Atheis Pembenci Kristen Dipanggil Yesus Jadi MuridNya – Heidi

0
226

Di perguruan tinggi saya benar-benar mulai membentuk kepercayaan atheis saya dan saya bertemu suami saya dan bersama-sama kita akan membahas kemungkinan tidak ada Tuhan. Kami sebenarnya bahkan tidak menyukai orang Kristen. Jadi suami saya dan saya menikah dan saya mulai menjalin hubungan dengan bibi suami saya selama beberapa tahun dan menjadi dekat.

Saya tahu dia adalah seorang Kristen yang kuat dan dia mengundang saya ke gereja bersamanya pada suatu hari. Jadi saya mengaku kepadanya bahwa saya adalah seorang ateis dan dia sangat manis dan baik hati dan lembut. Saya hanya mengawasinya dengan Anda tahu begitu banyak pertanyaan tentang imannya, dalam kepercayaannya dan dia sangat ramah. Dia menjawab semuanya dengan sangat ramah dan baik hati. Dia hanya bertanya apakah dia bisa berdoa dengan saya? Saya tidak ingin berdoa bersamanya.

Setiap urat pada tubuh saya tidak ingin dia berdoa tapi saya melakukannya. Saya tidak mau menyinggung perasaan orang dan saya bilang pasti. Dia hanya sekedar meminta Roh Kudus untuk melembutkan hati saya dan membuka mata saya untuk melihat kebenaran. Saya pulang ke rumah malam itu dan keesokan harinya saya sedang berbelanja dan saya merasakan keinginan yang sangat kuat untuk membeli sebuah Alkitab.

Saya benar-benar ingin membacanya dan mempelajarinya dengan tujuan membentuk argumen saya melawan agama Kristen. Jadi saya mulai dengan Matius dan Anda tahu bahwa saya mengetahui Perjanjian Baru. Ini dimulai dengan Matius dan tahu bahwa itu adalah sebuah Injil, menyelesaikannya dan sepanjang waktu agak berpikir bahwa ini gila, saya tidak tahu bagaimana orang dapat mencurahkan hidup mereka untuk hal ini.

Saya membaca Markus dan Lukas, lalu saya masuk ke Yohanes dan ada sesuatu yang terjadi di dalam hati saya yang melunak sehingga saya mulai percaya semua yang saya baca. Jadi prosesnya adalah jika saya percaya bahwa saya membutuhkan Juruselamat maka saya perlu melakukan sesuatu untuk itu. Pada tanggal 4 Juli 2008 saya berlutut dan saya bertobat dari dosa-dosa saya. Saya memiliki Yesus dalam hidup saya. Dan saat bangun dari lutut, saya tahu bahwa hidup seperti yang saya ketahui sebelumnya sudah berakhir dan itu mengubah semua pikiran, perasaan, keyakinan saya, semua yang saya rasakan karena hal itu berubah.

Itu terjadi pada hari Jumat dan dua hari kemudian, benar-benar ingin menemukan sumber lain wanita Kristen dan saya hanya mulai mencari di google seperti podcast wanita Kristen (Christian women podcast) dan entah bagaimana saya menemukan sesuatu menghidupkan kembali hati ini. Dan mulai mendengarkan pada tanggal 7 Juli hari berikutnya Nancy memulai Titus 2:1-5. Ini adalah saat yang sangat penting saat Firman itu dibacakan.

Waktu itu suami saya benar-benar berpikir bahwa ini akan menghilang. Itu tidak berlangsung lama. Bahwa semua yang telah saya coba bisa saja hilang. Tapi saya melampaui batas waktu tiga bulan dan saya tumbuh dan berubah, sehingga perkawinan saya benar-benar sampai ke ujung tanduk. Saya bukan wanita yang dulu disukainya. Saya adalah seseorang yang sangat berbeda saat dia menikahi saya dan dia ingin putus. Suami saya melihat saya dan dia berkata kepada saya, “Apakah kamu lebih mencintai Yesus daripada kamu mencintaiku dalam pernikahan saya.” Dan saya hanya menatapnya dan saya tahu bahwa saya menghancurkan hatinya. Tapi saya mencintai Yesus lebih dari pada pernikahan saya dan dia berkata bahwa saya tidak ingin menikah dengan seorang Kristen. Saya tidak ingin menikah denganmu.

Saya tahu bahwa saya tidak bisa membiarkan suami saya pergi tapi saya bisa melakukan apa yang saya bisa dan Tuhan bisa menguatkan saya. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Dan melalui pengajaran Nancy dan Kitab Titus untuk belajar bagaimana mencintai suamiku dan bagaimana mencintai anak-anakku dan bagaimana bersikap patuh pada suamiku. Ini semua adalah konsep baru yang belum pernah saya dengar … saya tidak pernah mendengarnya dan saya menuangkan tulisan suci itu dan membaca Titus 2 dan mempelajari Amsal 31 bagaimana menjadi istri dan ibu.

Sumber:

How I–An Atheist–Fell In Love With Jesus-HEIDI
Revive Our Hearts – Dipublikasikan tanggal 4 Feb 2011

Yesus Kristus melakukan pekerjaan yang menakjubkan dalam hidup saya dan saya memikirkan anugerah yang baru saja dituangkan dalam pernikahan saya selama masa itu dan bagaimana saya menjalani kewanitaan Alkitabiah ini benar-benar membuat suami saya tidak meninggalkanku.


  • Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. – (2 Korintus 5:17).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam Kasih dan Persahabatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here