perasaan saya. Jadi saya melakukan hal yang sama karena saya tahu bahkan antara enam jam dua doa itu pada dasarnya dalam enam jam, saya kembali mendapatkan beberapa kesalahan. Berdasarkan itu saya ada di tempat yang mana saya menyadari semakin saya melakukan hal-hal ini semakin kurang dekat dan kurang persekutuan dengan Tuhan ini yang ingin saya sembah. Dan ada saat dimana saya menjadi semacam tidak begitu peduli tentang ini lagi dan tidak melakukannya secara teratur tetapi sesekali. Kemudian … tentu saja untuk menyenangkan orang-orang di sekitarku, saya melakukan itu bukan karena saya ingin melakukannya.”

Ramin: “Jadi saudara menjalankan ritual itu karena itu adalah norma masyarakat, norma keluarga. Hal itu adalah sesuatu yang harus saudara lakukan untuk menunjukkan bahwa saudara adalah orang beragama dan setia kepada keyakinan agama dan sebagainya.”

“Pada dasarnya berlatih ritual-ritual itu untuk menjadi bagian dari masyarakat, untuk diterima di keluarga bahwa saudara adalah orang yang saleh. Dan sebagian besar Muslim menjalankan ritual mereka tanpa mengetahui artinya, misalnya Muslim berdoa dalam bahasa Arab meskipun jika mereka bukan orang Arab, yang bisa berbahasa Arab. Seperti orang Persia (Iran), kita terbiasa berdoa dalam bahasa Arab meskipun kita bukan orang Arab dan hal-hal yang kita ulang dan baca dalam bahasa Arab yang kita tidak tahu.”

“Terus, apa yang terjadi kemudian ?”

Masoud: “Ya, saya mengejar sisa hidup saya berusaha untuk mendapatkan pendidikan saya dan pekerjaan dan keluarga yang saya ingin miliki. Berdasarkan itu saya mengejar pendidikan saya dengan sangat gigih pada titik dimana saya berjuang dengan keluarga saya untuk pindah ke kota lain ketika saya berumur 13 tahun untuk mengejar pendidikan saya karena tempat saya tinggal itu adalah kota kecil.”

“Saya mulai hidup sendiri ketika saya berusia 13 atau 14 dan saya masuk Universitas mendapatkan gelar sarjana dan master saya dan saya mengenal Rose setelah itu dan kami menikah.”

“Sekarang di saat yang sama saya berpikir mungkin selama proses pencapaian ini harus keluar dari negara dan mencari sesuatu pengalaman yang baru. Dan pada saat itu karena Rose tinggal di Dubai maka saya memutuskan bahwa kita harus mulai hidup di Dubai. Jadi kita bisa memulai semuanya dengan segar dan baru di Dubai.”

Ramin Pasha: “Dan Rose, apa yang terjadi pada dirimu hingga kamu bertemu dengan suami kamu ? Tetapi sebelum itu dia tidak memiliki …. Bagaimana dengan kamu ? Kamu lahir dan dibesarkan di sebuah keluarga Muslim dan kamu menjalankan hal yang sama saat kamu muda tapi kamu tidak pernah merasakan kepuasan atau hubungan antara kamu dan Tuhan sebagai Muslim. Apa yang terjadi padamu ?”

Rose: “Ketika saya tumbuh dewasa saya punya banyak pertanyaan dan saya tidak tahu … ? Saya tidak tahu mengapa saya lahir dan mengapa saya ada di sana. Saya punya banyak pertanyaan.”

“Meskipun saya tumbuh di keluarga Islam dan keluarga religius dan itu adalah konsep Tuhan dalam keluarga kami tetapi saya tidak pernah punya kebahagiaan dalam diriku seperti melihat kekosongan dalam diriku.”

“Saya tidak memiliki tujuan apapun. Jadi saya ke titik dalam hidup saya itu. Semua alasan berkumpul, mendorong saya dan memaksa saya untuk membuat keputusan untuk mencoba bunuh diri.”

