Doktor Hindu Yakin Yesus Sanggup Membawa Ke Surga – DR. K. Parameswari, Ph.D.

0
340

Nama saya Parameswari dari sebuah desa bernama Paneprom di distrik Madrid. Orang tuaku tidak berpendidikan. Alm. ibuku benar-benar buta huruf. Ayahku menyelesaikan sekolahnya sampai kelas 8.

Saya menyelesaikan sekolah di desaku sampai dengan kelas 10. Kemudian saya berada di sebuah asrama sekolah di dekat desa saya. Setelah menyelesaikan sekolah pada tingkat 12 saya memasuki perguruan tinggi. Ketakutan besar muncul di hatiku, dapatkah saya menyelesaikan pendidikanku? Dapatkah menyelesaikan studi lebih tinggi? Apakah saya akan mendapatkan pekerjaan? Apakah saya bisa menjaga diri pada orang tua saya yang malang ? Begitu banyak ketakutan datang dan memenuhi pikiranku dan membuatku tertekan.

Setiap malam saya biasa menangis. Hanya bantal saya yang tahu berapa banyak saya mengusap air mataku memikirkan masa depanku yang dipenuhi dengan rasa takut. Apalagi saya dipenuhi dengan perasaan “infinity complex” kekuatiran berlebihan. Saya selalu membandingkan diri dengan temanku dan orang lain, dari segi tampilan, dalam hal bakat, dalam hal latar belakang keluarga. Dengan memikirkan semua hal ini, saya biasa dipenuhi dengan “infinity complex”.

Sayangnya saya tidak pernah membagi perasaan ini dengan siapapun sebab saya tidak pernah berpikir untuk berbagi karena saya mungkin tidak mendapatkan solusi dari orang lain. Saya berpikir untuk lari kepada Tuhan tapi saya tidak tahu kepada siapa saya harus mencari pertolongan. Saya biasa melihat dua teman saya, tetangga kamar sebelah. Mereka selalu tampil percaya diri, gembira, menikmati hidup mereka. Mereka adalah gadis-gadis baik dalam artian karakter mereka dan itu membuat saya penasaran untuk mencari tahu bagaimana para siswi ini percaya diri dan dipenuhi dengan karakter yang baik dan begitu banyak hal lainnya. Tapi sekali lagi saya pesimis dan berpikir jawaban apa yang bisa mereka berikan untuk masalah saya.

Suatu hari setelah mengikuti kelas fisika. Saya terlalu ditegur oleh guru fisikaku. Saya berlari ke kamarku untuk duduk dan menangis sendirian. Tapi kamarku terkunci, kuncinya ada bersama teman sekamarku. Saya pergi ke kamar tetangga tempat kedua gadis itu berada dan di sana tidak ada orang. Saya melihat sebuah Kitab terbuka. Ketika saya mengangkat Kitab itu ada satu kata yang ditulis digarisbawahi dengan tulisan Tuhan adalah Kasih. Kata itu masuk dan menusuk hatiku dengan mengatakan bahwa ada Pribadi yang mencintaiku dan menjagaku tapi saya tidak bisa mengerti artinya sepenuhnya. Ketika saya merenungkannya, gadis itu masuk ke dalam ruangan dan saya bertanya kepadanya apa maksudnya Tuhan adalah Kasih.

Dia mulai menjelaskan kepada saya bahwa Tuhan mencintai semua orang di dunia ini, dan Dia datang dalam bentuk anakNya Yesus Kristus untuk menanggung hukuman. Karena KasihNya, Dia tidak ingin melihat ada orang yang masuk neraka, karena hukuman atas dosa-dosa yang kita lakukan di dunia. Jadi Dia mati di kayu salib, menanggung setiap hukuman, kutukan dan segala sesuatu kepada-Nya serta membebaskan setiap manusia yang percaya kepada nama-Nya. Sehingga kita semua bisa masuk ke dalam Kehidupan Kekal.

Saya mulai berdebat dengannya dengan akal sehat saya dengan mengatakan bagaimana darah seseorang dapat membasuh dosa seluruh dunia? Tubuh manusia mengandung maksimal enam liter darah. Bagaimana bisa membasuh dosa seluruh dunia? Dan dia bilang, “Engkau harus percaya seperti anak kecil.” Kemudian dia pergi. Dan saya menolak menerimanya karena saya pikir orang Kristen akan mencoba memikat orang untuk menyeret mereka ke dalam agama mereka. Lalu saya pergi.

