Muslim Syahadat “Yesus Tuhan Dan Juruselamat” Live Di TV Arab – Hamoud bin Saleh

0
2206

“Seperti saya katakan kepadamu, ajaran Yesus Kristus adalah kebalikan dari ajaran Islam. Sebagai contoh : yang ditulis di Kitab Matius, “Jika kamu mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu yang di sorga akan mengampunimu juga.” Saya tidak pernah mendengar atau membaca didalam sumber-sumber Islam atau dari para Sheik tentang ajaran Kasih dan Pengampunan.”

Shalom, begini kesaksiannya:

Rachid: “Saudara Hamoud bin Saleh, saya harap saudara dapat mendengarku dan saya menyambut saudara di acara kami.”

Hamoud: “Ya, saudara Rachid, saya dapat mendengarmu dan damai Tuhan selalu besertamu dan semua pemirsamu.”

Rachid: “Saya ingin mengingatkan para pemirsa bahwa saudara berbicara langsung dari Arab Saudi sekarang.”

Hamoud: “Saya hanya seorang warga Arab Saudi biasa dari latar belakang Muslim Sunni. Saya belajar di luar negeri di Perguruan Tinggi Arab diluar negara Arab Saudi dimana disana saya menyadari Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat-ku. Kemudian saya keluar dari pendidikanku dan menjadi seorang pengungsi.”

Rachid : “Tunggu sebentar, saya ingin bersamamu selangkah demi selangkah. Pertama, saudara adalah seorang warga Arab Saudi dan tinggal di Arab Saudi saat ini, benar ?”

Hamoud: “Benar, saudara Rachid.”

Rachid : “Dan saudara adalah saudara laki-laki tertua, atau termuda atau di tengah ?”

Hamoud: : “Saya anak laki-laki di tengah.”

Rachid: “Ok, saudara belajar Islam dan saudara dibesarkan sebagai seorang Muslim sampai umur berapa ?”

Hamoud: “Sampai saya pergi ke negara Arab lain yang dekat dengan Arab Saudi untuk belajar.”

Rachid : “Berapa usiamu waktu itu ?”

Hamoud: “Saya mengenal Yesus Kristus ketika saya berusia 23 tahun.”

Rachid: “Apakah saudara menjalankan Islam ? Apakah saudara Sholat 5 waktu ? Apakah saudara berpuasa ? Apakah saudara mengunjungi Mekkah dan Naik Haji atau Umroh ?”

Hamoud: “Tentu saja, saya menjalankan semua ajaran Islam.”

Rachid: “Bagaimana dengan keluargamu ? Apakah keluargamu konservatif religius ?”

Hamoud: “Baik, saudariku memakai Hijab seperti wanita Saudi lainnya. Keluargaku bukanlah Muslim fanatik. Tetapi bisa saya katakan bahwa keluargaku adalah keluarga konservatif.”

Rachid: “Apa yang membuatmu melanjutkan studi diluar Arab Saudi ?”

Hamoud: “Pada waktu itu saya mendapatkan kesempatan untuk studi disini di Arab Saudi, tetapi karena situasi kami secara ekonomi berkecukupan saya lebih suka studi diluar negaraku, meskipun itu adalah sebuah negara Arab. Tetapi saya menemukan kebudayaan yang berbeda, cara hidup dan memiliki sedikit kebebasan. Dikarenakan saya suka membaca sejak kecil dan banyak buku dilarang di Arab Saudi waktu itu. Sekarang keadaan sedikit lebih baik tetapi waktu itu banyak publikasi intelektual dilarang.”

Rachid: “Ok, apa yang membuatmu untuk mencari keyakinan lain ?”

Hamoud: “Disini di Arab Saudi saya dibesarkan di sebuah negara yang mengklaim Qur’an adalah Konstitusi Negara dan Syariah adalah Hukum / Undang-undang. Saya memiliki masalah dengan undang-undang semenjak kecil sehubungan dengan Terang yang Tuhan berikan didalam hatiku bahwa undang-undang ini menindas hak asasi umat manusia dan tidak adil serta tidak berperikemanusiaan. Saya mengucapkan maaf jika ucapanku melukai perasaan umat Muslim dan mereka merasa bahwa saya berbicara negatif mengenai keyakinan mereka atau nabi mereka.”

