Hafiz Radikal Persaudaraan Muslim Sudan Jadi Penginjil – Wasidi

0
356

Hakim menolak penasehat hukum, pengacara, setiap orang. Dia bahkan tidak ingin mendengar kami. Hanya satu hal, meninggalkan agama kristen memeluk Islam maka kamu bebas. Kami menolak. Perintah berasal dari hakim bahwa kami bertiga harus dihukum mati sesuai hukum Islam / Syariah.

Hafiz Radikal Persaudaraan Muslim Sudan Jadi Penginjil – Wasidi | Ex Radical Muslim – ESCAPE FROM HELL

Saya berasal dari Sudan, dari suatu suku di sebuah daerah di padang pasir Sudan. Saat saya berusia 6 tahun saya hafal seluruh Quran dari depan ke belakang karena saya menghadiri sekolah ini.

Pemimpin suku keagamaan kami, dia mengatakan seperti ini, “Waspadailah Kristen, bakarlah sebelum mereka membakarmu.” Jadi ketika saya mendengarnya, ada kemarahan besar dan kebencian masuk kedalam hatiku.

Di universitas kita memiliki kebebasan, seperti politik dan ada banyak pihak disana dan kebebasan berbicara sehingga ketika saya masuk untuk bergabung di sana, saya menemukan satu kelompok yang disebut Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim). Jadi ada orang-orang religius untuk kita. Dan pikirku ini adalah tepat untuk bergabung.

Jadi saya bergabung dengan mereka dan dalam waktu 4 bulan saya menjadi salah satu pemimpin karena tidak semua Muslim hafal Quran. Pada waktu itu juga saya bertemu teman Kristen saya. Pada awalnya ia datang dan memberitahuku tentang Yesus dari Alkitab. Dan setiap kali dia akan memberitahu saya Yesus dari Alkitab saya memukulnya secara harfiah. Terkadang darah keluar dari hidung dan mulutnya karena saya tidak suka Yesus dari Alkitab.

Satu waktu ia memutuskan untuk membawa seorang pengkhotbah ke Universitas untuk memberitahu kami bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Umat Muslim tidak percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah, karena telah dirubah. Mereka mulai dengan suatu ceramah kecil. Kemudian menjadi suatu ceramah besar. Banyak yang ingin tahu apakah Alkitab Firman Tuhan atau tidak.

Kita merasa sangat yakin bahwa mereka akan memurtadkan orang-orang ini. Jadi kami mengirim pesan bagi orang Kristen bahwa acara ini harus dibatalkan. Mereka tidak mendengarkan saya atau kami.

Akhirnya kami mengadakan pertemuan darurat membahas apa yang akan kami lakukan dengan orang-orang Kristen ini. Setelah banyak diskusi, kami memutuskan kami akan membunuh salah satu dari mereka. Dan kami semua bersukacita dalam pertemuan itu bahwa kami akan membunuh orang Kristen. Hal kedua kami pikir adalah tentang siapa yang akan kami bunuh. Mereka memutuskan bahwa mereka akan membunuh teman Kristenku, saat itu dia bukan temanku, karena ia memberitakan Injil terlalu lantang.

Pada waktu itu saya merasa senang bahwa mereka akan membunuhnya karena saya membencinya. Kami memutuskan bahwa ketika listrik mati, maka kami akan menyerang kamarnya.

Kami menunggu dan ketika listrik mati, kemudian saya mengambil batang besi yang berat. Ide saya adalah saya akan menghancurkan setiap tulang di tubuhnya. Kami pergi masuk ke kamarnya. Ada 2 orang yang membantu saya. Kami masuk sangat pelan. Kami melihat ada seseorang berbaring di sana, di tempat tidur. Dan mereka menahannya sangat kuat bagi saya. Tiba-tiba kemarahan dan kebencian yang saya miliki di masa kecilku datang kembali lagi dan saya mulai memukulinya. Saya bisa mendengar tulangnya remuk. Tiba-tiba berhenti bergerak. Mereka mengatakan, ‘Sudah mati, ayo keluar dari di sini.’