“Ketika saya sampai ke tahap itu saya siap dan saya merencanakan itu. Saya sangat siap untuk melakukannya. Tetapi tepat sebelum saya melakukan itu saya mendengar … Saya mendapat pemikiran dan pemikiran ini datang kepada saya. Dan pikiran ini mengatakan kepadaku bahwa kamu tidak pernah meminta Penciptamu. Kamu tidak pernah meminta Pribadi yang menciptakanmu, yang memberikan hidup padamu. Dia tidak pernah memintamu. Kamu tidak pernah bertanya padaNya. Mengapa kamu tidak memanggilNya ?”

“Dan saya berpikir sepertinya semua pintu tertutup dan saya menyadari, saya akan bertanya dan tidak ada yang akan terjadi. Tanpa rasa bersalah dan saya akan melakukannya, bunuh diri sehingga saya begitu tertekan dalam di hati saya dan saya mulai menangis.”

“Saya menangis dalam seluruh keberadaan saya dan saya bilang, ‘Ok, Tuhan … Jika ada Tuhan di atas sana, yang membuat saya, dan ada rencana, dan ada takdir bagi saya. Tunjukkan diri-Mu hari ini.’ ”

“Pada saat itu saya tahu jika Tuhan tidak muncul maka saya akan bunuh diri. Jadi Dia adalah satu-satunya harapan pada saat itu karena jauh di dalam hati saya tidak ingin melakukannya. Saya tidak punya alasan untuk hidup. Saya tidak ingin terus hidup, dan saya menangis dan saya menangis.”

“Tiba-tiba saya merasa kehadiran Seseorang berjalan kedalam kamar. Dan Pribadi ini adalah Kasih. Hal pertama yang saya mengerti saat ini Orang ini masuk ke ruangan itu adalah Kasih. Dan Kasih itu begitu mengayomi dan Kasih itu begitu kuat, sehingga tubuh saya tidak bisa mengendalikannya. Saya berpikir lebih baik bagi saya sekarang mati karena Kasih yang saya terima. Dan Kasih itu begitu kuat dan saya merasa begitu mengasihi Orang ini. Saya ingin memiliki semuanya dan saya tahu saya berdiri di hadapan Sang Pencipta, Tuhan saya.”

“Dan saya ingin memiliki semua kepenuhan-Nya tapi ada sesuatu yang tidak membiarkan saya untuk memiliki kepenuhan-Nya. Tiba-tiba saya menyadari kehadiran-Nya bahwa saya berdosa dan dosa saya adalah seperti dinding antara saya dan Dia. Itulah saat saya bisa melihat semua dosa yang saya telah lakukan dari masa kecil saya, dan saya mulai dan mengaku dan meminta pengampunan.”

“Segera setelah saya meminta pengampunan semua ini saya rasa saya diampuni dan saya bisa memiliki Dia. Saya segera tahu Dia begitu mencintai saya sehingga Dia tidak akan membiarkan atau Dia tidak ingin saya memiliki kehidupan yang buruk. Dia memiliki rencana dan tujuan bagi saya. Saya segera memberikan hidupku bagi Dia. Saya meminta-Nya untuk datang kedalam hidupku. Saya menjadikan Dia tuhanku. Saya mengatakan kepadaNya untuk mengarahkan hidupku, menunjukkan diri-Nya kepada saya suatu hari. Saya ingin mengenal Engkau.”

“Pengalaman itu benar-benar berdampak hidupku. Ketika Dia datang ke kamar saya hari itu Dia tidak memberitahuku siapa nama-Nya. Jadi Dia hanya menunjukkan sifat-Nya kepadaku. Dia menunjukkan Karakter-Nya yaitu Kasih karena saya tidak memiliki nama yang tepat dan mulai memanggilnya Kasih dan Tuhan adalah Kasih.”

Ramin: “Mereka tahu nama Orang tersebut yang berjalan ke kamar kamu, Kehadiran yang mengisi ruanganmu. Kamu hanya menyebut-Nya, memanggil-Nya Kasih tanpa mengetahui siapa itu.”

Rose: “Tepat.”