Rachid: “Akan tetapi Kebenaran itu selalu menyakitkan saudara Hamoud. Kita harus mengatakan kebenaran dengan kasih dan rasa hormat, akan tetapi hal ini selalu menjadi sulit bagi mereka.”

Hamoud: “Tuhan adalah kekuatanku saudara Rachid.”

Rachid : “Oke, adakah pertanyaan lain didalam benak saudara sebelum studi keluar negeri ? Maksud saya … saudara mengatakan tidak menyukai beberapa undang-undang didalam Islam. Apakah saudara melihat hukuman cambuk dan hukuman mati dipancung pedang, atau pemotongan tangan pencuri, atau undang-undang Islam lainnya didepan mata saudara ?”

Hamoud: “Ya, saya ingat ada sebuah tempat yang bernama ‘Al Safa’ di kota Riyadh. Setiap hari jum’at mereka memenggal banyak kepala dengan pedang, dan orang-orang ini dibunuh adalah orang-orang miskin dan lemah.”

Rachid : “Dan hal-hal itu menimbulkan banyak pertanyaan di pikiran saudara ?”

Hamoud: “Ya, tentu saja.”

Rachid: “Tetapi itu hanya pertanyaan-pertanyaan di pikiran saudara tetapi tidak membuatmu untuk mencari keyakinan lain, benarkah ?”

Hamoud: “Ya, saya bisa katakan, selalu di media Arab Saudi, ketika sebuah kejahatan terjadi di negara non-Muslim, mereka selalu mengatakan di judul bagian depan, ‘Sebuah kejahatan terjadi didalam sebuah masyarakat yang tidak mengetahui indahnya Islam.’ Meskipun kejahatan yang sama terjadi di negara Arab Saudi. Sebagai contoh, di sebuah negara yang tidak mengetahui “indahnya Islam”, seorang suami Amerika membunuh istrinya. Maka saudara tahu mereka berusaha untuk berbohong kepada masyarakat dan mencuci otak mereka bahwa persoalan-persoalan ini terjadi. Dikarenakan mereka tidak mengetahui Islam meskipun kejahatan seperti ini terjadi setiap hari di Arab Saudi dan negara lain.”

Rachid: “Oke, ketika saudara berkunjung ke negara Arab untuk studi, apa yang terjadi ?”

Hamoud: “Apa yang saya temukan adalah Undang-undang di Arab Saudi bukan berasal dari Tuhan yang benar. Didalam masyarakat ini yang diperintah oleh Hukum Syariah, pemerintah menggunakan Islam untuk melindungi minoritas masyarakat yang mengendalikan negara dan mencuci otak masyarakat mayoritas dan membuat mereka hidup didalam ketidakadilan dan ketakutan dengan tanpa hak asasi manusia dan hak asasi politik. Hal lain yang saya ketahui bahwa di negara lain masyarakat memilih yang lain untuk mewakili mereka didalam Parlemen (DPR) akan tetapi didalam negaraku kami tidak memiliki hal ini atau bentuk kehidupan politik.”

Rachid: “Oke, tunggu dulu sebab saya ingin pemirsa untuk memahami kisah saudara. Saudara mengatakan mempunyai banyak pertanyaan tentang Hukum / UU Syariah yang saudara katakan bukan dari Tuhan yang benar. Tetapi kami ingin mengatahui apa yang terjadi terhadap saudara ketika saudara mengunjungi negara lain yang mengubah ide saudara mengenai keyakinan dan Tuhan.”

Hamoud: “Seperti yang saya katakan saudara Rachid, di Arab Saudi masyarakat tidak mempunyai hak. Pandangan Islam mengenai Demokrasi adalah sebuah gagasan kafir, sehingga tidak ada kesempatan bagi suatu Negara Sipil Modern.”