Kami pergi meninggalkan tempat itu. Mobil menunggu dan mereka membawaku pergi ke tempat persembunyian. Hari berikutnya mereka datang dan mereka mengatakan kita punya berita buruk. Saya tidak tahu berita buruk apa itu. Mereka mengatakan orang yang kamu pukuli pada malam itu adalah orang yang salah dan dia masih hidup. Dan setiap kali saya berbagi ceritaku, saya merasa bahwa saya telah membuat seorang menjadi lumpuh di dunia ini. Mereka mengatakan kepadaku bahwa sekarang tugasmu adalah menyelesaikan yaitu menemukan yang lumpuh itu dan membunuhnya, kemudian orang Kristen itu. Saya bilang tidak, saya tidak bisa melakukan lagi tanggung jawab ini.

Jika Anda menonton berita tentang Radikal Muslim, Anda tahu, seperti yang mereka lakukan, yakni bom bunuh diri dan hal-hal lain. Mereka tidak akan memberitahu siapa yang melakukannya, tapi keseluruhan organisasi mengambil tanggung jawab. Mereka mengeluarkan pemberitahuan bahwa Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim) melakukan itu dan saya bebas pergi seakan saya tidak melakukan apa-apa. Saya kembali menyelesaikan pendidikan saya dalam perekonomian komersial dan saya bekerja bagi sebuah perusahaan Perancis.

Saat saya masih bekerja bagi mereka, saat itu ulang tahun pertama. Mereka memberi alkohol untuk para tamu. Pembawa minuman datang, dia mengambil gelas dan saya mengambil gelas juga. Dan saya tidak tahu itu alkohol. Dia mulai minum sementara kita berbicara. Ketika saya selesai minum, saya mendekatkan gelas minuman alkohol itu mendekat ke mulutku dan saya mencium bau alkohol. Saya merasa sangat tersinggung.

Dalam Islam, alkohol dianggap salah satu dosa yang terbesar. Di Arab mereka menyebutnya “Al-Kaba’r”, dosa besar. Muslim tidak diperbolehkan untuk membeli, menyentuh, menjual, atau minum atau berhubungan dengan alkohol. Jika Anda telah melanggar satu hal ini maka kamu dianggap najis.

Saya mengunjungi teman dekat saya dan dia juga dengan saya di Persaudaraan Muslim. Dia terkejut melihat saya datang kembali lebih awal dan dia bertanya apa yang terjadi. Kemudian saya bilang, ‘Maukah kamu menjaga rahasia?’ katanya, ‘Ya’. Jadi saya jelaskan padanya. Dia melompat jauh dari saya, katanya, ‘Kau najis.’ Saya bilang, ‘Tidak, tidak, saya tidak tahu tentang itu.’ Dia mengatakan, ‘Tidak, kamu najis.’ Saya katakan, ‘Jangan memberitahu siapa pun.’ Dia mengatakan, ‘Tidak usah khawatir.’

Saya mengatakan kepadanya, ‘Besok hari Jumat, dan akan ada sembahyang. Dan saya harus memberikan pengumuman di masjid. Maukah kamu menggantikanku, karena saya tidak merasa layak untuk berdiri di hadapan umat Islam.’ Dan ia setuju.

Pengumuman kami pada dasarnya adalah seperti jika presiden negara mengatakan sesuatu terhadap kelompok kami yang kita butuhkan adalah memberinya pelajaran atau mungkin untuk membunuh salah satu dari menteri-nya, mungkin ada bom, ada pembakaran, ada kerusuhan. Hal yang kita bicarakan adalah tentang apa yang kami pikir bahwa kami bisa memperbaiki negara.

Jadi saya memberinya kertas. Kami duduk di lantai masjid. Setelah doa dia mulai membaca dan setelah dia membaca semua pengumuman, katanya ada 1 pengumuman yang tidak tertulis disini, mari kita menendang keluar semua orang Barat dari negara kita karena mereka mengoreksi orang-orang muda kita.

Dan ketika ia mengatakan hal itu, semua orang setuju dengan dia. Ada teriakan khusus disebut ‘Allahu Akbar’ … ‘Tuhan maha besar.’ Teriakan itu digunakan untuk doa dan juga digunakan untuk sesuatu yang serius yang akan terjadi.