Ramin: “Dan kamu tidak tahu bahwa di 1 Yohanes 4:8 di Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah kasih. Saat itu dia tidak tahu itu, tetapi ia merasa kehadiran dan memanggil kehadiran itu dengan Kasih tanpa menyadari siapa Tuhan. Dan jadi apa yang terjadi setelah itu ? Apakah kamu …. setelah kamu bertemu suamimu dan kemudian kalian pindah ke Dubai dan kemudian kamu memiliki pertanyaan yang berbeda dalam hatimu. Kamu punya rasa suatu kekurangan …”

Rose: “Kita pindah ke Dubai kemudian kami pindah ke Kanada berharap menemukan kedamaian dan kepuasan dalam hati kami. Kami pikir mengubah negara ini akan membantu kami. Dan memang dalam titik tertentu itu seperti semua orang itu waktu yang sangat singkat dan itu tidak berlangsung seperti saya pikir, lebih dari enam bulan ketika kami datang ke Kanada.”

Ramin: “Sebelum itu kamu pikir jika kamu menikah dengan orang yang tepat, kamu memiliki pekerjaan yang layak atau kehidupan yang layak, kamu akan merasa damai, kamu tahu semuanya akan baik-baik saja. Tetapi tak lama setelah kamu menyadari bahwa ini adalah utopia (mimpi) yang tidak benar-benar … bahkan yang ….”

Rose: “Tepat dan saya tahu dalam hati saya ada sesuatu yang kurang dalam hidup saya. Sehingga ketika kami berada di pesawat menuju Kanada, lima menit untuk pendaratan saya mulai berbicara kepada Tuhan ini karena selama bertahun-tahun saya menyadari jika saya melakukan doa-doa saya dan puasa, saya tidak bisa memiliki pengalaman yang saya memiliki hari itu.”

“Tetapi saya hanya bisa bicara kepada-Nya dengan bahasa saya. Dan saya bisa merasakan bahwa saya dekat dengan-Nya sehingga ketika kami mendarat di Kanada, saya bilang oke Tuhan, di negara ini kami tidak tahu siapa pun di sini. Saya meminta Engkau untuk menempatkan orang-orang dalam kehidupan kami yang mengenal Engkau sehingga mereka dapat menunjukkan kepada kami siapa Engkau.”

“Ketika kami mendarat di Kanada kurang dari … Saya pikir itu sekitar … 12 jam kemudian, pagi berikutnya … pagi-pagi … kami terhubung dengan kelompok Kristen, orang-orang Kristen. Mereka mulai membantu kami dan menunjukkan kepada kami Kasih dan mendukung kami. Dan ini adalah apa yang terjadi dalam dua tahun ke depan di Kanada.”

“Kemudian mereka menjadi teman yang dekat dengan kami. Jujur saja meskipun kami berada di negara asing, kami tidak pernah merasa sendirian karena kami memiliki teman-teman dan mereka menjadi teman-teman terbaik bagi kami.”

“Tapi masalahnya adalah bahwa mereka selalu berbicara tentang Yesus dan mereka terus berbicara tentang Yesus. Saat itu saya berpikir mereka ingin kami masuk Kristen sehingga kami menghadapi mereka. Kami mengatakan tidak, jangan berbicara dengan kami. Jika kamu ingin menjaga persahabatan kamu dan berbicara tentang Yesus maka kami tidak ingin memiliki persahabatan ini. Beberapa dari mereka meninggalkan kami. Mereka menyadari bahwa kami tidak terbuka. Kami telah menutup mata kami. Kami telah menutup hati kami, menutup telinga kami. Dan kami tidak ingin mendengar apa-apa tentang Yesus. Tapi beberapa teman terus bersama dengan kami. Mereka terus berbicara tentang Yesus sepanjang waktu kepada kami tapi kami tidak terbuka sampai hati kami akhirnya terbuka untuk menerima Yesus.”

Ramin : “Selama bertahun-tahun pada dasarnya menolak pesan mereka dan hatimu tertutup, telingamu tertutup tapi masih ada kekosongan itu dalam hatimu. Kemudian kamu mencari Tuhan sehingga apa yang terjadi Masoud ? Apa yang kamu lakukan di waktu itu ?”

Masoud: “Saya melakukan penelitian saya. Pada saat yang sama memiliki persekutuan ini dengan teman-teman ini. Dan mereka berbicara tentang Yesus. Intinya adalah di awal kami terbuka hanya untuk mendengar karena itu bagian dari budaya. Kamu tidak ingin menyinggung perasaan orang. Tapi kemudian kami menyadari bahwa hal itu di luar sistem kepercayaan kami. Dan kami tidak bisa menerima apa yang mereka katakan. Kisahnya sungguh menakjubkan, Orang yang mereka gambarkan begitu menawan. Tetapi hal ini tidak bisa saya terima bahwa Yesus adalah Anak Allah. Pada saat yang sama kami sudah mulai kehidupan di Kanada dan karena beraktivitas maka kekosongan itu tumbuh dalam diri kami.”