“Hakim selalu membuat keputusan untuk pangeran, atau untuk orang-orang pada posisi tertentu di dalam negara seperti Sudair dan Qassim. Semua pembangunan besar diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang mempunyai hubungan baik dengan pemerintah dan bukan melalui tender. Para pangeran mengambil apa yang mereka inginkan, dan Hukum Islam yang mana membuat tuli telinga kami dengan pernyataan mereka mengenai betapa adilnya hal ini. Hal ini sangat merugikan dan banyak kritik datang dari organisasi Hak Asasi Internasional. Saya minta maaf jika yang saya katakan melukai perasaan masyarakat kami akan tetapi setelah belajar di luar negeri saya menemukan bahwa keadaan kami di Arab Saudi dan dibawah Hukum Islam telah membuat kami seperti masyarakat budak. Masyarakat Arab Saudi takut kepada keluarga kerajaan dan memuliakan mereka. Mereka tidak ingin atau berharap perubahan ….”

Rachid: “Tetapi mengapa saudara menyalahkan Islam dan tidak pada negara dan regim Arab Saudi yang menggunakan Islam untuk keuntungan mereka ?”

Hamoud: “Agama terkadang digunakan oleh pihak lain, tetapi didalam Islam sendiri mengatakan kepadamu bahwa kamu harus setuju kepada penguasa. Saudara dapat menemukan ini di Qur’an atau pengajaran Muhammad. Sebagai contoh Nabi Muhammad mengatakan, ‘Dengarlah dan Patuhlah kepada penguasa meskipun mereka memukul punggungmu atau mengambil uangmu.’ Dan didalam hadist lain yang saya katakan begitu rasis. Muhammad mengatakan, ‘Dengarlah dan Patuhlah kepada penguasa meskipun dia adalah seorang budak kulit hitam Etiopia yang kepalanya seperti kismis.’ Kepatuhan buta kepada diktator adalah dari Islam. ”

Rachid: “Apakah maksud-mu Islam mengajarkan untuk tidak mempertanyakan penguasa ?”

Hamoud: “Ya, penguasa seperti Tuhan dan apabila saudara melihat sejarah saudara akan menemukan bahwa semua Muslim Kalif “Penerus Muhammad” mengajarkan gagasan ini dan meneruskan dengan ini.”

Rachid: “Saudara menuju ke negara Arab lain dan saudara menemukan lebih merdeka, lebih demokratis dan lebih bebas ?”

Hamoud: “Ya, bahkan didalam bidang Ekonomi, meskipun negara tersebut tidak kaya akan tetapi pendapatan per kapita-nya sama dengan Arab Saudi, yang merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia. Dan dikarenakan negara kami penuh dengan sogok menyogok yang datang kepada kami dari Hukum Islam.”

Rachid : “Oke, sekarang saudara melihat perbedaan antara sebuah negara dengan kebebasan dan negara lain dengan Hukum Islam yang membuat warga negaranya seperti budak. Ijinkan saya bertanya, ‘Apa yang menyebabkan saudara berganti keyakinan (murtad) ?'”

Hamoud: “Baik, hal terbesar yang menyebabkan keraguanku adalah semenjak saya kecil. Ketika saya pergi ke Masjid mendengarkan doa-doa syeikh menentang Kristen dan Yahudi, dan semua non-Muslim, meminta Allah SWT untuk mengutuk mereka dan membuat yatim piatu anak-anak mereka dan membuat janda wanita-wanita mereka, tanpa membuat perbedaan antara teman dan musuh. Sejujurnya sikap ini sangat umum sampai tahun akhir-akhir ini dimana perang melawan terorisme berlangsung. Saat ini banyak orang yang tidak mau menunjukkan kebencian mereka sebab mereka tidak mau media merekam kotbah mereka. Bahkan imam Mekkah mengatakan kotbah yang sama didepan Raja Arab Saudi dan Pemimpin Islam lainnya selama kunjungan mereka ke Mekkah.”