Mereka semua berteriak dan dia bersemangat. Kemudian dia berkata, ‘Contoh pertama ini …’ Dan dia menyebutkan nama saya.

Dalam Islam ada dalam tiga tahap keimanan seseorang. Jika Anda melihat sesuatu yang salah, Anda harus bertindak dengan tangan Anda. Hal itu berarti kekerasan. Kedua, Anda berbicara keras menentangnya. Yang terlemah adalah keluar, seperti yang saya lakukan di perayaan tahunan, karena saya kalah jumlah.

Di masjid mereka semua adalah Muslim yang baik. Saat mereka tahu saya terkait adalah alkohol, mereka semua ingin mengekspresikan iman mereka. Saya dipukuli oleh 800 orang. Saya jatuh.

Saya pergi mengunjungi pemimpin. Dia mengatakan, ‘Bersyukurlah kami tidak membunuhmu.’ Tetapi hukuman masih berlaku. Selama 40 hari tidak saya diperbolehkan untuk datang ke sini. Selama 40 hari tidak diperbolehkan untuk menyentuh Al-Quran. Selama 40 hari saya tidak diizinkan untuk mengucapkan nama Allah SWT dengan bibirku. Selama 40 hari saya tidak diperbolehkan untuk berdoa.

Saya diisolasi dari setiap kegiatan keagamaan.

Suatu saat saya sedang duduk di kantor saya mengasihani diri sendiri. Saya mulai menyalahkan Tuhan. Jika Tuhan mengampuniku, saya tidak akan seperti ini.

Seseorang masuk dan dia mengatakan ada seseorang di luar yang ingin menemuimu. Jadi saya keluar dan itu adalah teman Kristen saya yang seharusnya saya bunuh. Saya pikir dia mencari pekerjaan.

Dia mengatakan, ‘Tidak. Saya ingin menemuimu.’ Dan tiba-tiba dia mengatakan, ‘Apa yang terjadi denganmu ?’ Satu-satunya hal yang saya bisa jawab adalah, ‘Saya mencari pengampunan.’ Dia tidak menunggu waktu lama. Katanya, ‘Ada satu pribadi yang bisa memaafkan-mu.’ Saya bertanya, ‘Siapa ?’ Dia menjawab, ‘Yesus.’ Dan ia melangkah mundur.

Dan saya bertanya, ‘Yesus bisa memaafkan saya ?’ Dia berkata, ‘Ya.’ Saya mengatakan kepadanya, ‘Nabi bisa memaafkan saya ?’ Dia mengatakan, ‘Ya.’ ‘Bagaimana ?’

Kemudian ia berbagi kisah dari Alkitab tentang Yesus yang memaafkan pendosa. Saya menyukainya. Saya mengatakan kepadanya, ‘Dapatkah kamu kembali lagi ?’

Satu waktu dia datang dan mengatakan ini kepadaku. Saya tidak pernah mendengar itu sebelumnya. Jadi Tuhan minta dia bagi saya untuk pergi dengan dia ke gereja. Saya bertanya kepadanya, ‘Tuhan … DiriNya meminta kamu untuk mengajak saya pergi dengan kamu ke gereja ?’ Katanya, ‘Ya.’ Dan dia sangat serius. Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Saya katakan, ‘Oke, saya akan pergi denganmu.’

Jadi saya pergi ke gereja. Dan saya sangat takut karena pemikiran kami tentang gereja seperti rumah hantu. Jadi saya benar-benar takut. Saya ke gereja dan duduk di bangku yang paling dekat dengan pintu. Kemudian saya menyadari bahwa saya adalah bagian dari pertemuan doa.

Salah satu murid berdiri dan mengatakan, ‘Berdoalah bagi saya. Guruku membuatku frustrasi saya sepanjang waktu karena saya seorang Kristen. Tolong doakan bahwa saya mengasihinya.’

Dan ada satu lagi berkata, ‘Tolong berdoa bagi saya sebab mereka belum membayar gaji saya untuk waktu yang lama karena saya seorang Kristen.’

Dan semua melakukan doa permintaan.