Tapi ada sesuatu yang terjadi di hatiku untuk membaca Kitab itu lagi dan lagi. Saya mendekati dia dan saya meminjam Kitab itu. Saya mulai membaca. Hal-hal indah terjadi dalam hidupku, karena Kitab itu mengatakan kepadaku, siapakah saya, siapakah Pencipta saya. Kitab tersebut mengatakan kepada saya bahwa saya dilahirkan untuk hidup. Kitab itu, ayat-ayat yang saya baca dari Kitab ini, mengatakan bahwa saya akan berada di atas bukan di bagian bawah. Kitab tersebut mengatakan kepadaku bahwa saya dipilih Tuhan. Kitab tersebut mengatakan kepadaku bahwa saya adalah kekasih Tuhan. Kitab tersebut mengatakan kepadaku bahwa saya adalah anak kecil dengan bakat yang diberikan oleh Tuhan. Kitab itu mengatakan kepadaku bahwa saya adalah image Pencipta saya. Kitab tersebut mengatakan kepadaku bahwa saya adalah duta bagi Tuhan. Kitab itu memanggilku sebagai anak suci. Buku itu menyebutku sebagai warga kerajaan sorga.

Ketika saya mulai membaca dan membaca kembali ayat-ayat yang memberi saya harapan dan kehidupan yang hebat yang saya temukan di dalam ayat-ayat itu maka ketakutan “the Infinity complex” dan semua emosi negatif menjauh dari saya. Saya menjadi sangat percaya diri. Apalagi saya adalah seorang gadis yang sangat suka menonton film dan membaca semua jenis novel. Dan kebiasaan itu meninggalkanku tanpa ada yang mengatakan bahwa ini adalah kebiasaan buruk dan membuang-buang waktu. Dan orang tua saya melihat perubahan besar dalam diri saya sehingga saya sama sekali tidak lagi pergi menonton film atau membaca novel kotor apa pun. Dan saya merasa sangat bersih dan saya mulai membaca ayat-ayat yang memberi saya harapan besar itu. Saat saya berjalan dengan Dia, membaca firmanNya, menghabiskan waktu bersama Dia, dan saya menjadi sangat percaya diri.
Tuhan memberi saya gelar demi gelar sarjana. Saya pikir saya mungkin mendapatkan gelar PG saya. Saya menyelesaikan gelar kimia MSC, MPhil saya. Saya mendapatkan gelar PhD, Doktor dalam bidang kimia. Tuhan memberi saya posisi yang baik di masyarakat. Dulu saya berpikir bahwa saya tidak menjadi berkat bagi diri saya dan bagi orang tua saya. Tapi hari ini saya menjadi berkat bagi diri saya, orang tua dan banyak orang. Dan saya dapat membagikan apa yang saya terima dari Juruselamat saya. Dan saya bisa membagikannya kepada orang lain. Saya bisa melihat kegembiraan yang muncul dengan membagikan berita baik ini kepada semua orang.

Di atas semua hal ini satu hal yang saya yakin. Hari ini jika saya menutup mata, dunia akan mengatakan bahwa dia meninggal tapi bukan kematian Parameswari. Parameswari akan masuk ke dalam satu kehidupan yang lain, hidup yang kekal untuk tinggal bersama Penciptanya selama-lamanya di surga yang menyenangkan itu. Tinggal bersama Penciptanya adalah harapan terbesar yang dia punyai.

Source:

An Educated Hindu, “I Will Go To Heaven With Jesus”
DR K Parameswari, Ph.D.

Siapa saja yang mendengar saya mungkin mengalami masalah seperti apa yang saya hadapi, memikirkan masa depan, ketakutan yang ada di dalam hati saudara atau mungkin “infinity complex” atau mungkin dosa yang tidak dapat saudara tinggalkan. Apakah saudara mungkin memikirkan latar belakang keluarga saudara dan begitu banyak hal yang mungkin tidak dapat saudara jalani.

Tapi ada satu solusi sederhana yaitu ada Juruselamat di dekat saudara. Dia mengetuk pintu saudara. Dia mengetuk hatimu. Dan jika saudara membuka dan saudara memberi tempat untuk Dia, Dia akan datang dan bersamamu, tinggal bersamamu, menolongmu untuk membawa saudara ke tempat yang tinggi. Dan saudara akan menjadi berkat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar saudara.


  • Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. – (2 Korintus 5:17).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persahatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan kita Yeshua Hamashiach memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here