Rachid: “Tetapi saat ini hal itu berubah ?”

Hamoud: “Relatif. Saudara dapat mendengarkan beberapa Masjid melakukan doa yang sama saat sembahyang.”

Rachid : “Hal ini bukan karena Islam sudah berubah akan tetapi dunia dapat melihat saudara sekarang.”

Hamoud: “Ya, saudara Rachid. Saya katakan kepada saudara ketika saya melihat fenomena, saya selalu bertanya kepada diri sendiri, apakah ini dari dalam Islam atau karena orang-orang salah mengartikan-nya. Akan tetapi didalam kasus ini adalah dari Islam sendiri. Saudara dapat menemukan banyak ajaran Muhammad didalam doa melawan / menentang non Muslim.”

“Sebagai kesimpulan apa yang Islam katakan kepadaku, Hamoud, jangan mengasihi tetapi harus membenci. Non Muslim adalah musuhmu, saudara harus melawan mereka, membunuh mereka, atau dia akan membunuhmu.”

Rachid : “Itukah kesimpulan saudara ?”

Hamoud: “Ya Rachid, di dunia yang diluar Islam ditunjukkan kepadaku oleh umat Muslim semuanya jahat dan semua manusia adalah musuh kami, karena mereka tidak punya iman yang sama, dan pemerintah menginginkan kita untuk siap melawan orang lain didalam hari kemenangan yang akan datang.”

Rachid: “Saudara pahami bahwa Islam menebarkan kebencian didalam jiwamu. Apa langkah saudara berikutnya untuk menemukan solusi lain atau keyakinan lain ?”

Hamoud: “Saudara Rachid, saya tambahkan, hal ini bukan hanya tentang doa-doa kebencian melawan yang lain akan tetapi juga banyak Sheik akan sangat senang apabila suatu bencana melanda non Muslim seperti Badai Katrina. Dan apapun yang terjadi pada orang-orang tidak bersalah maka mereka akan senang.”

Rachid : “Seperti kejadian 11 September, banyak Muslim yang senang.”

Hamoud: “Benar, saudara Rachid. Rasa kemanusiaan kita menolak kebencian seperti itu. Saya tidak mengerti mengapa orang-orang membenci orang-orang lainnya dan berharap yang jelek bagi mereka, karena mereka berbeda dengan kita. Apa yang mengejutkan saya adalah banyak orang Kristen terbunuh pada perang Bosnia. Dan saya menemukan banyak umat Kristen di dunia barat demo mengenai isu Islam dan hak asasi.”

“Umat Kristen, Yahudi dan Non Muslim membuat obat-obat-an dan melakukan kerja kemanusiaan dan umat Muslim harus menghentikan penyebaran kebencian terhadap mereka. Di negara itu saya membaca Alkitab pertama kalinya.”

Rachid: “Apa yang membuatmu mencari Alkitab ? Apakah kebetulan atau meminta atau seseorang memberikan kepadamu ?”

Hamoud: “Jelasnya, saudara Rachid, saya memiliki seorang teman di Universitas yang adalah seorang Kristen. Saya tahu setelah berbicara dengan-nya apa arti Kasih, seperti yang saudara tahu saudara Rachid. Sebagai seorang Muslim kita tidak banyak mendengar mengenai mengasihi manusia atau mengasihi sesama manusia. Di sekolah Arab Saudi mereka tidak pernah mengajarkan kami tentang mengasihi sesama manusia.”

Rachid: “Ya, kita hanya mendengar Kasih dalam Tuhan dan Benci dalam Tuhan.”

Hamoud: “Ya, tetapi sekarang saya berbicara tentang mengasihi sesama apakah jahat atau tidak. Maka melalui orang ini saya mulai membaca Alkitab dan saya juga membaca beberapa buku yang membandingkan pengajaran Islam dengan Kristen.”