Saya mengatakan, ‘TIDAK MUNGKIN.’ Orang-orang ini di depan saya ini punya 2 kemungkinan, apakah mereka malaikat atau sesuatu di otak ada yang salah.

Jadi saya menunggu mereka menyelesaikannya dan ketika saya tahu mereka benar-benar selesai, saya pergi menemui pemimpinnya.

Kataku, ‘Sebenarnya apa yang saudara-saudara katakan ? Tidak ada kasih. Kasih hanya ada di film-film.’ Dia mengatakan, ‘Apa yang saudara maksud ?’ Saya katakan, ‘Guru itu dapat kita pukuli. Perusahaan itu dapat kita bakar, perusahaan yang lain dapat kita bom.’ Saya memberi mereka semua jenis ide. Katanya, ‘Maaf, kami tidak melakukan hal-hal semacam ini di sini.’ Saya katakan, ‘Jangan khawatir. Saya sudah dilatih. Saya bisa melatih kamu.’

Kemudian dia mengatakan, ‘Tidak. Kita tidak melakukan hal-hal seperti itu di sini.’ Saya berkata, ‘Apa yang kamu lakukan ?’ Kemudian ia membuka Alkitab, itu adalah khotbah di bukit. Saya tidak tahu itu khotbah di bukit waktu itu.

Kemudian dia membacakan bagi saya, ‘Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.’

Saya bertanya, ‘Siapa yang mengatakan ini ?’ Katanya, ‘Yesus.’ Saya berkata, ‘Yesus, sang Nabi mengatakan itu ?’ Mereka berkata, ‘Ya.’

Jadi apa lagi yang dia ajarkan. kemudian dia menjelaskan, ‘Seluruh Kitab ini adalah ajarannya.’ Saya bertanya, ‘Bolehkan saya menyentuh Kitab ?’ Dia mengatakan, ‘Ya.’

Kemudian saya mengambil Kitab itu dan dia menandai bagi saya persis di mana dia membaca.

Saya kembali ke rumahku. Saya menunggu yang ada saat itu pergi. Kemudian saya menyalakan cahaya kecil seperti lilin dan saya mulai membaca.

Satu hal yang masuk didalam pikiran saya, ‘Bagaimana orang Kristen menjalankan Kitab ini. Kitab ini sangat sulit untuk dipraktekkan, mudah untuk membenci tapi sulit untuk memaafkan dan mengasihi.’

Beberapa bulan berlalu, teman saya muncul lagi. Saya percaya dia memahami apa yang telah saya lalui. Dia mengatakan, ‘Ada satu orang ingin bertemu denganmu.’

Kemudian dia mengatur itu dan kami pergi. Dan kami pergi ke suatu tempat. Tempat itu memiliki banyak ruangan. Jadi dia mengetuk salah satu pintu dan kami berjalan masuk.

Didalam ada wanita tua yang duduk di tengah-tengah ruangan. Segera setelah saya melihatnya, saya mengutuknya. Saya memberinya setiap kata-kata buruk yang saya tahu, karena dia dari suku yang sama yang mana saya berasal.

Dia menjadi seorang Kristen saat berusia 14 tahun melalui dokter Kristen. Dokter itu mengatakan padanya cerita dari Alkitab dan dia akan pergi dan menceritakan cerita itu kepada sukunya dan suku tidak bisa membuatnya diam. Jadi mereka memutuskan untuk membakarnya hidup-hidup dan mereka membakarnya, tapi dia diselamatkan oleh sang Dokter medis itu.

Setelah itu, dia membuka selimut dari kakinya dan semua apa yang saya lihat adalah bekas daging terbakar yang menempel pada tulangnya.

Saya bertanya kepadaya, ‘Mengapa ?’ Dia mengatakan, ‘Saya bersedia dibakar bagi Yesus.’ Ini adalah persis seperti apa yang ingin saya dengar.

Saya pergi dan saya mulai berpikir dan berpikir lebih tentang dia sampai saya pergi ke teman saya. Kemudian saya mengatakan kepadanya saya siap untuk menjadi seorang Kristen.