“Dan sekarang mereka mencoba untuk mengalami hal-hal baru. Mungkin ada sesuatu yang kami tidak tahu yang orang-orang di sini miliki dan mereka puas dengan semua itu. Tidak pernah terjadi.”

“Suatu hari saya ada di rumah. Sebelum menceritakan ini saya harus mengatakan bahwa dalam hidupku saya punya krisis identitas. Saya mempertanyakan segala sesuatu tentang diri saya, hanya tentang diri saya, bukan tentang penciptaan. Artinya saya akan mulai dengan diri sendiri dengan mengatakan saya tidak tahu dari mana saya berasal, apa tujuan hidup saya, atau kemana tujuan saya. Dan mengingat saya berdiri di depan cermin dan berbicara dengan orang ini yang merupakan gambar saya sendiri di cermin itu mengatakan siapa engkau ? Dan dari mana kamu berasal ? Hal-hal seperti ini. Segera saya menjadi takut karena itu adegan aneh bagi saya. Dan saya akan lari berpikir sesuatu mungkin melompat keluar dari cermin dan melompat pada saya.”

“Jadi saya akan mencoba untuk melupakannya tapi sekali lagi itu akan kembali. Dua setengah tahun di Kanada hal yang sama datang kepada saya tapi tidak dari diriku sendiri tetapi dari Tuhan sendiri. Dia mulai berbicara kepada saya dengan suara yang pada dasarnya di dalam.”

“Saya mendengar suara dan suara itu hanya meminta pertanyaan yang sama, ‘Apakah kamu tahu siapa kamu ?’ Dan tanggapan saya, ‘Tidak, saya tidak tahu siapa saya.’ Saya mulai melihat kehidupan saya di masa lalu dan saya melihat masa depan. Saya melihat bagaimana saya telah berjuang dalam hidup untuk mendapatkan kehidupan yang diisi dengan damai dan sukacita tapi saya tidak memilikinya. Dan saya melihat bahwa 40 – 50 tahun berikutnya hanya akan menjadi replika dari semua yang saya punya sebelumnya dan mungkin segala sesuatu menjadi lebih besar dan lebih tinggi dan lebih … tapi itu saja.”

Ramin: “Pengulangan dan kehidupan yang sama seperti biasa …”

Masoud: “Ya, tepat. Saya menyimpulkan bahwa saya punya dua pilihan. Apakah saya harus percaya bahwa tidak ada yang lebih atau ada sesuatu yang luar apa yang saya percaya dimana saya memiliki hidup. Jika kasus pertama valid, maka saya tidak memiliki tujuan hidup lagi dan mungkin lebih baik bagi saya untuk mengakhiri perjuangan ini sekarang. Tetapi jika ada sesuatu di luar saya ini, tidak tahu apa itu, dan saya tidak tahu jika ada kebenaran apapun, dan saya bilang tidak ada kebenaran, semuanya hanya sia-sia. Dan karena itu, bayangkan tidak ada di luar diri kamu dalam kehidupan dan kamu adalah Tuhan kamu sendiri. Tentu saja sampai saat itu segalanya berada di jalur dengan semua perjuangan masih di jalur. Tetapi saya tidak bisa bergantung pada diri sendiri untuk masa depan saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Tidak ada seorang pun yang bisa saya andalkan. Dan tidak ada satupun yang dapat dipanggil sebagai Tuhan saya dimana saya bisa percaya kepadaNya. Karena itu keputusasaan yang datang.”

“Setelah itu dalam kebingungan ini yang terjadi ketika saya ada rumah lalu setengah jam kemudian Rose kembali dari kerja. Dia mulai berbicara kepada saya tentang Tuhan dan saya berkata, ‘Apa yang kamu bicarakan ?’ Dia mengatakan, ‘Apa yang kamu maksud ?’ ‘Saya maksud Tuhan. Kita umat Islam kan ?’ Saya katakan, ‘Saya tidak percaya ada Tuhan lagi.'”