Rachid: “Tunggu dulu. Tidak-kah saudara takut pada awalnya ketika saudara membaca Alkitab, sebab biasanya tidak suka buku lain disebabkan oleh pengajaran Islam. Apakah mudah bagi saudara memegang dan membaca Alkitab ?”

Hamoud: “Tidak, tidak mudah. Saya tidak bisa menjelaskan perasaan saya pada saat itu.”

Rachid: “Mereka (Para Ulama Islam) membuat kita yakin bahwa kita berdoa kalau membaca Alkitab.”

Hamoud: “Ya, bahkan babi (binatang malang ini) sampai hari ini saya membencinya meskipun sekarang saya Kristen.”

Rachid: “Sebab mereka menanamkan pengajaran ini didalam benak saudara.”

Hamoud: “Ya, mereka mengajarkan banyak gagasan didalam kepala kami sejak kami kecil, tetapi terima kasih kepada Tuhan yang adalah Penolongku.”

Rachid: “Oke, saudara telah membaca Alkitab dan banyak buku yang membandingkan dua agama. Kemudian apa yang terjadi ?”

Hamoud: “Saya menemukan bahwa Yesus adalah Kasih dan Pengampun. Memintaku untuk berdoa bagi musuh-musuh kita dan mengasihi mereka. Maka kita bisa menyerupai Tuhan yang Benar yang mengasihi semua manusia. Ya, Tuhan mengasihi semua manusia, umat Muslim, Budha, Yahudi dan Kristen, dll.”

Rachid: “Dan itu adalah hal yang baru bagi saudara ?”

Hamoud: “Ya, ini adalah suatu cara baru memandang ajaran Tuhan, dan saya sangat menyesal sebab saya bertanya kepada diri sendiri, ‘Inikah Kekristenan yang kita kutuk siapa saja yang ada didalamnya ?’ Mereka (Para Ulama Islam) menggambarkan kepada kita Kekristenan seperti Monster ! Saya menemukan bahwa pengajaran Kristus tidak mengijinkan orang Kristen untuk melukai orang lain. Dikarenakan pengajaran-2 ini saya mulai perjalananku dan mulai mencari kebenaran.”

Rachid : “Jadi saudara mulai membandingkan antara Qu’ran dan Alkitab atau saudara mulai mencari lebih lagi mengenai ajaran Kristen ?”

Hamoud: “Seperti saya katakan kepadamu, ajaran Yesus Kristus adalah kebalikan dari ajaran Islam. Sebagai contoh : yang ditulis di Kitab Matius, “Jika kamu mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu yang di sorga akan mengampunimu juga.” Saya tidak pernah mendengar atau membaca didalam sumber-sumber Islam atau dari para Sheik tentang ajaran Kasih dan Pengampunan.”

“Dan ketika seorang musuh menganiaya kamu maka ingatlah kata Tuhan, ‘Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.'”

Rachid: “Jadi kata-kata dan pengajaran ini menyentuh hati-mu, dan saudara merasa itulah yang saudara cari ?”

Hamoud: “Ya, setelah membaca Alkitab dan setelah memahami pengajaran Yesus, saya mengatakan kepada diri sendiri, Inilah Tuhan yang benar.”

Rachid : “Adakah seseorang disana yang membantumu dan menjelaskan beberapa ayat ?”

Hamoud: “Sebenarnya teman kristen-ku tidak begitu cakap dalam teologi sehingga dia tidak bisa menjelaskan kepadaku banyak hal, hingga saya bergantung kepada diri sendiri untuk memahami Kekristenan. Kiranya Tuhan memberkati dirinya sebab dia adalah seseorang yang mengajakku ke jalan yang benar.”

Rachid: “Apa langkah saudara kemudian ? Apakah saudara menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat atau apakah saudara mulai bertanya-tanya dengan keyakinan Kristiani seperti Tritunggal, arti Salib dan penjelasan dosa ?”

Hamoud: “Tentu saja, saya banyak pertanyaan mengenai topik-topik ini, maka saya membaca mengenai hal-hal itu dan memahami mereka, dan setelah itu saya menentukan untuk percaya kepada Yesus Kristus, berhenti dari studi dan mencari suaka.”