Dia melompat-lompat naik dan turun … haleluya … puji Tuhan. Saya tidak tahu apa yang layak dilakukan. Saya hampir melompat dengan dia. Dan ada kedamaian besar memasuki hatiku. Saya memiliki kedamaian ini sampai sekarang.


  • Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – (Yohanes 14:27).

Hidupku mulai berubah tanpa tawaran . Keluargaku melihat hal itu. Ayahku minta saya untuk kembali ke masjid dan saya menolak. Saya berkata, ‘Tempat itu menendangku keluar. Saya tidak akan pernah kembali kesana lagi.’ Kemudian dia berkata, ‘Bagaimana jika sembahyang di masjid lainnya ?’ Saya mengatakan, ‘Tidak.’ ‘Sembahyang di rumah ?’ – ‘Tidak’. ‘Sembahyang dengan saya ?’ ‘Tidak.’ Kemudian dia berkata, ‘Ada apa ?’

Saya tidak tahu darimana saya mendapat keberanian, tapi saya mengatakan, ‘Saya telah mengubah agama saya.’ Dia mengatakan, ‘Buktikan !’ Saya menunjukkan Alkitabku. Ketika dia melihat Alkitab, dia sangat marah dan ia menampar saya tepat di wajahku dan saya jatuh di tanah. Kemudian dia bilang, ‘Saya membencimu. Kamu bukan anakku.’

Saya pergi ke temanku dan saya mengatakan kepadanya, ‘Saya tidak mau agama Kristen ini.’ Kemudian dia membuka kesaksian Paulus tentang berapa banyak ia dipukuli. Dia dimasukkan ke dalam penjara dan semua hal yang ia lalui.

Dan kemudian dia menjuju ke Kitab Kisah Para Rasul tentang ketabahan ini. Kemudian dia menuju ke Injil tentang salib dimana Yesus disalibkan. Dia mengatakan orang-orang Kristen ini … Kamu bebas.

Kemudian dia berkata, ‘Apakah kamu lebih besar daripada orang-orang Kristen ini ?’ Saya mengatakan, ‘Tidak.’ Dia mengatakan, ‘Berdoalah, Tuhan akan menjadi penolongmu.’

Kemudian berita menyebar. Pada saat itu Sudan menjadi negara Islam yang menjalankan Hukum Islam, Hukum Syariah.

Sehingga keluarga saya harus menyerahkan saya. Saya ditangkap dan didalam kantor polisi mereka mencoba meyakinkan saya untuk kembali ke Islam.

Karena penolakan, mereka mereka benar-benar memukuliku dan setelah itu mereka mengunci saya untuk sementara. Kemudian mereka membawa saya ke pengadilan. Didalam pengadilan, saya bertemu dua orang Muslim lainnya yang menjadi Kristen.

Hakim menolak konselor, pengacara, setiap orang … Dia bahkan tidak ingin mendengarkan kami. Dia berkata, ‘Hanya satu hal, yakni meninggalkan agama Kristen dan kembali ke Islam, maka kamu bebas.’

Kita menolak. Dia meninggalkan kami di ruang sidang saja. Dua teman melihat saya dan mereka mengatakan, ‘Kamu baru ya ?’ Saya jawab, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Kita tidak punya banyak waktu. Satu-satunya hal mari kita berdoa.’

Kemudian mereka berdoa dan saya melihat mereka berdoa. Mereka berdoa agar kami bertiga akan berada di sel yang sama. Tuhan menjawab doa itu. Mereka menempatkan kami di salah satu sel penjara terburuk, paling kotor di tempat itu, tetapi Tuhan telah menjawab doa kami. Kami bertiga berada di sel yang sama.

Sel itu begitu istimewa bagi saya, karena di dalam sel itu saya mendapatkan pelajaran Alkitab pertama kalinya. Saya belajar semua hal yang saya butuhkan untuk belajar tentang Yesus.

Mereka membawa kami keluar dan mereka melakukan segala macam hal kepada kami. Kemudian mereka membawa kami kembali. Mereka memukuli kami. Mereka meludahi kami. Mereka melakukan apapun yang muncul didalam pikiranmu.

Tetapi setiap kali saat mereka mengembalikan kami lagi, saya selalu mengharapkan pelajaran Alkitab.