Ramin: “Kamu kehilangan moment saat kamu membuat keputusan bahwa tidak ada Tuhan di luar sana.”

Masoud: “Ya.”

Ramin: “Kamu kehilangan harapan sepenuhnya pada Tuhan.”

Masoud: “Ya, tepat.” Jadi ketika Rosa berbicara kepada kamu tentang Tuhan, dia mengatakan tidak ada Tuhan. ‘Kamu tahu, saya tidak percaya bahwa ada Tuhan.’

“Ya, tepat. Kemudian ia datang dan kami mulai percakapan dan kami sadar, ini adalah kesombongan, tidak pernah dimulai setiap proses pencarian untuk menemukan kebenaran untuk melihat diri kita sendiri apakah ada kebenaran. Dan kita mengatakan mungkin kita harus melakukannya sesekali. Sebenarnya saya punya keyakinan ini di hatiku dari masa kecilku bahwa suatu hari saya akan mencari Tuhan. Saya tahu bahwa saya akan melakukannya. Saya hanya tidak tahu bagaimana. Sehingga hari itu ketika kami mulai berbicara hal-hal mulai menjadi lebih jelas dan kami menyadari, ‘Ini adalah apa yang harus kita lakukan.’ Jadi kami mengatakan, ‘Ini adalah bagaimana kita akan melakukan itu. Kita akan membaca apa pun yang disebut sebagai Kitab Suci atau melihat agama yang berbeda untuk mengetahui dan melihat jika ada sesuatu.’ ”

Ramin: “Jadi apa yang terjadi adalah pencarian ini dimulai dan kalian mulai mencari. Kamu mulai dengan Kitab apa ?”

Rose: “Masoud dan saya mulai membaca 4 Injil secara terpisah dan kemudian kami juga membaca Kisah Para Rasul. Satu kali kami memutuskan untuk membaca Kitab Roma bersama hari itu. Kami pikir itu ide yang sangat bagus bahwa kita bisa membacanya, kami berbagi apa yang kamu pikirkan dan berbicara tentang hal itu. Ketika kita mulai membaca dan saya ingat dimulai sekitar pukul 5 dan pada malam hari pukul 00:00 tengah malam. Dan kita membaca dari bab 1 sampai bab 8.”

“Di dalam beberapa jam itu adalah pengalaman yang paling kuat yang pernah saya miliki dalam hidupku. Saya kagum bahwa semua pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan yang saya punya yang mendorong saya satu kali dalam hidup saya, sebenarnya dua kali, untuk bunuh diri, jawaban-nya ada di sana.”

“Kenapa saya tidak pernah tahu tentang Kitab ini ? Kami mulai membaca dan malam itu kami merasa sepertinya tiga kali Seseorang masuk ke ruangan. Dan setiap kali Dia datang, maka ada pewahyuan ini dari apa yang kami sedang baca di sana, dalam Alkitab.”

“Jadi kami menuju bab 8. Saat kami berbicara bersama-sama, Masoud menjatuhkan Alkitab saat ia membacanya dan dia berkata, ‘Rose, Yesus benar-benar adalah Anak Allah.’ Dan Kami mulai terisak dan menangis. Dan itu menyentuh saya juga dan saya berkata, ‘Baik, bagaimana kamu menyimpulkan ini ?’ Dan dia bilang, ‘Itu jelas bagi saya bahwa Yesus adalah Anak Allah.’ Dan menjadi jelas bagi saya. Tetapi saya masih memiliki banyak pertanyaan lain. ‘Apa yang kamu maksud sekarang ?’ Pertanyaan baru muncul bahwa, ‘Apa yang kamu maksud Darah Yesus mengampuni dosa saya.’ Maka kami meneruskan membaca Alkitab. Kami memutuskan bahwa kami ingin membaca keseluruhan Alkitab sebelum kami membuat keputusan apapun. Dan tentu saja ada banyak waktu bagi kami untuk membaca. Dan kami tidak bisa memahami apa yang dimaksud. Dan ini adalah apa yang kami lakukan. Kami berkata, ‘Baik Tuhan, jika ini adalah FirmanMu, bukalah ini bagi kami. Dan beri kami pengertian.’ Dan kami akan menunggu beberapa menit. Tiba-tiba kami memiliki pewahyuan dan pemahaman.”