Rachid: “Mengapa saudara menanyakan hal-hal itu ?”

Hamoud: “Untuk banyak alasan, pertama, jika saya kembali ke Arab Saudi, itu hanya berarti satu hal, hukuman mati, sebab ada Hukum (Hukum Reda) yang mengatakan jika seseorang mengubah agamanya harus dibunuh baik oleh pemerintah atau masyarakat.”

Rachid: “Maka saudara ingin melindungi diri sendiri ?”

Hamoud: “Ya, dan alasan kedua adalah saya ingin mempelajari Teologi yang adalah impianku sampai hari ini.”

Rachid: “Oke, mari kembali ke kesaksian saudara. Sebab saya juga mantan Muslim seperti saudara. Konsep dosa, Pertobatan, dan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat-mu tidak ada di Islam. Jadi apakah saudara merasa bersalah dan memerlukan pengampunan dari Tuhan kita yang hanya bisa saudara didapatkan dari Tuhan Yesus ? sebab didalam Islam kita tidak menyadari kekudusan Tuhan dan betapa ofensif-nya dosa.”

Hamoud: “Ya, tidak ada pengampunan didalam Islam, saudara Rachid. Pertama mereka akan memenggal kepala saudara dan kemudian mungkin Tuhan mengampunimu atau mungkin tidak.”

Rachid : “Apa yang coba saya katakan disini adalah saudara berdoa sujud dihadapan Yesus, mengakui dosa-dosamu kepada-Nya dan menerima-Nya sebagai Jruselamatmu, atau itu hanya pengakuan mental yang tidak punya hubungan apa-apa dengan hatimu.”

Hamoud: “Tidak, saya telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan mulai saat itu masalah-masalah mulai timbul. Dan saya sejujurnya berharap dapat mempelajari Teologi sehingga saya dapat menjawab banyak pertanyaan yang terkadang muncul didalam pikiran-ku ketika saya berdoa.”

Rachid: “Mari lanjutkan kesaksianmu. Setelah saudara meminta suaka, apa yang terjadi ?”

Hamoud: “Saya meminta suaka di negara Eropa, sehingga saya memiliki kesempatan untuk belajar Teologi.”

Rachid : “Dan menjalani hidupku sebagai seorang Kristen dengan aman. Sayangnya, mereka tidak menerima permintaanku. Dan dari sini masalah-masalah-ku mulai muncul. Saya dipulangkan kembali ke Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi menahanku dan memasukkanku ke penjara yang terkadang saya merasa terbiasa. Dan terkadang penyelidik memantauku ketika saya diluar penjara. Tetapi saya akan katakan kepada diri sendiri yang terjadi kepadaku adalah sebuah hal positif yang akan membawaku untuk membangun gereja di Arab Saudi.”

Sumber:

3 Muslim Arab Sayang Yesus

Rachid : “Saudara mengatakan bahwa mereka memaksa saudara untuk kembali ke Arab Saudi ?”

Hamoud: “Ya, benar.”

Rachid : “Apa yang terjadi setelah itu ? Apakah mereka menganiaya saudara, menyiksa saudara, memenjarakan saudara ? Silahkan ceritakan dan saudara bercerita didalam siaran langsung.”

Hamoud: “Ya, saya telah dianiaya dan disiksa, tapi saya tidak akan mengubah iman dan kepercayaanku berapapun harganya.”

Rachid: “Berapa lama mereka memenjarakan saudara ?”

Hamoud: “Mereka sering memenjarakan saya, sampai saat ini mereka sudah memenjarakan saya sebanyak 4 kali. Tetapi setiap kali mereka memenjarakan saya, maka saya menjadi lebih tegar dan lebih semangat untuk memberitakan imanku dan mendapatkan hak-hak Kristenku.”

Rachid : “Bagaimana reaksi keluarga saudara terhadap ke-murtad-an saudara ?”

Hamoud: “Ya, saya tahu hal ini akan terjadi. Sekarang saya tidak punya hubungan dengan mereka dan saya hidup sendiri.”