Perintah berasal dari hakim bahwa kami bertiga harus dihukum sesuai dengan hukum Islam, Syariah. Mahmoud melangkah di platform (panggung) dan kami berada dibawah. Kemudian mereka menempatkan tali sekeliling lehernya. Mereka memberinya kesempatan ucapan terakhir. Kemudian dia berteriak selama mungkin dan dia berkata, ‘Yesus, saya datang.’ Tukang gantung itu begitu marah. Dia menarik platform dan Mahmoud meninggal.

[Musik]

Kami kembali ke sel. Emad bercerita tentang surga dan apa yang akan kami lakukan besama Yesus. Hari Jum’at tiba dan mereka membawa kami berdua.

Sebelum dia melangkah di platform, dia memegang tanganku. Katanya, ‘Berjanjilah untuk datang.’ Saya katakan padanya, ‘Saya tidak bisa menjanjikan. Akan tetapi apapun yang akan kamu lakukan dengan Jesus, tolong doakan saya.’ Mereka menempatkan dia di platform. Mereka melingkarkan tali di sekeliling lehernya dan mereka memberikan kepadanya ucapan terakhir terakhir. Dan dia mengucapkan, ‘Yesus, saya datang.’ Dia meneriakkan ini selama mungkin. Tukang gantung itu begitu marah. Dia membuka platform dan Emad meninggal.

Saya sangat takut. Saya ditinggalkan sendirian. Mereka membawa saya kembali ke sel. Minggu itu mereka tidak membawa saya keluar. Mereka meninggalkan saya di sana sendirian.

Sering kali saya ingin memanggil penjaga, ‘Tolong katakan kepada hakim bahwa saya seorang Muslim.’ Tapi saya tidak bisa.

Bagaimana saya bisa menyangkal Yesus. Pribadi yang mati bagiku. Pribadi yang mengasihiku. Pribadi yang memberi saya jaminan hidup yang kekal. Saya tidak bisa. Saya tidak bisa menyangkal Dia.

Hari jumat tiba. Saya seharusnya dihukum mati pukul dua sore setelah sholat jum’at. Sekitar jam 4-5 pagi hari mulai terdengar suara senapan mesin dan pemboman. Dan itu tahun 1985 ketika Qaddafi menyerang Sudan.

Itu adalah perang besar antara Sudan dan Libya. Dan dia ingin melumpuhkan ekonomi Sudan, Jadi dia menyerang kawasan industri.

Penjara letaknya di samping kawasan industri, sehingga juga dibom. Ditengah-tengah kebingungan kita, semua narapidana berlarian ke arah yang berbeda. Saya berlari menuju kota. Saya pergi ke wanita tua itu. Dan dia bertanya, ‘Apa yang terjadi ?’ Saya mengatakan, ‘Libya menyerang kita, ijinkan saya untuk tinggal sampai perang berakhir.’

Ketika perang berakhir, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan. Katanya, ‘Maukah kamu menjadi anakku ?’ Ya, itu adalah suatu kehormatan dan dia menamai saya ‘Wasidi.’ Wasidi didalam bahasa Arab (Sudan) artinya keinginan (desire), yaitu keinginan untuk mengikuti Yesus.

Tuhan sedang bekerja di Kanada. Sebuah Perguruan Tinggi Alkitab (Bible College) memiliki beasiswa untuk para Mantan Muslim dari beberapa negara yang tertarik pada misi ini.

Dengan ini saya pergi ke Kanada dan saya mendapatkan pelajaran Alkitab. Saya merasa sangat terhormat bahwa Tuhan menggunakan saya untuk mendirikan Gereja untuk mengabarkan Injil dan inilah saya.
— Demikian kesaksian Wasidi


  • Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. – (Matius 7:16-20).
  • Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – (Yohanes 1:1).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. – (Yohanes 4:34).
  • dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – (Yohanes 8:32).
  • Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – (Yohanes 5:58).
  • Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – (Yohanes 10:30).
  • Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. – (Yohanes 13:13).
  • Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – (Yohanes 14:6).

Salam kasih dan persabahatan. Tetap semangat dan mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here