“Dan bagi saya ketika sampai ke Bab Pertama Kitab Yohanes yang berbicara tentang Tuhan adalah Kasih. Saya begitu kagum karena selama 10 tahun saya baru menyebut Tuhan adalah Kasih. Karena didalam Islam Kasih bukan nama Allah. Dan saya mulai berbicara tentang Tuhan adalah kasih kepada teman-teman saya. Dan sekarang saya mengerti bahwa Kitab ini menjelaskan Tuhan yang sudah lama ingin saya temui. Kitab ini mengatakan Tuhan adalah Kasih dan menyentuh hati saya. Didalam hati saya tahu bahwa hatiku bersaksi kepadaku bahwa Kitab ini dan Tuhan ini adalah Tuhan yang benar.”

Ramin: “Amin.”

“Jadi pengalaman yang kamu miliki 10 tahun dan kamu berseru kepada Tuhan kemudian kehadiran-Nya datang ke kamarmu. Kamu merasakan Kasih adalah Kasih Murni. Dan kamu menyebut kehadiran Pribadi yang berjalan ke kamarmu adalah Kasih. Dan 10 tahun kemudian, ketika kamu membaca Alkitab, kamu membaca bahwa Alkitab mengatakan Tuhan adalah kasih. Kamu bisa mendamaikan kedua-nya bersama-sama bahwa keduanya melihat Tuhan yang sama yang masuk ke kamarku 10 tahun yang lalu.”

Rose: “Itu benar.”

Ramin: “Kamu berbicara tentang kesabaran Tuhan, kebaikan Tuhan dan ketahanan Tuhan selama 10 tahun. Dia menunggu mereka untuk datang, untuk mengenal Yesus. Ini adalah bagaimana kesabaran, bagaimana baik dan betapa indahnya Tuhan.”

“Hari ini adalah saatnya bagi kamu. Masoud, apa yang terjadi padamu ketika kamu …. Apa yang terjadi saat kamu menjatuhkan Alkitab dan berkata, ‘Saya yakin bahwa Yesus adalah Anak Allah ?’ ”

Masoud: “Di dalam hati saya tahu bahwa ini adalah kebenaran dan saya menemukan Dia. Saya tahu bahwa Dia yang sulung di antara banyak. Artinya saya hanya sejauh satu keputusan untuk menjadi salah satu dari mereka seperti yang Dia bicarakan. Mereka yang memiliki gambar dari Anak Allah.”

“Karena itu di dalam hati saya, saya sepenuhnya yakin tapi kemudian dimulai didalam hati saya tidak mengetahui di mana hatinya Rose berada. Saya mulai menjadi perantara baginya, meski tidak mengetahui apa-apa tentang syafaat. Dan saya menangis kepada Tuhan, saya ingin memulai ini bersama-sama. Saya tidak ingin menjadi yang awal. Saya ingin hal ini terus bersama-sama. Intinya saya tidak memperhatikan sisa Kitab itu. Saya kebanyakan menangis di hati saya dan tentu saja Tuhan itu setia.”

Ramin: ” … Amin … Puji Tuhan.”

“Masoud dan Rose memberikan hati kepada Tuhan dan mereka berdua berpindah dari Islam ke Kristen. Mereka lahir baru. Mereka mendapat kepenuhan Roh Kudus. Mereka mulai membaca Alkitab dimulai di pagi hari karena mereka mencintai Tuhan. Mereka ingin lebih mengenal-Nya. Mereka mulai membaca Alkitab jam 04:00 pagi dan berdoa. Mereka pergi bekerja dan mereka saling menghubungi satu sama lain, benar ? ‘Ya.’ Kamu melakukan kontak satu sama lain kemudian kembali ke rumah lagi dengan Alkitab dan berdoa.”

Masoud: ‘Benar.’

Ramin: “Kemudian tidur.”

Rose: ‘Benar.’

Ramin: “Untuk berapa lama ?”

Masoud: “Hal ini telah berlangsung 5 tahun. Tentu saja tahun pertama adalah untuk mengenal. Kita tidak mengetahui tentang rincian Alkitab. Kami hanya membaca untuk menjadi akrab dengan Firman tapi kemudian mulai dari tahun kedua itu pewahyuan pengetahuan.”