Rachid : “Apakah pemerintah atau masyarakat mengancam saudara dengan kematian ?”

Hamoud: “Ya, hanya dari pihak pemerintah.”

Rachid : “Apa yang tidak saya pahami, mengapa pemerintah Arab Saudi melepaskan saudara dari penjara ? Bagaimana saudara sekarang bersama kami live di TV ?”

Hamoud: “Saya tidak tahu Brother Rachid. Saya pikir mereka tidak akan senang dengan tanya jawab yang saya lakukan dengan saudara saat ini dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.”

Rachid : “Oke. Saya tambahkan. Saya tahu hidup saudara dalam bahaya besar. Saya tahu kisahmu dari website hak asasi manusia yang mana nama saudara muncul didalam laporan mereka. Tanggapan umat Muslim adalah tidak ada orang Kristen bernama Hamoud Bin Saleh dan tidak ada umat Kristen Arab Saudi yang ditahan oleh pemerintah. Bagaimana tanggapan saudara mengenai hal itu ?”

Rachid : “Yang berbicara dengan saudara saat ini adalah Hamoud bin Saleh.”

Rachid : “Apakah saudara orang yang sama yang mempunyai blog ber-nama ‘Hamoud bin Saleh’ ?”

Hamoud: “Ya, itulah saya saudara Rachid.”

Rachid : “Dan blog itu telah dihapus setelah saudara ditahan oleh pemerintah ?”

Hamoud: “Sebenarnya saya yang menghapus blog itu, setelah menerima pesan dari seorang Kristen yang mengatakan kepadaku, ‘Pemerintah Arab Saudi mengijinkan saudara untuk keluar dari negara. Maka hapuslah blog itu untuk kebaikan saudara.’ Saya tidak tahu, mungkin pemerintah Arab Saudi memberi janji untuk memberikan passport-ku kepada organisasi hak asasi manusia dan mengijinkan saya meninggalkan negara. Kemudian orang ini mengatakan kepadaku untuk membuat passport baru. Maka saya pergi ke bandara, mereka mengatakan dimana passport lama saudara. Saya katakan passport lamaku ditahan pemerintah. Maka mereka mengatakan kepadaku untuk pergi ke penjara Al Ha’ir dan menanyakan kepada mereka untuk mengembalikan kepadamu. Ketika saya sampai disana, mereka menangkapku dan memasukkan saya kembali kedalam penjara.”

Rachid : “Ijinkan saya jelaskan kepada pemirsa kita, saudara telah di-aniaya oleh pemerintah, keluargamu meninggalkan saudara, dan saudara hidup dibawah situasi yang sulit. Selama berapa tahun ?”

Hamoud: “7 tahun saudara Rachid.”

Rachid : “Dan saudara dipenjara sebanyak 4 kali. Saya bertanya bagaimana saudara dapat mempertahankan iman dan tetap kuat dalam kondisi seperti ini ?”

Hamoud: “Saya tidak menganggap diri saya sebagai contoh bagi orang lain, seperti saudara tahu saya tidak hanya membagikan dan menyatakan imanku saja, tetapi saya bicara dan mengkritik korupsi di Arab Saudi. Pengakuan pribadiku, bahwa pengajaran-pengajaran Kristus adalah suatu revolusi bagi pikiran masyarakat bebas dari ketidakadilan dan penindasan. Manusia tidak layak mendapatkan ketidakadilan dan korupsi meskipun mereka adalah Muslim, Yahudi, baik ras atau agama lain. Dan setiap orang Kristen harus berdiri menentang kejahatan dan penindasan. ‘Karena manusia akan dibebaskan dari ikatan korupsi dan masuk kedalam kemerdekaan kudus anak-anak Tuhan.'”
— Demikian kesaksian Hamoud bin Saleh


  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).
  • Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – (Yohanes 14:27).

Salam kasih dan persahabatan. Tetap semangat dan salam kompak selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus pasti memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here