Hindu Ketemu Yesus Bersaksi Tidak Ada Tuhan Selain Yesus – Vani Marshall

0
728

Saat saya berseru kepada Yesus, kehadiran Tuhan yang kudus mulai menyelimuti ruangan itu. Ruangan itu gelap gulita. Lampu dimatikan. Saya sedang duduk di tepi tempat tidurku. Saya tidak pernah melihat wajahNya, tapi suaranya terdengar jelas tidak seperti apapun yang pernah saya dengar sebelumnya. “Aku adalah Yesus, Aku adalah Tuhan.”

Shalom, this is the story:

… Sing … There is no other name.

Saya tidak dilahirkan di gereja keluarga Pentakosta Kristen. Saya lahir di pendeta Orthodox keluarga Hindu yang taat. Saya lahir di keluarga Hindu yakni para pendeta Brahmana. Kakek buyut, ayah kakek buyut saya dan ayah dari ayah kakek buyut saya adalah pendeta Hindu. Tidak terpikirkan dan sangat bertentangan seorang putri cucu pendeta untuk keluar dari sistem itu.

Saya sangat merindukan Tuhan, saya sangat haus akan Tuhan. Ketika saya lahir pada usia enam hari, saya didedikasikan untuk dewa-dewi Hindu di sebuah kuil gua. Saya ditinggalkan di kuil gua dan sejak saat itu dalam pikiran saya, semangat dan jiwaku disusupi oleh kekuatan Iblis dan saya tidak dapat mengendalikannya.

Saya tidak bisa mengendalikan kekuatan ini. Mereka mengendalikan setiap keputusan yang saya buat, semua yang saya dapatkan. Saya mulai belajar memuja nama-nama dewa-dewi lebih dari 2.000 dewa. Lebih dari 2.000 dewa hafal. Itu diharuskan bagi saya. Itu diwajibkan oleh imam Hindu dan saya sebagai anak yang taat dari seorang imam Hindu atau cucu dari seorang imam Hindu, saya mengetahui nama-nama dari 2.000 dewa.

Pada usia 19 atau 20, saya sangat lapar akan Tuhan tapi saya tidak tahu namanya, di mana Dia berada, siapa Dia. Maka saya memulai perjalanan rasa sakit dan kegelapan pada akhir usia remaja saya. Pada usia 19 – 20 saya dimuridkan di bawah pengaruh sihir. Dan alasan saya masuk ke dalam adalah untuk tidak menyakiti orang lain kecuali menemukan Tuhan. Gimanapun juga saat saudara lapar, saudara menjadi sangat putus asa. Dan ketika saudara putus asa, maka saudara akan melakukan apapun untuk menemukan Tuhan.

Jadi saya mengejar Dia dan saya tidak menemukan Dia di halaman-halaman Hinduisme. Saya tidak menemukan Dia di halaman imam Hindu. Saya tidak menemukan Dia di halaman mantra dan doa yang telah diajarkan untuk dipercaya. Saya tidak menemukan Dia di dalam ruangan di kuil-kuil, kuil besar yang saya kunjungi. Dan ingin mencari Tuhan, ada satu waktu saya berada di India selatan dan ada di sebuah kuil.

Saya masuk dan membuka tirai. Ada tirai yang membagi area suci dari tempat lain di mana, saya tidak bisa menunggu. Saya tidak memiliki wewenang untuk pergi ke daerah itu hanya seorang pendeta laki-laki yang akan masuk ke sana. Saya membuka tirai dan ada patung setinggi sepuluh kaki, 12 lengan, 12 wajah, dengan banyak sekali mata. Dia tidak melihat saya. Dia tidak bisa memegangku. Dia memiliki mata dan tidak bisa melihat saya.

Bertahun-tahun, saya diserang dengan rasa sakit dari iblis di tubuhku dari atas kepalaku sampai ke ujung kakiku. Saya merasa sakit. Obat penghilang rasa sakit dan keinginan bunuh diri datang pada hari itu. Saya adalah saya … Saya meminum obat penghilang rasa sakit setiap hari lebih dari dosis yang dibutuhkan dan membuat diriku tak sadar. Dalam pikiranku, itu adalah satu pikiran jika saya mengakhiri hidupku maka saya akan mengakhiri rasa sakitnya.

Jadi, saya duduk di tepi tempat tidur saya, mungkin pada hari terakhir hidup saya di planet ini. Terkadang saat semuanya terlihat sepi saudara merasa tidak ada yang benar-benar peduli. Dengarkan saya, Dia mengawasi saudara. Dia mengawasi saudara dan itu mungkin tidak nyata tapi Dia menagawasi saudara dan Dia mengasihi saudara dan Dia akan datang untuk saudara. Jika saudara hanya berfokus pada Dia dan membiarkan hal-hal lain pergi.

Saya sedang duduk di tepi tempat tidurku, frustrasi, muak dan saya berteriak seperti kau berteriak, “Yesus, saya pernah mendengar tentang nama itu ketika saya mendapatkan kartu Natal.” Orang-orang Kristen, yang akan datang ke rumah saya dan mengatakan bahwa Dia telah mati untuk saudara dan saya akan melawan mereka dan berdebat dengan mereka, bangga dan sombong terhadap Hinduisme, dimana saya semestinya berada, bodoh.

Saat saya berseru kepada Yesus, kehadiran Tuhan yang kudus mulai menaungi ruangan itu. Ruangan itu gelap gulita. Lampu dimatikan. Saya sedang duduk di tepi tempat tidurku. Saya tidak pernah melihat wajahNya, tapi suaranya terdengar jelas tidak seperti apapun yang pernah saya dengar sebelumnya. “Aku adalah Yesus, Aku adalah Tuhan.” Dan dia menyentuh dirikku. Tidak ada dokter yang bisa menyembuhkan penyakit yang ada di tubuh saya. Tidak ada dokter yang bisa menyembuhkan saya.

Tidak ada dokter yang bisa memberikan jawabannya. Tidak ada yang bisa. Dan dia mendatangi saya. Dia menyentuh tubuh saya. Dan dalam sekejap penyakit itu meninggalkan tubuh saya dalam sekejap saya sembuh. Saya mulai merasakan kekuatan dan kehadiran-Nya di dalam tubuh saya.

Source:

My Journey from Hinduism to Jesus Preacher | Vani Marshall

Dan kemudian saya pergi ke sebuah gereja kecil sekitar lima puluh orang dan seseorang berdiri dan dari sana terlihat seperti platform ini dan seseorang di atas mimbar yang saya lihat berbicara tentang air baptisan dan jika saudara dibaptis, maka saudara menjadi manusia baru. Yah, saya juga tidak mengerti. Saya bertanya-tanya bagaimana air bisa membuat perbedaan besar. Bagaimana bisa?

Saya mandi setiap hari dan mendatangi pendeta ini dan saya berkata akankah engkau memasukkan saya ke dalam air ini karena semuanya dan apapun yang dia ingin saya lakukan, saya siap untuk melakukannya.

Dia telah membebaskanku. Dia telah menyembuhkan saya dan segalanya. Tidak peduli harganya … tidak masalah. Jadi, mereka memasukkan saya ke dalam air itu ketika saya keluar dari ikatan pengaruh iblis, saya bebas. Lalu saya membuka gereja. Dan depresi hari ini akan pergi. Penyakit jantung akan hilang. Yesus tinggal di rumah ini. Dia ada disini. Saudara bisa berteriak kepada Tuhan dan berkata …. Yesus …. teriakkan nama Yesus …

… Sing … There is no other name.


  • Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. – (Filipi 4:13).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).

Salam Kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan saling mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here