Ramin: “Wow, Puji Tuhan. Kamu memberikan hatimu kepada Kristus, kamu berdua dan perjalanan dimulai.”

Rose+Masoud: ‘Ya.’ ‘Puji Tuhan.’

www.raminparsa.org
info@raminparsa.org
perfectedbyblood@gmail.com

Ramin: “Setelah lima tahun Masoud dan Rose telah mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Mereka mulai melayani Tuhan penuh waktu. Mereka bepergian berbagi kesaksian mereka di berbagai tempat. Mereka mendorong orang percaya dan mereka mengajar Alkitab. Tuhan menggunakan mereka karena mereka lapar bagi Dia. Dan ini adalah bagaimana Tuhan menjangkau Muslim. Mungkin kamu sedang menonton program ini. Mungkin kamu dibesarkan di gereja. Mungkin kamu seorang pendeta, putra atau putri. Mungkin kamu tidak pernah bertemu dengan Tuhan.”

“Mungkin bagi kamu Kristen adalah agama warisan dari orang tua kamu, dari ibu kamu, dari ayah kamu, dari kakek-nenek kamu, mungkin dari masyarakat kamu. Mungkin kamu tidak pernah benar-benar mengenal Kristus tetapi kamu mendengar tentang kekristenan, kamu mendengar tentang salib. Kamu mendengar tentang banyak hal yang berbeda tetapi bagimu adalah agama, bagimu tidak berarti. Mungkin kamu menjalankan ritual yang berbeda. Jika kamu Katolik dan kamu mengunjungi berbagai Misa tapi kamu tidak pernah benar-benar memiliki hubungan dengan Tuhan.”

“Hari ini Tuhan sedang mencari hati kamu. Tuhan tidak mencari agama. Tuhan tidak mencari orang-orang yang beragama. Dia tidak membutuhkan ritual kamu. Dia tidak perlu hal-hal yang kamu lakukan bagi Dia. Yang Dia inginkan adalah hati kamu.”

“Dan hari ini jika kamu ingin memberikan hatimu kepadaNya. Jika kamu ingin menerima Dia sebagai Juruselamat-mu. Yang diinginkan-Nya darimu adalah Iman untuk percaya, untuk menerima, untuk membuka hatimu kepada Kristus. Dan mengatakan Tuhan inilah saya dan datang apa adanya.”

“Jangan berpikir bahwa kamu harus sempurna, kamu harus suci dulu setelah bertobat dari segala sesuatu dan kemudian datang sehingga Tuhan dapat menerima kamu. Jangan, datang apa adanya dan Tuhan membersihkan kamu.”

“Dan hari ini … ini adalah langkah pertama untuk membuka hatimu kepada Kristus untuk mengundang Dia ke dalam hatimu. Mungkin kamu seperti Masoud dan Rose, seperti diriku.”

“Saya sama saja. Saya dilahirkan sebagai Muslim. Saya mengenal Tuhan. Jadi 3 mantan Muslim memberitahumu tentang Yesus. Kami tidak memiliki sebuah gereja. Kami tidak bertumbuh di gereja, tapi kami menemukan kebenaran.”

“Kami menemukan kehidupan yang memberi kami semangat. Kami menemukan Tuhan yang adalah kasih dan hari ini kami bersaksi bagimu. Dan Yesus adalah Tuhan.”

“Jadi jika kamu ingin memberikan hati kepadaNya hari ini, bukalah hatimu dan berdoa dengan doa ini dari lubuk hatimu. Dan mengaku dengan mulutmu.”

Ramin : “Masoud dan Rose … terima kasih untuk berada di sini hari ini. “Terima kasih.” Tuhan memberkati kalian. Terima kasih untuk datang dan berbagi dengan kami. “Terima kasih.” Amin. Kami akan berdoa untuk kalian demi kesuksesan. Agar pintu terbuka sehingga Tuhan akan menggunakan kalian untuk kemuliaan-Nya … “Amin.” Terima kasih saudara/i. Terima kasih telah bersama kita hari ini. Sampai jumpa pada program berikutnya. Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara/i … Amin.”


  • Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. – (Matius 7:7).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).
  • Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – (Yohanes 14:27).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here